MALAM LAILATUL QADAR

Oleh
Syaikh Salim bin 'Ied Al-Hilaaly &  Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid
sumber http://www.almanhaj.or.id


Keutamaannya sangat besar, karena malam ini menyaksikan turunnya Al-Qur'an 
Al-Karim, yang membimbing orang-orang yang berpegang dengannya ke jalan 
kemuliaan dan mengangkatnya ke derajat yang mulia dan abadi. Umat Islam yang 
mengikuti sunnah Rasulnya tidak memasang tanda-tanda tertentu dan tidak pula 
menancapkan anak-anak panah untuk memperingati malam ini, akan tetapi mereka 
berloma-lomba untuk bangun di malam harinya dengan penuh iman dan mengharap 
pahala dari Allah.

Inilah wahai saudaraku muslim, ayat-ayat Qur'aniyah dan hadits-hadits 
nabawiyah yang shahih menjelaskan tentang malam tersebut.

[1]. Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Cukuplah untuk mengetahui tingginya kedudukan Lailatul Qadar dengan 
mengetahui bahwasanya malam itu lebih baik dari seribu bulan, Allah 
berfirman.

"Artinya : Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur'an pada malam Lailatul Qadar, 
tahukah engkau apakah malam Lailatul Qadar itu ? Malam Lailatul Qadar itu 
lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turunlah melaikat-malaikat dan 
Jibril dengan izin Allah Tuhan mereka (untuk membawa) segala usrusan, 
selamatlah malam itu hingga terbit fajar" [Al-Qadar : 1-5]

Dan pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.

"Artinya : Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi 
dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan 
segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. 
Sesungguhnya Kami adalah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui" [Ad-Dukhan : 
3-6]

[2]. Waktunya

Diriwayatkan dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa malam tersebut 
terjadi pada tanggal malam 21,23,25,27,29 dan akhir malam bulan Ramadhan. 
[1]

Imam Syafi'i berkata : "Menurut pemahamanku. wallahu 'alam, Nabi Shallallahu 
'alaihi wa sallam menjawab sesuai yang ditanyakan, ketika ditanyakan kepada 
beliau : "Apakah kami mencarinya di malam ini?", beliau menjawab : "Carilah 
di malam tersebut" [Sebagaimana dinukil Al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah 
6/386]

Pendapat yang paling kuat, terjadinya malam Lailatul Qadar itu pada malam 
terakhir bulan Ramadhan berdasarkan hadits Aisyah Radhiyallahu 'anha, dia 
berkata Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam beri'tikaf di sepuluh hari 
terkahir bulan Ramadhan dan beliau bersabda.

"Artinya : Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari 
terakhir bulan Ramadhan" [Hadits Riwayat Bukhari 4/225 dan Muslim 1169]

Jika seseorang merasa lemah atau tidak mampu, janganlah sampai terluput dari 
tujuh hari terakhir, karena riwayat dari Ibnu Umar, (dia berkata) : 
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Carilah di sepuluh hari terakhir, jika tidak mampu maka jangan 
sampai terluput tujuh hari sisanya" [Hadits Riwayat Bukhari 4/221 dan Muslim 
1165]

Ini menafsirkan sabdanya.

"Artinya : Aku melihat mimpi kalian telah terjadi, barangsiapa yang 
mencarinya carilah pada tujuh hari terakhir" [Lihat Maraji' tadi]

Telah diketahui dalam sunnah, pemberitahuan ini ada karena perdebatan para 
sahabat. Dari Ubadah bin Shamit Radhiyallahu 'anhu, ia berkata : Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa sallam ke luar pada malam Lailatul Qadar, ada dua 
orang sahabat berdebat, beliau bersabda.

"Artinya : Aku keluar untuk mengkhabarkan kepada kalian tentang malam 
Lailatul Qadar, tapi ada dua orang berdebat hingga tidak bisa lagi diketahui 
kapannya; mungkin ini lebih baik bagi kalian, carilah di malam 29. 27. 25 
(dan dalam riwayat lain : tujuh, sembilan dan lima)" [Hadits Riwayat Bukhari 
4/232]

Telah banyak hadits yang mengisyaratkan bahwa malam Lailatul Qadar itu pada 
sepuluh hari terakhir, yang lainnya menegaskan, di malam ganjil sepuluh hari 
terakhir. Hadits yang pertama sifatnya umum sedang hadits kedua adalah 
khusus, maka riwayat yang khusus lebih diutamakan dari pada yang umum, dan 
telah banyak hadits yang lebih menerangkan bahwa malam Lailatul Qadar itu 
ada pada tujuh hari terakhir bulan Ramadhan, tetapi ini dibatasi kalau tidak 
mampu dan lemah, tidak ada masalah, dengan ini cocoklah hadits-hadits 
tersebut tidak saling bertentangan, bahkan bersatu tidak terpisah.

Kesimpulannya.
Jika seorang muslim mencari malam lailatul Qadar carilah pada malam ganjil 
sepuluh hari terakhir : 21, 23,25,27 dan 29. Kalau lemah dan tidak mampu 
mencari pada sepuluh hari terakhir, maka carilah pada malam ganjil tujuh 
hari terakhir yaitu 25,27 dan 29. Wallahu 'alam

[3]. Bagaimana Mencari Malam Lailatul Qadar.?

Sesungguhnya malam yang diberkahi ini, barangsiapa yang diharamkan untuk 
mendapatkannya, maka sungguh telah diharamkan seluruh kebaikan (baginya). 
Dan tidaklah diharamkan kebaikan itu, melainkan (bagi) orang yang diharamkan 
(untuk mendapatkannya). Oleh karena itu dianjurkan bagi muslimin (agar) 
bersemangat dalam berbuat ketaatan kepada Allah untuk menghidupkan malam 
Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala-Nya yang besar, 
jika (telah) berbuat demikian (maka) akan diampuni Allah dosa-dosanya yang 
telah lalu.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Barang siapa berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan 
penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya 
yang telah lalu" [Hadits Riwayat Bukhari 4/217 dan Muslim 759]

Disunnahkan untuk memperbanyak do'a pada malam tersebut. Telah diriwayatkan 
dari Sayyidah Aisyah Radhiyallahu 'anha, (dia) berkata : "Aku bertanya, "Ya 
Rasulullah ! Apa pendapatmu jika aku tahu kapan malam Lailatul Qadar 
(terjadi), apa yang harus aku ucapkan ?" Beliau menjawab, "Ucapkanlah :
"Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul afwa fa'fu'annii"
"Ya Allah Engkau Maha Pengampun dan mencintai orang yang meminta ampunan, 
maka ampunilah aku" [2]

Saudaraku -semoga Allah memberkahimu dan memberi taufiq kepadamu untuk 
mentaati-Nya- engkau telah mengetahui bagaimana keadaan malam Lailatul Qadar 
(dan keutamaannya) maka bangunlah (untuk menegakkan shalat) pada sepuluh 
malam terakhir, menghidupkannya dengan ibadah dan menjauhi wanita, 
perintahkan kepada isterimu dan keluargamu untuk itu, perbanyaklah perbuatan 
ketaatan.

Dari Aisyah Radhiyallahu 'anha.

"Artinya : Adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, apabila masuk 
pada sepuluh hari (terakhir bulan Ramadhan), beliau mengencanngkan 
kainnya[3] menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya" [Hadits 
Riwayat Bukhari 4/233 dan Muslim 1174]

Juga dari Aisyah, (dia berkata) :

"Artinya : Adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam 
bersungguh-sungguh (beribadah apabila telah masuk) malam kesepuluh 
(terakhir) yang tidak pernah beliau lakukan pada malam-malam lainnya" 
[Hadits Riwayat Muslim 1174]

[4]. Tanda-Tandanya

Ketahuilah hamba yang taat -mudah-mudahan Allah menguatkanmu degan ruh 
dari-Nya dan membantu dengan pertolongan-Nya- sesungguhnya Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa sallam menggambarkan paginya malam Lailatul Qadar 
agar seorang muslim mengetahuinya.

Dari 'Ubay Radhiyallahu 'anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu 'alaihi 
wa sallam bersabda.

"Artinya : Pagi hari malam Lailatul Qadar, matahari terbit tidak 
menyilaukan, seperti bejana hingga meninggi" [Hadits Riwayat Muslim 762]

Dari Abu Hurairah, ia berkata : Kami menyebutkan malam Lailatul Qadar di 
sisi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda.

"Artinya : Siapa di antara kalian yang ingat ketika terbit bulan seperti 
syiqi jafnah" [4]

Dan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma, ia berkata : Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : (Malam) Lailatul Qadar adalah malam yang indah, cerah, tidak 
panas dan tidak juga dingin, (dan) keesokan harinya cahaya sinar mataharinya 
melemah kemerah-merahan" [Tahayalisi 349, Ibnu Khuzaimah 3/231, Bazzar 
1/486, sanadnya Hasan]

[Disalin dari Kitab Sifat Shaum Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii 
Ramadhan, edisi Indonesia Sipat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam 
oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid, terbitan 
Pustaka Al-Haura, penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata]
_________
Foote Note.
[1]. Pendapat-pendapat yang ada dalam masalah ini berbeda-neda, Imam 
Al-Iraqi telah mengarang satu risalah khusus diberi judul Syarh Shadr 
Bidzikri Lailatul Qadar, membawakan perkataan para ulama dalam masalah ini, 
lihatlah...
[2]. Hadits Riwayat Tirmidzi 3760, Ibnu Majah 3850 dari Aisyah, sanadnya 
Shahih. Lihat syarahnya Bughyatul Insan fi Wadhaifi Ramadhan hal. 55-57 
karya Ibnu Rajab Al-Hambali.
[3]. Menjauhi wanita (yaitu istri-istrinya) karena ibadah, menyingisngkan 
badan untuk mencarinya
[4]. Muslim 1170. Perkataan : "Syiqi jafnah" syiq artinya setengah, jafnah 
artinya bejana. Al-Qadhi 'Iyadh berkata : "Dalam hadits ini ada isyarat 
bahwa malam Lailatul Qadar hanya terjadi di akhir bulan, karena bulan tidak 
akan seperti demikian ketika terbit kecuali di akhir-akhir bulan".

_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! 
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/






Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke