YANG WAJIB DIJAUHI OLEH ORANG YANG PUASA

Oleh
Syaikh Salim bin 'Ied Al-Hilaaly & Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid
sumber http://www.almanhaj.or.id


Ketahuilah wahai orang yang diberi taufik untuk mentaati Rabbnya Jalla 
Sya'nuhu, yang dinamakan orang puasa adalah orang yang mempuasakan seluruh 
anggota badannya dari dosa, mempuasakan lisannya dari perkataan dusta, kotor 
dan keji, mempuasakan lisannya dari perutnya dari makan dan minum dan 
mempuasakan kemaluannya dari jima'. Jika bicara, dia berbicara dengan 
perkataan yang tidak merusak puasanya, hingga jadilah perkataannya baik dan 
amalannya shalih.

Inilah puasa yang disyari'atkan Allah, bukan hanya tidak makan dan minum 
semata serta tidak menunaikan syahwat. Puasa adalah puasanya anggota badan 
dari dosa, puasanya perut dari makan dan minum. Sebagaimana halnya makan dan 
minum merusak puasa, demikian pula perbuatan dosa merusak pahalanya, merusak 
buah puasa hingga menjadikan dia seperti orang yang tidak berpuasa.

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menganjurkan seorang muslim yang 
puasa untuk berhias dengan akhlak yang mulia dan shalih, menjauhi perbuatan 
keji, hina dan kasar. Perkara-perkara yang jelek ini walaupun seorang muslim 
diperintahkan untuk menjauhinya setiap hari, namun larangannya lebih 
ditekankan lagi ketika sedang menunaikan puasa yang wajib.

Seorang muslim yang puasa wajib menjauhi amalan yang merusak puasanya ini, 
hingga bermanfaatlah puasanya dan tercapailah ketaqwaan yang Allah sebutkan.

"Artinya : Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa 
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa" 
[Al-Baqarah : 183]

Karena puasa adalah pengantar kepada ketaqwaan, puasa menahan jiwa dari 
banyak melakukan perbuatan maksiat berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 
'alaihi wa sallam : "Puasa adalah perisai"[1], telah kami jelaskan masalah 
ini dalam bab keutamaan puasa.

Inilah saudaraku se-Islam, amalan-amalan jelek yang harus kau ketahui agar 
engkau menjauhinya dan tidak terjatuh ke dalamnya, bagi Allah-lah untaian 
syair:

Aku mengenal kejelakan bukan untuk berbuat jelek tapi
untuk menjauhinya
Barangsiapa yang tidak tahu kebaikan dari kejelekkan akan
terjatuh padanya

[1]. Perkataan Palsu

Dari Abu Hurairah, Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan (tetap) 
mengamalkannya, maka tidaklah Allah Azza wa Jalla butuh (atas perbuatannya 
meskipun) meninggalkan makan dan minumnya" [Hadits Riwayat Bukhari 4/99]

[2]. Perbuatan Sia-Sia Dan Kotor

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Puasa bukanlah dari makan, minum (semata), tetapi puasa itu 
menahan diri dari perbuatan sia-sia dan keji. Jika ada orang yang mencelamu, 
katakanlah : Aku sedang puasa, aku sedang puasa " [Hadits Riwayat Ibnu 
Khuzaimah 1996, Al-Hakim 1/430-431, sanadnya SHAHIH]

Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengancam dengan 
ancaman yang keras terhadap orang-orang yang melakukan perbuatan tercela 
ini.

Bersabda As-Shadiqul Masduq yang tidak berkata kecuali wahyu yang diwahyukan 
Allah kepadanya.

"Artinya : Berapa banyak orang yang puasa, bagian (yang dipetik) dari 
puasanya hanyalah lapar dan haus (semata)" [Hadits Riwayata Ibnu Majah 
1/539, Darimi 2/211, Ahmad 2/441,373, Baihaqi 4/270 dari jalan Said 
Al-Maqbari dari Abu Hurairah. Sanadnya SHAHIH]

Sebab terjadinya yang demikian adalah karena orang-orang yang melakukan hal 
tersebut tidak memahami hakekat puasa yang Allah perintahkan atasnya, 
sehingga Allah memberikan ketetapan atas perbuatan tersebut dengan tidak 
memberikan pahala kepadanya. [Lihat Al-Lu'lu wal Marjan fima Ittafaqa 
'alaihi Asy-Syaikhani 707 dan Riyadhis Shalihin 1215]

Oleh sebab itu Ahlul Ilmi dari generasi pendahulu kita yang shaleh 
membedakan antara larangan dengan makna khusus dengan ibadah hingga 
membatalkannya dan membedakan antara larangan yang tidak khusus dengan 
ibadah hingga tidak membatalkannya. [Rujuklah : Jami'ul Ulum wal Hikam hal. 
58 oleh Ibnu Rajab]

[Disalin dari Kitab Sifat Shaum Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii 
Ramadhan, edisi Indonesia Sipat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam 
oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid, terbitan 
Pustaka Al-Haura, penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata]
_________
Foote Note.
[1] Telah lewat Takhrijnya
http://www.almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1104&bagian=0

_________________________________________________________________
FREE pop-up blocking with the new MSN Toolbar - get it now! 
http://toolbar.msn.click-url.com/go/onm00200415ave/direct/01/





Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke