Coba antum Simak dalam tulisan dibawah ini insya-Allah bisa membantu.

SIHIR DALAM PANDANGAN AL-QURAN DAN AS-SUNNAH
Oleh
Wahid bin Abdissalam Baali
Bagian Empat dari Enam Tulisan [4/6]
sumber http://www.almanhaj.or.id

Kedua: Dalil-Dalil Dari As-Sunnah

[1]. Dari ’Aisyah Radhiyallahu 'anha, dia berkata, Rasulullah Shallallahu 
'alaihi wa sallam, pernah disihir oleh seseorang dari bani Zuraiq yang bernama 
Labid bin al-Asham, sampai Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salllam dibuat 
membayangkan seolah-olah beliau melakukan sesuatu padahal beliau tidak berbuat 
apa-apa. Sampai pada suatu hari atau pada suatu malam ketika beliau berada 
disisiku, akan tetapi beliau terus berdo’a dan berdo’a, kemudian beliau 
bersabda, Wahai ’Aisyah, apakah kamu tahu bahwa Allah telah memberikan jawaban 
kepadaku tentang apa yang aku tanyakan kepada-Nya tentangya(sihir, -ed)? Ada 
dua orang yang mendatangiku, satu diantaranya duduk didekat kepalaku dan yang 
satunya lagi berada didekat kakiku. Lalu salah seorang diantara keduanya 
berkata kepada temannya, Sakit apa orang ini? Disihir, sahut temannya. Siapa 
yang telah menyihirnya?  Tanya temannya lagi. Temannya menjawab, Labid bin 
al-Asham.  Dalam bentuk apa sihir itu? Dia menjawab, Pada sisir
 dan rontokan rambut ketika disisir, dan kulit mayang kurma jantan. Lalu, 
dimana semuanya itu berada? Tanya temannya. Dia menjawab, ‘ disumur Dzarwan. 
Kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mendatangi sumur itu bersama 
beberapa orang sahabat beliau. Lalu, beliau datang dan berkata, Wahai ’Aisyah, 
seakan-akan airnya berwarna merah seperti perasan daun pacar, dan seakan-akan 
kulit mayang kurmanya seperti kepala syaitan, Lalu kutanyakan, Wahai 
Rasulullah, tidakkah engkau meminta dikeluarkan? beliau menjawab, Allah telah 
menyembuhkanku, sehingga aku tidak ingin memberi pengaruh buruk kepada umat 
manusia dalam hal itu. Kemudian beliau memerintahkan untuk menimbunnya, maka 
semuanya pun ditimbun dengan segera. [1]

Makna Hadits :

Orang-orang yahudi, semoga Allah melaknat mereka, telah bersepakat dengan Labid 
bin al-A’sham, tukang sihir Yahudi terhebat, untuk menyihir Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa sallam dengan imbalan tiga dinar. Secara spontan, Labid, 
si manusia sengsara itu, segera melancarkan sihir pada beberapa helai rambut 
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Ada yang mengatakan bahwa Labid mendapatkan 
beberapa helai rambut itu dari seorang anak kecil yang pernah pergi kerumah 
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Pada beberapa helai rambut itu, Labid 
melancarkan sihirnya dan kemudian meletakannya disumur Dzarwan.

Secara lahiriah, melalui penggabungan beberapa hadits, bahwa sihir ini termasuk 
jenis sihir yang dimaksudkan untuk memisahkan suami dari isterinya. Dalam 
bayangan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau dapat mencampuri salah 
seorang istrinya, tetapi setelah mendekatinya, beliau tidak dapat melakukannya. 
Tetapi sihir yang dilancarkannya itu tidak berhasil mengenai akal, tingkah laku 
dan tindakan beliau, dan sihir itu tidak berhasil memberikan pengaruh kecuali 
seperti yang disebutkan diatas.

Para ulama telah berbeda pendapat mengenai masa sihir itu berlangsung. Ada yang 
mengatakan, empat puluh hari, dan ada juga yang mengatakan lain, wallahu ’alam. 
Kemudian, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memanjatkan do’a kepada Rabbnya 
dan bersungguh-sunggguh dalam memanjatkannya, sehingga Allah mengabulkan 
do’anya dan menurunkan dua malaikat, yang salah satunya duduk didekat kepada 
beliau dan satu lagi didekat kakinya. Salah seorang dari keduanya bertanya, 
Sakit apa dia? disihir, sahut temannya. Siapa yang telah menyihirnya? Tanya 
temannya lagi. Dia menjawab, Labid bin al-A’sham, si Yahudi. Selanjutnya, salah 
satu Malaikat itu menjelaskan bahwa sihirnya ada pada sisir dan rontokan rambut 
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, yang diletakan di kulit mayang kurma 
jantan, yang demikian itu adalah berpengaruh lebih kuat dan dahsyat, lalu 
ditimbun dibawah bongkahan batu di sumur Dzarwan.

Setelah kedua Malaikat itu selesai mendeteksi keadaan Nabi Shalallahu 'alaihi 
wa sallam, maka Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam memerintah untuk mengeluarkan 
sihir itu dan menimbunnya, dan dalam beberapa riwayat beliau membakarnya. Dari 
penggabungan jalan periwayatan hadits, tampak jelas bahwa orang-orang Yahudi 
telah melancarkan satu macam sihir yang paling dahsyat kepada Nabi Shalallahu 
'alaihi was allam, tujuan mereka adalah membunuh beliau. Diantara sihir itu 
memang ada yang mengakibatkan kematian, sebagaimana yang sudah diketahui, 
tetapi Allah Ta’ala melindungi beliau dari tipu daya mereka., sehingga sihir 
itu diringankan menjadi sihir yang paling ringan, yaitu sihir ar-rabth (ikatan).

Keraguan Dan Jawabanya:

Al-Mazari Rahimallahu mengatakan: Hadits tersebut telah ditolak oleh para 
pelaku bid’ah, dengan alasan karena hal itu telah menjatuhkan posisi kenabian 
dan menimbulkan keraguan terhadapnya. Masih menurut para pelaku bid’ah, 
membenarkan hadits tersebut secara otomatis menghilangkan kepercayaan terhadap 
syari’at. Mereka berkata, Bisa jadi pada saat itu muncul bayangan bahwa Jibril 
Alaihissalam mendatangi beliau, padahal Jibril tidak datang, dan seakan-akan 
jibril menyampaikan wahyu kepada beliau padahal tidak demikianâ€.

Lebih lanjut, al-Mazari mengemukakan: Apa yang mereka katakan itu sudah pasti 
tidak benar sama seakali, karena dalil risalah, yaitu mukjizat, menunjukan 
kebenaran apa yang beliau sampaikan dari Allah Ta’ala dan Kema’suman beliau 
dalam hal itu, dan membolehkan apa yang menjadi kebalikannya merupakan suatu 
hal yang bathil. [2]

Abul Jakni al- Yusufi Rahimallahu mengatakan: Terjadinya penyakit pada diri 
Nabi SAW yang disebabkan oleh sihir tidak akan berpengaruh pada martabat 
kenabian, karena penyakit yang tidak mengurangi martabat kenabian di dunia akan 
terjadi pada para Nabi Aalaihimushshaalatu Wassalam, dan meninggikan derajat 
mereka di akhirat. Pada saat itu, jika karena penyakit yang disebabkan oleh 
sihir itu terbayang oleh beliau Shallallaghu 'alaihi wa sallam bahwa beliau 
melakukan suatu urusan dunia padahal beliau tidak melakukannya, lalu setelah 
itu semua penyakit itu sembuh total karena Allah telah memberitahukan letak 
sihir itu dan cara mengeluarkannya dari tempatnya, serta menimbunnya, maka 
tidak ada aib dan kekurangan yang akan menodai risalah sama sekali, karena 
penyakit itu tidak berbeda dengan penyakit yang lainnya.

Sihir itu tidak berhasil mengacaukan akalnya, tetapi hanya berhasil mengenai 
fisik beliau saja, seperti pandangannya, dimana terkadang terbayangkan oleh 
beliau, bahwa beliau mencampuri istrinya, padahal beliau tidak melakukannya. 
Hal ini terjadi pada saat sakit, dan hal ini tidak berbahaya.

Selanjutnya, Abul Jakni al- Yusufi mengungkapkan: Memang sangat aneh orang yang 
menganggap penyakit yang menimpa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang 
disebabkan sihir ini bisa menodai risalah beliau, padahal secara jelas didalam 
Al-Quran telah disebutkan kisah Musa bersama para tukang sihir Fir’aun, dimana 
sihir telah membuat pandangan mereka melihat seakan-akan tongkat mereka sebagai 
ular, sehingga Allah tetap meneguhkan pendirian Musa, sebagai mana yang 
ditunjukan oleh firman-Nya:

Artinya : Kami berkata, Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling 
unggul (menang). Dan lemparkanlah apa yang ada ditangan kananmu, niscaya ia 
akan tipu daya tukang sihir( belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, 
dari mana saja ia datang. Lalu tukang sihir-sihir itu tersungkur dengan 
bersujud, seraya berkata, Kami telah percaya kepada Rabb Harun dan Musa. 
[Thaahaa: 68-70].

Dalam hal ini, tidak seorang pun dari ulama dan juga orang-orang cerdas yang 
mengatakan bahwa apa yang diperlihatkan pada Musa 'Alaihis salam berupa 
ular-ular, yang sebenarnya hanyalah tongkat para tukang sihir, adalah menodai 
risalahnya, bahkan terjadinya hal tersebut pada diri para nabi as menambah 
kekuatan iman mereka, karena dengan demikian Allah telah menolong mereka atas 
musuh-musuhnya, serta mengalahkan berbagai hal luar biasa dengan mukjizat yang 
sangat hebat, menghinakan para tukang sihir dan orang-orang kafir dan 
menjadikan akibat yang baik hanya bagi-orang-orang yang bertaqwa, sebagaimana 
yang dijelaskan dalam ayat-ayat al-Quran yang benar-benar menjelaskan. [3]

[2]. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa 
sallam beliau bersabda:

Artinya : Jauhilah oleh kalian tujuh dosa besar yang membinasakan. Para Sahabat 
bertanya, Wahai Rasulullah, apakah ketujuh dosa besar itu? Beliau menjawab: 
Syirik kepada Allah, sihir, dan membunuh jiwa yang diharamkan allah kecuali 
dengan alasan yang dibenarkan, memakan riba, memakan harta anak yatim, 
melarikan diri pada saat terjadi peperangan dan menuduh berzina wanita-wanita 
mukminah yang telah bersuami dan menjaga diri, yang tengah lengah. [4] 

Kandungan Hadits:

Kandungan dari hadits ini adalah, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam 
telah memerintahkan kita untuk menjauhi sihir, seraya menjelaskan bahwa sihir 
termasuk perbuatan dosa besar yang dapat membinasakan. Dan hal itu menunjukan 
bahwa sihir itu suatu hal yang benar-benar ada dan bukan khurafat (ceritta 
bohong).


[Disalin dari kitab Ash-Shaarimul Battaar Fit Tashaddi Lis Saharatil Asyraar 
edisi Indonesia Sihir & Guna-Guna Serta Tata Cara Mengobatinya Menurut 
Al-Qur'an Dan Sunnah, Penulis Wahid bin Abdissalam Baali, Terbitan Pustaka Imam 
Asy-Syafi'i]
_________
Foote Note
[1]. Diriwayatkan oleh al-Bukhari (X/222-Fat-h) dan Muslim dalam kitab as- 
Salaam bab as-Sihr (XIV/174-Nawawi) 
[2]. Zaadul Muslim (IV / 221).
[3]. Zaadul Muslim (IV / 22).
[4]. Diriwayatkan oleh al-Bukhari (V/393-Fat-h) dan Muslim (II/83-Nawawi
 

http://almanhaj.or.id/almanhaj_pdf.php?article_id=974

----- Original Message ----
From: Isal Murandi Artha (JA/EID) <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, September 14, 2006 2:20:05 AM
Subject: [assunnah] Apakah Rasulullah pernah terkena sihir yahudi?

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ada suatu kabar yang sampai kepada saya bahwa Rasulullah pernah terkena
SIHIR orang yahudi,

1. Apakah berita ini benar dan ada dalilnya?
2. Ataukah hanya fitnah orientalis?

Jazakumullah khair
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Isal




Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke