Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh Pak Oman
Namun sebelumnya saya mohon maaf karena saya bukan ustadz, tapi hanya ingin ikut rembug memberikan pendapat, semoga diperkenankan.
Pak Oman, semoga Allah Ta'ala merahmati Bapak,
Beribadah kepada Allah Ta'ala syaratnya ada dua Pak, Ikhlas dan Ittiba'ur Rasul Ikhlas adalah bahwa ibadah itu hanya ditujukan kepada Allah Ta'ala semata dan tidak kepada yang lain, Allah Ta'ala berfirman,
"Wa maa umiruu illaa li ya' budullaaha mukhlishiina lahud diina hunafaa" artinya "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama dengan lurus" (Q.S: Al-Bayyinah/98:5).
Rasulullah ShallallaHu 'alaiHi wa sallam pernah bersabda,
"Sesungguhnya segala amalan itu tidak lain
tergantung pada niat ; dan sesungguhnya tiap-tiap orang tidak lain (akan memperoleh balasan dari) apa yang diniatkannya. Barangsiapa hijrahnya menuju (keridhaan) Allah dan RasulNya, maka hijrahnya itu kearah (keridhaan) Allah dan RasulNya. Barangsiapa hijrahnya karena (harta atau kemegahan) dunia yang dia harapkan, atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya itu kearah yang ditujunya" (HR. al Bukhari dan Muslim)
Jadi Pak ketika seseorang beribadah niatnya hanya benar2 murni untuk menyembah Allah Ta'ala tidak kepada yang lain termasuk kepada dunia dan wanita.
Namun demikian mencintai atau menyukai seorang wanita dan ingin menikahinya adalah sesuatu yang manusiawi, karena Allah Ta'ala memang menjadikan manusia demikian, Allah Ta'ala berfirman,
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini yaitu : wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah lading. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga) (QS. Ali Imran : 14)
Dan pada dasarnya diperbolehkan kita berdoa dengan doa yang tidak mengandung kemaksiatan kepada Allah Ta'ala.
Imam ash Shanani di dalam Kitabnya Subulus Salam menjelaskan bahwa Abu Dawud meriwayatkan dari beberapa orang sahabat Rasulullah ShallallaHu alaiHi wa sallam,
Bahwasannya beliau bersabda kepada seseorang, Apa yang kamu ucapkan di dalam Shalat ?, orang tersebut menjawab, Aku membaca tasyahud lalu aku membaca, AllaHumma innii as-alukal jannata wa auudzubika minan naari, karena aku tidak bisa menirukan gumamanmu (doa dengan suara lirih), dan tidak juga gumaman Muadz
Rasulullah bersabda, Sekitar masalah itulah aku dan Muadz bergumam (Dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud no. 792). Maka hadits ini menjelaskan bahwasannya seseorang boleh berdoa dengan lafazh apapun, baik doa itu matsur atau tidak. <Selesai penjelasan Imam ash Shanani>
Namun demikian membaca doa-doa yang berasal dari al Quran dan as Sunnah yang shahih adalah lebih utama dan lebih selamat.
Dari Abu Naaamah, ia berkata, Sesungguhnya Abdullah bin Mughaffal pernah mendengar anaknya berdoa, Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepada-Mu istana berwarna putih di sebelah kanan surga apabila nanti aku memasukinya.
Berkata Abdullah bin Mughaffal, Wahai anakku, mintalah kepada Allah surga dan berlindunglah dari api neraka. Karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah ShallallaHu alaiHi wa sallam bersabda,
Akan datang di dalam umat ini satu kaum yang melampaui batas di dalam bersuci dan berdoa (HR. Abu Dawud no. 96 dan lainnya dengan sanad shahih)
Dan jika memang bapak ingin menikahi seorang
wanita dalam rangka menjalankan sunnah Nabi ShallallaHu alaiHi wa sallam, maka ada doa yang baik yang terdapat di dalam al Quran,
Rabbanaa Hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrata ayun, wajalnaa lilmuttaqiina imaama yang artinya Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa (QS. Al Furqan : 74)
Terakhir Pak, saya ikut mendoakan agar Bapak mendapatkan istri yang shalihah yang berbakti kepada suaminya
Akhukum fillah
Budi Ari
Maraji :
1. Al Masaa-il Jilid 5, Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat, Darus Sunnah Press, Jakarta , Cetakan Pertama, November 2005.
2. Kumpulan Doa dari al Quran dan as Sunnah yang Shahih, Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Pustaka Imam Syafii, Jakarta, Cetakan Ketiga Rabiul Awwal 1427 H/April 2006 M.
3. Subulus Salam Syarah Bulughul Maram, Imam Muhammad bin Ismail al Amir ash Shanani, Darus Sunnah, Jakarta , Cetakan Pertama, Juli 2006
4. Telah Datang Zamannya, Ustadz Abdul
Hakim bin Amir Abdat, Pustaka Imam Muslim, Jakarta , Cetakan Pertama, Jumadits Tsaaniyah 1426 H/Juli 2005 M.
Semoga Bermanfaat.
rohim_yes <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
assalamu'alaikum ustadz
saya oman, saya mau nanya masalah keikhlasan niat seseorang, jika
seseorang rajin beribadah karena untuk mendapatkan sesuatu apakah
niatnya itu termasuk ikhlas ?
misalnya dia rajin beribadah dan berdo'a karena dia ingin sekali agar
ia dapat menikahi dan mendapatkan cinta dari seorang perempuan yang ia
sukai, apakah ibadahnya itu kurang ikhlas ?
pertanyaan kedua saya adalah apakah dibenarkan dalam ajaran islam jika
saya berdo'a yang isinya do'a itu tujuannya untuk mendapatkan cintanya
seorang perempuan ? dan saya berniat untuk menikahinya, apakah do'a
dan niat saya itu salah?
tolong jelaskan secara mendetail yaa ustadz
atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih
Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar" (QS. An Nisaa' : 48)
Dari Abu Dzar ra., Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Jibril berkata kepadaku, 'Barangsiapa diantara umatmu yang meninggal dunia dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, maka pasti dia masuk surga'" (HR. Bukhari) [Hadits ini terdapat pada Kitab Shahih Bukhari]
How low will we go? Check out Yahoo! Messengers low PC-to-Phone call rates. __._,_.___
Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
