Assalamu alaikum war.wab.

saya mau nanya, tentang pelanggaran haji point keempat tentang kepergian wanita 
tanpa mahrom, sebelumnya hal ini sempat menjadi diskusi yang hangat dimilis ini.

saya pernah berkonsultasi dengan seorang ust. lulusan madinah (universitas 
Islam Madinah) yang kini melanjutkan phdnya di Malaysia, dan dia juga ustadz 
yang menyebarkan dakwah salafi. dia mengatakan bahwa menurut imam syafii, hal 
ini dibenarkan selama dia mengikut kepada rombongan dan ada ketua tim 
rombongan, dan didalam tim itu ada rombongan perempuan.

Kedua, saya memiliki beberapa sahabat perempuan dan juga mereka pernah ikut 
melaksanakan ibadah haji beberapa tahun yang lalu, dan mereka pun berangkat 
tanpa mahrom, dan saya melihat tidak ada keberatan dari jamaah kajian mereka 
atas keberangkatannya.

Nah, saya ingin tanyakan tentang persoalan ini, mungkin ada yang bisa 
memberikan ilmunya dan membaginya...

jazakillah khoir

wassalamu alaikum war.wab
Sister Rahma, Malaysia


[Catatan Admin]
Mohon bila me-reply email yang dikirimkan ke milis Assunnah, dapat menghapus 
bagian yang tidak perlu, sehingga email yang dikirimkan menjadi tidak terlalu 
panjang, dan dapat lebih fokus terhadap pertanyaan atau permasalahan yang ingin 
dibahas.
Wallahu'alam



Ibnu Djunaid <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
PELANGGARAN YANG BANYAK TERJADI PADA SEBAGIAN JAMA'AH HAJI INDONESIA

Kantor Da'wah dan Penyuluhan Bagi Pendatang Al Sulay – Riyadh


بسم الله الرØ&shy;من الرØ&shy;يم

Ibadah haji merupakan ibadah yang agung. Dia juga merupakan rukun Islam ke 
lima. Jika datang musim haji setiap tahun maka kaum muslimin seluruh dunia 
berbondong-bondong mendatangi tanah Haram Makkah Al Mukarromah.

Jama'ah haji Indonesia adalah jama'ah haji terbesar jumlahnya diantara 
bangsa-bangsa lain. Kenyataan tersebut tentu patut disyukuri, karena paling 
tidak hal tersebut menunjukkan minat yang besar dari masyarakat Indonesia untuk 
memenuhi panggilan Allah سبØ&shy;انه وتعالى beribadah haji. Akan 
tetapi disisi lain yang patut dijadikan perhatian adalah masih banyaknya 
terjadi perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran Islam pada sebagian jama'ah 
haji Indonesia. Hal ini tentu membutuhkan penyadaran agar ibadah haji 
terlaksana dengan sebaik-baiknya serta tidak melanggar ajaran-ajaran Allh 
سبØ&shy;انه وتعالى

Tulisan ini bermaksud membicarakan beberapa catatan yang sangat penting 
diketahui oleh jama'ah haji.

Namun sebelum membicarakan hal tersebut ada satu hal yang patut dijadikan 
pegangan bagi setiap jama'ah haji yaitu :

Wajib bagi setiap mu'min yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya untuk tunduk 
dan patuh terhadap syariat Allah سبØ&shy;انه وتعالى dalam semua 
sisinya tanpa pengecualian.

Allah سبØ&shy;انه وتعالى berfirman :

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلا مُؤْمِنَةٍ 
إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا 
أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ 
أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ 
وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا مُبِينًا 
(٣٦)

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan 
yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan 
ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan Barangsiapa 
mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah Dia telah sesat, sesat yang 
nyata. (Al Ahzab : 36)

Ayat ini mengajarkan kita untuk tidak memiliki pilihan lain dihadapan ajaran 
Allah dan Rasul-Nya kecuali tunduk dan patuh terhadap-Nya, jika tidak, maka 
kita termasuk orang yang sangat tersesat.

Apabila kita pahami kaidah ini, maka mestinya kita siap melaksanakan semua 
syariat Allah dan Rasul-Nya. Jika kita sekarang melaksanakan ibadah haji dalam 
rangka tunduk kepada Allah سبØ&shy;انه وتعالى, maka kita siap 
menjalankan semua apa yang Allah سبØ&shy;انه وتعالى perintahkan dan 
meninggalkan apa yang dilarang-Nya. Agar jangan ada lagi diantara kaum mislimin 
yang melaksanakan sebagian ajaran Islam dan mengabaikan sebagiannya, sehingga 
dia seperti orang-orang ahli kitab yang di cela Allah سبØ&shy;انه 
وتعالى sebagaiman firmannya :

... أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ 
وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ فَمَا جَزَاءُ مَنْ 
يَفْعَلُ ذَلِكَ مِنْكُمْ إِلا خِزْيٌ فِي 
الْØ&shy;َيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ 
الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَى أَشَدِّ 
الْعَذَابِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا 
تَعْمَلُونَ (٨٥)

Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al kitab (Taurat) dan ingkar terhadap 
sebahagian yang lain? Tiadalah Balasan bagi orang yang berbuat demikian 
daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat 
mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa 
yang kamu perbuat. (Al Baqarah: 85)

Besarnya keutamaan ibadah haji yang kita lakukan bukan alasan bagi kita untuk 
meninggalkan sebagian perintah Allah سبØ&shy;انه وتعالى dan 
melaksanakan sebagian larangan-larangan-Nya, justru sebaliknya kita harus 
berusaha untuk tidak mengurangi keutamaan ibadah ini dengan sedapat mungkin 
menjaga ketentuan-ketentuan yang telah disyariatkan.

Berikut akan kami jelaskan beberapa perilaku menyimpang yang masih banyak 
dilakukan jama'ah haji :

..... [deleted by Admin]

4. Kepergian seorang wanita tanpa mahrom.

Boleh dikatakan bahwa sebagian besar jamaah haji Indonesia adalah wanita. Namun 
yang patut disayangkan adalah bahwa kepergian mereka banyak yang tidak 
disampingi seorangpun mahrom. Hal ini juga bertentangan dengan pesan Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa sallam agar wanita yang melakukan safar hendaknya 
didampingi seorang mahrom.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Dan janganlah seorang wanita melakukan safar kecuali dia bersama mahromnya' 
Maka seseorang berdiri seraya berkata: "Wahai Rasulullah sesungguhnya istriku 
berangkat menunaikan ibadah haji, sedang aku telah ditentukan untuk berangkat 
dalam perang ini dan itu' beliau bersabda: "Berangkatlah pergi haji bersama 
istrimu" (HR Bukhari dan Muslim)

Perhatikan betapa seorang mujahid yang hendak berperang di jalan Allah 
diperintahkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk mengurungkan 
niatnya demi mendampingi istrinya dalam perjalanan menempuh haji. Hal ini 
menunjukkan betapa pentingnya keberadaan seorang mahrom bagi wanita yang 
melakukan safar. Maka mengabaikan hal ini terhitung sebagai maksiat, sudikah 
anda pergi haji dalam keadaan maksiat kepada Allah سبØ&shy;انه 
وتعالى ?

Kepergian seorang wanita dalam safar tanpa ada sorang mahrom yang 
mendampinginya banyak menimbulkan mudharat dan fitnah, selain perbuatan itu 
sendiri diharamkan dalam agama. Oleh karena itu para ulama berpendapat bahwa 
jika seorang wanita yang sudah mempunyai biaya untuk menunaikan ibadah haji 
namun dia tidak mendapatkan seorang mahrom pun yang mendampinginya, maka dia 
digolongkan orang yang belum mampu sehingga dirinya belum terkena kewajiban 
melaksanakan haji (lihat Fatawa Allajnah Daa'imah Lilbuhuuts Al Ilmiah Wal 
Iftaa', jilid 11 hal 90-93).

Allah سبØ&shy;انه وتعالى tidak akan menyia-nyiakan niat baik 
seseorang yang ikhlas karena-Nya walaupun belum sempat terlaksana.

..... [deleted by Admin]

(diketik ulang dari buletin buat jamaah haji Indonesia, yang disediakan oleh 
Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia, dan diterbitkan oleh: Kantor Da'wah dan 
Penyuluhan Bagi Pendatang Al Sulay – Riyadh, PO BOX 1419 RIYADH 11431, K.S.A)



---------------------------------
Get your own web address for just $1.99/1st yr. We'll help. Yahoo! Small 
Business.




Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke