Resensi Buku
Judul : Alam Jin Menurut Al Qur'an dan As Sunnah
(Bantahan terhadap buku : Dialog Dengan Jin Muslim)
Penulis : Abdul Hakim bin Amir Abdat
Penerbit : Darul Qalam
Cetakan : II
Tahun : 2004
Halaman : ii + 146
[ISI BUKU]
Buku ini memuat bantahan terhadap buku yang ditulis oleh seorang wartawan
Mesir yang bernama Muhammad Isa Dawud yang menulis buku dengan judul "Dialog
dengan Jin Muslim".
Secara garis besar, buku 'Alam Jin Menurut Al Qur'an dan Sunnah ini terdiri
dari tiga bagian. Yang pertama, tentang alam jin menurut Al Qur'an dan
Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Yang kedua, tentang kaidah
kaidah syari'at. Dua bagian ini dirasa penting oleh Ust. Abdul Hakim bin
Amir Abdat untuk diterangkan sebagai fundamen / dasar sebelum memasuki bab
atau bagian ketiga. Bagian ketiga berisi tentang catatan atas buku 'Dialog
dengan Jin Muslim'. Ada 34 catatan koreksian yang dibuat oleh Ust. Abdul
Hakim terhadap buku 'Dialog dengan Jin Muslim'.
[ALAM JIN]
Ust. Abdul Hakim di bukunya tersebut menjelaskan sepuluh hal tentang alam
jin menurut Al Qur'an dan Sunnah.
PERTAMA
Jin dikenakan taklif (kewajiban) seperti halnya manusia. Dalilnya ayat Al
Qur'an (yang artinya) :
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka
menyembah-Ku (Adz Dzaariyaat : 56)
KEDUA
Jin ada yang mukmin dan ada juga yang kafir. Dalilny ayat Al Qur'an (yang
artinya) :
"Dan sesungguhnya di antara kami ada orang orang yang shalih dan diantara
kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang
berbeda beda." (Al Jin : 11)
Berkata Ust. Abdul Hakim :
"Ada yang mukmin pengikut tariqah ahlus sunnah wal jama'ah menurut pemahaman
salafush shalih, ada yang mukmin pengikut mu'tazilah dan ada yang mukmin
pengikut ahlul bid'ah lainnya. (hal 19)
KETIGA
Jin itu diciptakan lebih dahulu daripada manusia. Dalilnya Al Qur'an (yang
artinya) :
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat
kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan Kami telah
menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. (Al Hijr : 26-27)
KEEMPAT
Jin adalah satu bangsa yang besar dan terbagi bagi, sehingga Iblis termasuk
salah satu bangsa jin. Dalilnya Al Qur'an (yang artinya) :
"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu
kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan
jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan
keturunan keturunannya sebagai pemimpin selain daripada Ku, sedang mereka
adalah musuhmu? Amat buruklah Iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi
orang orang yang zalim." (Al Kahfi : 50)
KELIMA
Manusia lebih mulia daripada jin. Dalilnya adalah Al Qur'an (yang artinya) :
"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu
kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan
adalah ia termasuk golongan orang orang yang kafir." (Al Baqarah : 34)
Berkata Ust. Abdul Hakim,
"Oleh karena itu apabila ada manusia yang memohon pertolongan kepada jin,
maka ia membuat jin semakin sombong, takabur, dan besar kepala." (hal. 24)
KEENAM
Jin, termasuk Iblis beserta kaumnya tidak bisa dilihat oleh mata kepala
kita, manusia tidak bisa melihat jin (dalam rupa aslinya). Dalilnya Al
Qur'an (yang artinya) :
"Hai anak Adam, janganlah sekali kali kamu dapat ditipu oleh setan
sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia
menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya
auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut pengikutnya melihat kamu dari suatu
tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah
menjadikan setan setan itu pemimpin pemimpin bagi orang orang yang tidak
beriman." (Al A'raaf : 27)
KETUJUH
Manusia itu dapat dirasuki oleh jin, dengan kata lain "kesurupan".
Dalilnya adalah Al Qur'an Surat Al Baqarah : 275 (yang artinya) :
"Orang orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan
seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit
gila." (Al Baqarah : 275)
KEDELAPAN
Bahwa jin atau setan itu ada yang laki dan ada yang perempuan dan mereka
sama dengan kita, kawin dan bercampur antara laki laki dan perempuan.
Dalilnya Al Qur'an (yang artinya) :
"Dan bahwasannya ada beberapa orang laki laki diantara manusia meminta
perlindungan kepada beberapa laki laki diantara jin, maka jin jin itu
menambah bagi mereka dosa dan kesalahan." (Al Jin : 6)
Juga hadits yang merupakan do'a yang kita baca ketika masuk WC (yang
artinya) :
"Ya Allah aku berlindung kepada Mu dari jin yang laki laki dan yang
perempuan".
KESEMBILAN
Bangsa jin itu juga makan seperti kita, hanya saja makanannya tidak sama
dengan makanan kita dan adakalanya dia mencuri makanan kita sebagaimana
setan mencuri makanan zakat dari Abu Hurairah yang diperintah oleh
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk menjaganya.
Pada footnote nya disebutkan makanan jin diantaranya adalah tulang dan
kotoran, makanan manusia yang tidak menyebut nama Allah, dan minuman yang
terlarang.
KESEPULUH
Setan juga bermalam dan bertempat tinggal, ada kalanya mereka tinggal di
rumah rumah kita. Untuk itulah perlu membaca do'a ketika masuk rumah agar
setan tidak bermalam di rumah kita. Dalilnya adalah hadits dalam Shahih
Muslim no. 2018 (yang artinya) :
"Bila seseorang masuk rumahnya, lalu menyebut nama Allah ketika masuk dan
ketika makan, maka setan berkata (kepada kelompoknya) : Tidak ada penginapan
bagi kamu dan tidak ada makanan malam bagi kamu. Jika seseorang itu masuk
rumahnya dan tidak menyebut nama Allah, maka setan berkata (kepada
kelompoknya) : Kamu mendapatkan penginapan. Dan jika seseorang tidak
menyebut nama Allah ketika makan, maka setan berkata (kepada kelompoknya) :
Kamu akan mendapatkan penginapan dan makanan untuk malam."
[PERSONAL VIEW]
Maraknya tayangan tayangan tentang jin di media hanya memasyhurkan setan.
Yang berakibat semakin membesarkan dan mengagungkan Iblis dengan penuh rasa
takut. Oleh karena itu buku ini perlu sekali dibaca dan dipahami oleh kaum
muslimin. Agar kaum muslimin memahami permasalahan tentang alam jin sesuai
Al Qur'an dan Sunnah menurut pemahaman para shahabat.
Secara khusus, buku yang ditulis oleh Ustadz Abdul Hakim ini membantah buku
yang telah terbit sebelumnya yang ditulis oleh seorang wartawan Mesir,
dengan judul terjemahan Indonesia "Dialog dengan Jin Muslim". Wartawan Mesir
yang bernama Muhammad Isa Dawud ini mengambil semua khabar untuk bukunya
dari Jin Muslim sahabatnya. Yang berakibat mementahkan argumentasi ilmiah
dalam beragama, dengan hanya merujuk dari perkataan Jin Muslim sahabatnya
itu. Salah satu contohnya adalah penetapan suatu hadits itu sah atau tidak
dengan hanya merujuk pada perkataan Jin Muslim sahabatnya itu. Ini cukup
kontroversial sekali. Inilah yang dibantah dan diluruskan oleh Ustadz Abdul
Hakim bin Amir Abdat di bukunya "Alam Jin Menurut Al Qur'an dan As Sunnah".
Semoga bermanfaat.
Chandraleka
Independent IT Writer
Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/assunnah/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/