Wa'alaikumussallam warohmatullohi wabarokatuh

Alhamdulillah ...
dibawah ini ana coba lampirkan Hadits-Hadist yang
berkaitan dengan Puasa lanjutan yang dilakukan oleh
Rosululloh Shallallohu 'alaihi wassallam yang dikenal
dengan sebutan "Shaum Wishal"
Adapun sebaiknya menurut ana agar kita tidak perlu
mengikuti beliau, sesuai anjurannya, agar umatnya
tidak menjadi sengsara.
Insya Alloh bermanfaat
Mohon koreksi dari Ikhwan Fillah semua apabila, dalam
isi hadits ini masih ada yang tidak sesuai

Hadits - 1
Diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallaHu 'anHu,
“ Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wassallam telah
melarang dari menyambung puasa. 
Para Sahabat bertanya: ” Bukankah kamu sendiri
melakukan puasa seperti itu ? 
Rosululloh Shallallohu ‘alaihi wassallam menjawab: 
” Aku tidak seperti kamu. Aku diberi makan dan minum
oleh Allah 
[HR.Imam Bukhari Kitab Puasa No.1788, Imam Muslim
No.1844,Abu Daud No.2013, Imam Malik No.590 & Imam
Ahmad Ibn Hambal “Kitab Juzuk”  2/128]

Hadits - 2
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallaHu 'anHu,dia
berkata;
Rasulullah Shalallohu ‘alaihi wassallam telah
melarang dalam menyambung puasa. 
Kemudian seorang lelaki dari kalangan mukminin telah
bertanya: 
“ Wahai Rasulullah bukankah kamu sendiri melakukan
puasa seperti itu ? 
Lalu Rasulullah Shalallohu ‘alaihi wassallam
bersabda, 
” Siapakah di antara kamu yang boleh menyamai aku ? 
Sesungguhnya di malam hari aku diberi makan dan minum
oleh Alloh. 
Apabila mereka tetap enggan dari mengakhiri menyambung
puasa (tidak mau berbuka), Rasulullah Shalallohu
‘alaihi wassallam sengaja membiarkannya 1(satu) atau
2(dua) hari. Namun pada hari ketiga mereka melihat
anak bulan.
Rasulullah Shalallohu ‘alaihi wassallam pun
bersabda: 
“ Sekiranya anak bulan itu terlambat datang, tentu
aku akan terus menyambung puasa kamu.  seakan-akan
memberi peringatan kepada mereka karena keengganan
mereka berhenti dari menyambung puasa.”
[HR.Imam Bukhari Kitab Puasa No.1829,1830, Imam Muslim
No.1846, Imam Malik No.591, Imam Ahmad Ibn Hambal
“Kitab Juzuk”  2/237,244,253, Iman Ad-Darimi
No.1641, 1644]

Hadits - 3
Diriwayatkan dari Anas radhiyallaHu 'anHu berkata: 
“Rasulullah Shalallohu ‘alaihi wassallam pernah
mengerjakan sembahyang di bulan Ramadan. Sebentar
kemudian aku datang lalu ikut berdiri di samping
baginda. Kemudian datang lagi orang lain dan ikut
berdiri di sampingku begitulah seterusnya sehingga
jumlahnya menjadi satu kumpulan. Dan Nabi Muhammad pun
menyadari kami berada di belakangnya,  Rasulullah
Shalallohu ‘alaihi wassallam mempercepat sembahyang
kemudian bergegas masuk ke rumah untuk meneruskan
sembahyangnya. Rasulullah Shalallohu ‘alaihi
wassallam tidak lagi sembahyang bersama kami. Keesokan
harinya kami bertanyakan hal itu kepada beliau: 
” Adakah semalam engkau sengaja memberikan pelajaran
kepada kami ?” 
Beliau menjawab: 
” Betul, itulah sebab yang mendorongku melakukannya.

Anas radhiyallaHu 'anHu  berkata lagi, 
kemudian Rasulullah Shalallohu ‘alaihi wassallam
menyambung puasanya. 
Hal itu terjadi di akhir bulan Ramadan. Beberapa orang
Sahabat juga turut menyambung puasa. Rasulullah
Shalallohu ‘alaihi wassallam kemudian bersabda: 
” Mengapa mereka mengikutku menyambung puasa,
sedangkan mereka tidak seperti aku? 
Demi Allah! Seandainya bulan ini ditambah untukku,
tentu aku akan terus berpuasa sehingga 
mereka yang memberati diri mereka itu berhenti dari
memberati diri mereka.
[HR.Imam Bukhari Kitab Puasa No.1825, Imam Muslim
No.1848, Imam At-Tarmizi No.709, Imam Ahmad Ibn Hambal
“Kitab Juzuk”  3/124,170,173, Iman Ad-Darimi
No.1642]

Hadits - 4
Diriwayatkan dari Saidatina Aisyah radhiyallaHu 'anHu
ma  berkata: 
Rasulullah Shalallohu ‘alaihi wassallam melarang
para Sahabat dalam menyambung puasanya
semata-mata karena didorong oleh perasaan kasihan
terhadap mereka. 
Kemudian mereka bertanya: 
“ Bukankah kamu sendiri yang menyambung puasa, wahai
Rasulullah? 
Beliau menjawab: 
” Sesungguhnya aku tidak seperti kamu. Aku diberi
makan dan minum oleh Tuhanku .”
[HR.Imam Bukhari Kitab Puasa No.1828, Imam Muslim
No.1850, Imam Ahmad Ibn Hambal “Kitab Juzuk” 
6/89,93,125,242,258]

Sukron
ach muslim

--- w_suroso <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh,
> 
> Perkenankan saya meminta penjelasan dari
> saudara-saudaraku ataupun 
> para ustadz pada milis ini mengenai "shaum wishal".
> Berikut ini 
> keterangan yang saya baca pada Majalah Al Muslimun
> (Luthfie Abdullah 
> Ismail, Shaum dan Masalahnya, Bonus Majalah Al
> Muslimun):
> "Shaum wishal adalah menyambung shaum satu hari atau
> lebih tanpa 
> berbuka. Shaum ini hanya dibolehkan untuk Nabi
> shalallahu `alaihi 
> wassalam (khususiyah Nabi shalallahu `alaihi
> wassalam) sedangkan 
> umat beliau haram mengerjakannya."
> 
> Pertanyaan saya yang kurang ilmu ini ialah:
> (1) Bagaimana bunyi hadits yang shahih mengenai
> shaum wishal?
> (2) Adakah tindakan Nabi shalallahu `alaihi wassalam
> yang tidak 
> untuk diteladani oleh umatnya?
> 
> Semoga Allah subhanahu wa ta'ala memberi ganjaran
> berlipat ganda 
> kepada para ahli ilmu yang ikhlas membagi ilmunya
> kepada yang 
> membutuhkan.
> Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh,
> Abu Farhan





Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke