waalaikumsalaam,
1. Saddu dzari'ah, sebaiknya suatu sebab yang bisa menimbulkan fitnah dihindari 
apalagi sesama bujang. Perkataan seperti ini sebaiknya dihindari lebih baik 
disimpan saja dan memang wajar kog kita saling cinta karena kita sama-sama 
mencintai karena ketaatan pada Allah SWT, sedangkan menjaharkan lebih baik 
dihindari. Setan sangat piawai dan lihai mempermainkan hati manusia meskipun 
awalnya baik-baik saja dan memang dalam kerangkan kebaikan. Coba kita ambil 
ibroh berapa banyak ikhwan dan akhwat aktivis pengajian kampus, sekolah, umum 
yang terjatuh dalam fitnah meskipun kecil (jatuh cinta dan gangguan hati) 
sampai meluas digosipkan ada "kedekatan". Negatif dan bahaya kan dampaknya ?? 
bahkan hati kita sendiri barangkali pernah sedikit terfitnah dan semoga menjadi 
pelajaran agar tidak terjatuh lagi dan terfitnah lagi. Ucapan ikhwan itu tidak 
perlu direspon namun jika dia mengatakan lagi pada ikhwannya tidak perlu 
diucapkan.
Contoh yang lain lagi adalah: seorang akhwat menelpon ikhwan dan begitu 
sebaliknya memang boleh saja, tetapi rawan fitnah apalagi bujang (termasuk yang 
udah berkeluarga juga mungkin) sehingga menurut saya yang bisa mereverse 
(mengendalikan) itu hati masing-masing.
2. TIdak ada salahnya Anda mencoba karena kemampuan menyampaikan (mengisi 
pengajian) dimulai dari "ketidakpercayaan diri" tidak bisa . Saya sangat 
prihatin dengan minimnya jumlah ustadzah yang bisa mengisi pengajian dan 
terlalu menggantungkan para ustads yang jam terbangnya sudah sangat tinggi. 
Kalau Anda Lebih baik belajar memulai dan bertahap diperbaiki. Caranya adalah 
tentukan dulu materi dan batasilah apa yang akan Anda sampaikan. Kemudian 
pelajari ulang dan baca ulang beberapa hari sebelum mengisi pengajian. Kemudian 
ringkas pokok-pokok yang ingin disampaikan. TIdak ada salahnya berbicara di 
depan kaca.
Peserta pengajian lebih perhatian dan mudah mencerna apa yang kita sampaikan 
jika ada ilustrasi: kisah, analogi dan bisa sedikit humor (sedikit saja lho !). 
Sebaiknya durasi pengajian tidak terlalu panjang biasanya 1 jam cukup karena 
secara teori ceramah/kuliah yang lebih dari 75 menit sudah tidak diperhatikan 
peserta.
Selamat mencoba, saya doakan Anda sukses mengisi pengajian !
Wassalaamualalikum


maratus sHaLiHaH <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
assalamu'alaykum,

adakah yg bisa beri nasihat?
1. bagaimana hukumnya jika seorang laki2 mengatakan
"ana uhibbuki Fillah" kepada wanita yg bukan mahrom
nya ?
2. walaupun -+6tahun mengaji di kajian salaf, namun
ketika diminta teman2 untuk mengisi kajian muslimah di
masjid kampus (bab Fiqh), dan ana belum berani. karena
masih takut salah, takut tidak bisa bil bikmah dsb,
sebab sifat ana tidak suka basa-basi.
apa yg sebaiknya ana lakukan, apakah tetap mengisi
kajian muslimah tsb ataukah tidak?

jazaakumullah khoiron,

wassalamu'alaykum

shalihah
1985/1405H



---------------------------------
How low will we go? Check out Yahoo! Messenger’s low  PC-to-Phone call rates.





Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke