Afwan sebelumnya, kelemahan hadits (pertama) dibawah ini ada di mana?
Maksud ana di perawinya atau dimananya? Mohon penjelasannya.

________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Syamsul Ariefin
Sent: Tuesday, September 19, 2006 8:21 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [assunnah] Tanya : Berma'afan Sebelum Puasa

Waalaikumsalam warahmatullah,

Biasanya orang yang bikin acara beginian mendasarkan pada hadits ini:

Ketika Rasullullah sedang berhotbah pada suatu Sholat Jum'at (dalam
bulan Sya'ban), beliau mengatakan Aamin sampai tiga kali, dan para
sahabat begitu mendengar Rasullullah mengatakan Aamin, terkejut dan
spontan mereka ikut mengatakan Aamin.
Tapi para sahabat bingung, kenapa Rasullullah berkata Aamin sampai tiga
kali. Ketika selesai sholat Jum'at, para sahabat bertanya kepada
Rasullullah, kemudian beliau menjelaskan: "Ketika aku sedang berhotbah,
datanglah Malaikat Zibril dan
berbisik, hai Rasullullah aamin-kan do'a ku ini," jawab Rasullullah.

Do'a Malaikat Zibril itu adalah sbb:
"Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki
bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:

Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih
ada);
Tidak berma'afan terlebih dahulu antara suami istri;
Tidak berma'afan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.

Maka Rasulullah pun mengatakan Aamin sebanyak 3 kali.

Bandingkan dengan hadits SHOHIH ini:

"Artinya : Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam naik ke atas mimbar
kemudian
berkata, "Amin, amin, amin".

Para sahabat bertanya. "Kenapa engkau berkata 'Amin, amin, amin, Ya
Rasulullah?"

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Telah datang malaikat
Jibril dan ia berkata : 'Hai Muhammad celaka seseorang yang jika disebut
nama engkau namun dia tidak bershalawat kepadamu dan katakanlah amin!'
maka kukatakan, 'Amin',

kemudian Jibril berkata lagi,
'Celaka seseorang yang masuk bulan Ramadhan tetapi keluar dari bulan
Ramadhan tidak diampuni dosanya oleh Allah dan katakanlah amin!', maka
aku berkata : 'Amin'.

Kemudian Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata lagi. 'Celaka
seseorang yang mendapatkan kedua orang tuanya atau salah seorang dari
keduanya masih hidup tetapi justru tidak memasukkan dia ke surga dan
katakanlah amin!' maka kukatakan, 'Amin".

[Hadits Riwayat Bazzar dalam Majma'uz Zawaid 10/1675-166, Hakim 4/153
dishahihkannya dan disetujui oleh Imam Adz-Dzahabi dari Ka'ab bin
Ujrah,diriwayatkan juga oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad no. 644
(Shahih Al-Adabul Mufrad No. 500 dari Jabir bin Abdillah)]

Kesimpulannya: Tidak ada tuntunan untuk meminta maaf untuk mengawali
puasa karena meminta maaf tidak menunggu datangnya puasa dan bukan
merupakan bagian dari ibadah puasa itu sendiri.

Wallahu a'lam
Syamsul



On 9/18/06, Adi Wiarto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Assalamu'alaikum

Apakah seblum kita menjalankan ibadah shaum, kita diwajibkan saling
berma'afan?
Apakah ada hadist shohih yg menjelaskannya?
Mohon pencerahannya.
Terima kasih.





Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke