Tiga Ibadah Penting Dalam Bulan Ramadhan 2/2

PUASA

Adapun jenis ibadah kedua yang ada pada bulan ini, yaitu puasa Ramadhan. Ibadah 
ini juga merupakan salah satu rukun Islam. Manfaat puasa telah dijelaskan oleh 
Allah subhanahu wa ta'ala dalam Al Qur'an surat Al Baqarah:183, yaitu agar ktia 
menjadi orang yang bertaqwa.

Itulah hakikah tujuan puasa, yaitu agar kita menjadi orang yang bertaqwa lepada 
Allah subhanahu wata'la. Yakni dengan menjalankan perintah-perintahNya dan 
menjauhi laranganNya. Maka seorang muslim semestinya melaksanakan yang telah 
menjadi kewajibannya. Dalam menjalankan puasa, seorang muslim juga dituntut 
untuk menjauhi hal-hal yang diharamkan, seperti berkata dusta, 
ghibah(menggunjing) dan lanilla. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam 
bersabda: "Barangsiapa yang tidak meninggalkan percatan dan perbuatan dusta, 
maka Allah tidak butuh pada puasanya" (HR Bukhari - Muslim)

Hadits ini menunjukkan, orang yang berpuasa, sangat ditekankan untuk 
meninggalkan perbuatan-perbuatan yang diharamkan ini. Mengana? Karena sangat 
berpengaruh terhadap puasa yang sedang dijalankan.

Namun amat disesalkan, banyak kaum Muslimin ketika menjalankan ibadah puasa 
pada bulan ini, keadaannya tidak berbeda antara saat berpuasa dan tidak puasa. 
Ada di antaranya yang tetap saja menganggap remeh kewajiban-kewajiban, atau 
tetap saja melakukan perbuatan-perbuatan yang diharamkan. Sungguh sangat 
disesalkan. Seorang mukmin yang berakal, ia tidak akan menjadikan hari-hari 
puasanya sama dengan hari-hari yang lain. Pada saat berpuasa, ia akan lebih 
bertaqwa kepada Allah, dan lebih bersemangat menjalankan perintahNya.

Semoga Allah subhanahu wa ta'ala menjadikan kita termasuk orang-orang yang 
menjalankan ibadah puasa dengan benar, dan semoga puasa yang kita lakukan 
diterima Allah subhanahu wa ta'ala.

SHALAT TARAWIH

Jenis ibadah yang ketiga dalam bulan Ramadhan, yaitu ibadah shalat tarawih. 
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wassalam sangat menganjurkan ibadah ini. Beliau 
shallallaahu 'alaihi wassalam menyampaikan dalam sabdanya: " Orang yang 
melaksanakan qiyam ramadhan (shalat tarawih) karena iman dan ingin mendapatkan 
balasan, maka dia akan diampuni dari dosanya " (HR Bukhari - Muslim)

Qiyam Ramadhan ini juga mencakup shalat-shalat sunat pada malam-malam Ramadhan 
dan shalat tarawih. Oleh karena itu, seharusnya kita memperhatikan dan 
senantiasa menjaganya. Kita laksanakan dengan penuh antusias bersama imam 
(masjid), dan tidak meninggalkan imam. Demikian ini karena Rasulullah 
shallallaahu 'alaihi wasslam telah bersabda: 

" Barangsiapa shalat bersama imam sampai imam itu selesai, maka dituliskan 
baginya shalat satu malam " 

Adapun kepada para imam  yang menjadi imam dalam shalat tarawih, hendaknya 
bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta'ala dalam menjalankannya. Seorang imam 
hendaklah tetap menjaga thuma'ninah dan dengan tenang, sehingga para makmum 
memiliki kesempatan untuk menjalankan hal-hal yang diwajibkan atau disunnahkan, 
sesuai dengan kemampuannya.

Sungguh pada masa sekarang ini, kita melihat fenomena yang amat menyedihkan. 
Ada di antara para imam yang melaksanakan shalat tarawih secara cepat, sehingga 
meninggalkan thuma'ninah. Padahal thuma'ninah merupakan salah satu rukun 
shalat. Pelaksanaan ibadah shalat yang tidak memperhatikan thuma'ninah adalah 
haram. Hal ini disebabkan: Pertama, karena ia meninggalkan thuma'ninah. Kedua, 
meskipun tidak sampai meninggalkan thuma'ninah, akan tetapi perbuatan imam 
tersebut telah menyebabkan orang-orang yang makmum kepadanya merasa kelelahan, 
dan tidak bisa melaksanakan yang seharusnya mereka lakukan. Dan perlu 
diketahui,orang yang menjadi imam dalam shalat, tidaklah sama dengan shalat 
sendirian. Seorang imam wajib memperhatikan para makmumnya, menunaikan amanah 
yang ada di pundaknya, serta melaksanakan shalat sebagaimana mestinya.

Para ulama menyebutkan, seorang imam dimakruhkan untuk mempercepat shalat, 
sehingga menyebabkan makmum tidak bisa melaksanakan hal-hal yang disunatkan. 
Lalu bagaimana kalau sang imam mempercepat shalatnya, sehingga para makmum 
tidak bisa melaksanakan hal-hal yang diwajibkan?

Terakhir, kami nasehatkan kepada diri kami sendiri, juga kepada kaum muslimin, 
hendaklah kita bertaubat dan kembali ke jalan Allah subhanahu wa ta'ala, 
melaksanakan ketaatan-ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta'ala sesuai dengan 
kemampuan, baik pada bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan.

Selesai

Dikutip dari Majalah As-Sunnah Edisi 06/TahunX/1427H/2006M




Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke