Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh Mas Joko
 
Semoga artikel berikut ini dapat bermanfaat.
 
Shalat Dhuha (Shalat al Awwaabiin)

Dhuha menurut ahli fiqih ialah waktu antara meningginya matahari hingga tergelincirnya (Hasyiah Ibnu Abidin II/23)

Dari Abu Hurairah radhiyallaHu ‘anHu, ia berkata,

“Kekasihku (maksudnya adalah Nabi ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam) mewasiatkan tiga perkara kepadaku, puasa tiga hari pada tiap bulan, dua raka’at shalat dhuha dan shalat witir sebelum tidur” (HR. Muslim no. 721 dan Abu Dawud no. 1271)

Keutamaan Shalat Dhuha,

Dari Abu Dzarr radhiyallaHu ‘anHu, Rasulullah ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam bersabda,

“Bagi masing – masing ruas dari anggota tubuh salah seorang diantara kalian harus dikeluarkan sedekah. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh untuk berbuat baik pun sedekah dan mencegah kemungkaran juga sedekah. Dan semua itu bisa disetarakan ganjarannya dengan dua rakaat shalat Dhuha” (HR. Muslim no. 720)

Dari Abu Hurairah radhiyallaHu ‘anHu, ia berkata,

“Tidak ada yang memelihara shalat dhuha kecuali orang – orang yang kembali kepada Allah (awwaabiin)” (HR. Ibnu Khuzaimah II/228, al Hakim dalam al Mustadrak I/314 dan lainnya)

Hukum Shalat Dhuha,

Shalat dhuha pada waktu dhuha (pagi hari) merupakan hal yang baik lagi disukai (Majmuu’ al Fataawaa XXII/284 oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah). Namun tidak ada riwayat yang menunjukkan kewajiban shalat dhuha.

Menurut jumhur ulama (Umdah al Qari VII/240, Mawahib al Jalil II/67, Raudhah ath Thalibin I/337 dan al Mugni II/132), shalat dhuha dianjurkan secara mutlak dan dianjurkan dikerjakan secara rutin kecuali pendapat madzhab Hanabilah yang menganjurkan dikerjakan sekali waktu dan ditinggalkan pada waktu lainnya (al Furu’ I/567 oleh Ibnu Muflih)

Waktu Shalat Dhuha,

Waktu shalat dhuha dimulai sejak terbit matahari sampai zawal (condong). Dan waktu yang terbaik untuk mengerjakan shalat dhuha adalah pada saat matahari terik. Dari Zaid bin Arqam, Rasulullah ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam bersabda,

“Shalat awwaabiin (orang – orang yang kembali kepada Allah) adalah ketika anak – anak unta sudah merasa kepanasan” (HR. Muslim no. 748)

Jumlah Raka’at Shalat Dhuha,

Disyari’atkan kepada orang muslim untuk mengerjakan shalat dhuha dua, empat, enam, delapan atau dua belas raka’at berdasarkan hadits – hadits shahih dan hasan sebagaimana yang telah dijelaskan oleh para ulama.

Dari Abu Darda’ dan Abu Dzar radhiyallaHu ‘anHuma, dari Rasulullah ShallallaHu ‘alaihi wa sallam, Allah Ta’ala berfirman,

“Wahai anak Adam, ruku’lah untuk-Ku empat raka’at di awal siang, niscaya Aku mencukupimu di akhir siang” (HR. at Tirmidzi no. 475 dan Ahmad dalam al Musnad VI/440, dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam Shahiih Sunan at Tirmidzi I/147)

Dari Anas bin Malik radhiyallaHu ‘anHu, ia berkata,

“Bahwa Nabi pernah mengerjakan shalat dhuha enam raka’at” (HR. at Tirmidzi no. 273, hadits ini shahih lighairiHi, lihat Irwaa-ul Ghalil II/216 oleh Syaikh al Albani)

Dari Ummu Hani radhiyallaHu ‘anHa, ia berkata,

“ … Selanjutnya Fathimah mengambilkan kain beliau dan menyelimutkannya ke beliau, setelah itu beliau shallallaHu ‘alaiHi wa sallam mengerjakan shalat dhuha delapan raka’at” (HR. al Bukhari no. 1176 dan Muslim no. 336)

Dari Abu Darda’ radhiyallaHu ‘anHu, Rasulullah ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa mengerjakan shalat dhuha dua raka’at maka dia tidak ditetapkan termasuk orang – orang yang lengah. … Dan barangsiapa mengerjakan shalat dua belas raka’at maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga” (HR. al Haitsami dalam Majma’uz Zawaa-id II/237, dihasankan oleh Syaikh al Albani dalam Shahiih at Targhib wat Tarhiib I/279)

Maraji’ :

  1. Meneladani Shalat – shalat Sunnah Rasulullah, Syaikh Muhammad bin Umar bin Salim Bazmul, Pustaka Imam asy Syafi’i, Bogor, Cetakan Kedua, Rabi’ul Awal 1425 H/April 2004 M.
  2. Panduan Fiqih Lengkap Jilid 1, Syaikh ‘Abdul ‘Azhim bin Badawi al Khalafi, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Jumadil Akhirah 1426 H/Juli 2005 M.
  3. Shahih Fiqih Sunnah Jilid 2, Syaikh Abu Malik Kamal bin as Sayyid Salim, Pustaka at Tazkia, Jakarta, Cetakan Pertama, Rajab 1427 H/Agustus 2006 M.
 






joko santoso <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
assalamu'alaykum wr wb

ana mau tanya
1. kapan waktu dimulai dan akhir unt sholat dhuha
2. jumlah rakaat nya
3. dan kaifiat mengerjakanya

jazakallah khoir atas jawabannya

wassalamu'alaykum wr wb

---------------------------------
Do you Yahoo!?
Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail.




Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya.  Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar" (QS. An Nisaa' : 48)
 
Dari Abu Dzar ra., Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Jibril berkata kepadaku, 'Barangsiapa diantara umatmu yang meninggal dunia dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, maka pasti dia masuk surga'" (HR. Bukhari) [Hadits ini terdapat pada Kitab Shahih Bukhari]


How low will we go? Check out Yahoo! Messenger’s low PC-to-Phone call rates. __._,_.___

Website anda:
http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke