Assalamu'alaykum,

Afwan dengan jawaban sebelumnya, jawaban akhi Abu Abdillah lebih
mengena, berikut ana kutibkan jawabannya :

>From: "hermansyahdwiwijaya" <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Sun Oct >1, 2006 1:39 pm
>assalamu'alaikum
>temanku ada yang bertanya kepadaku tentang ALLAH itu asal nya
>darimana. terus aku jawab kalo ALLAH itu ESA, dan tidak beranak dan
>diperanakkan, dan tidak ada satupun yang setara dengan DIA. seperti
>yang dijelaskan di surat ikhlas itu.
>tapi temanku tetep menganggap jawaban itu masih belum memberi jawaban
>tentang darimana asal ALLAH.
>sebaiknya apa yang aku lakukan, soalnya aku sendiri takut terjebak
>dalam diskusi ini, sehingga melemahkan tauhidku.
>tolong saya saudaraku.makasih sebelunya
>assalamu'alaikum


Sesungguhnya perdebatan dalam soal ini (dari mana asal Allah dan siapa yang
menciptakan Allah)amatlah sedikit gunanya atau boleh jadi tidak ada gunanya
sama sekali. Tetapi sayang, kebanyakan orang tidak menghiraukannya.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya salah
seorang kamu akan didatangi syetan, lalu bertanya : “Siapakah yang
menciptakan kamu?” Lalu dia mejawab : “Allah”. Syetan berkata : “Kemudian
siapa yang menciptakan Allah?”. Jika salah seorang kamu menemukan demikian,
maka hendaklah dia membaca “amantu billahi wa rasulih” (aku beriman kepada
Allah dan RasulNya), maka (godaan) yang demikian itu akan segera hilang
darinya”

Lengkapnya saya salinkan dari situs almanhaj.


JAWABAN : SIAPA YANG MENCIPTAKAN ALLAH?

Oleh
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani
sumber http://www.almanhaj.or.id

“Artinya : Sesungguhnya salah seorang kamu akan didatangi syetan, lalu
bertanya : “Siapakah yang menciptakan kamu?” Lalu dia mejawab : “Allah”.
Syetan berkata : “Kemudian siapa yang menciptakan Allah?”. Jika salah
seorang kamu menemukan demikian, maka hendaklah dia membaca “amantu billahi
wa rasulih” (aku beriman kepada Allah dan RasulNya), maka (godaan) yang
demikian itu akan segera hilang darinya”

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad (6/258): “Telah bercerita kepadaku
Muhammad bin Ismail dia berkata : “Telah bercerita kepadaku Adh-Dhahak, dari
Hisyam bin Urwah dari bapaknya dari Aisyah, bahwa sesungguhnya Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : (kemudian dia menyebutkan hadits
itu).

Saya menilai : Hadits ini sanadnya hasan, sesuai dengan syarat Muslim. Semua
perawi hadits ini adalah para perawi Muslim yang beliau jadikan pegangan
dalam Shahih-nya. Tetapi Adh-Dhahak adalah Ibnu Utsman Al-Asadi Al-Huzami,
dimana sebagian imam masih memperbincangkan mengenai hafalannya. Namun insya
Allah hal itu tidak menurunkan haditsnya dari tingkat hasan. Bahkan Sufyan
Ats-Tsauri dan Laits bin Salim, menurut Ibnus Sunni (201) sungguh telah
mengikuti periwayatannya. Jadi hadits ini dapat dinilai shahih. Sementara
itu Al-Mundziri dalam At-Targhib (2/266) menjelaskan.

“Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanad yang bagus, kemudian
Abu Ya’la dan Al-Bazzar. Lalu Ath-Thabrani juga meriwayatkannya dalam
Al-Kabir dan Al-Usath dari hadits Abdullah bin Amer. Bahkan Imam Ahmad juga
meriwayatkannya dari hadits Khuzaimah bin Tsabit Radhiyallahu ‘anhu”

Jadi adanya beberapa syahid (hadits pendukung) ini dengan sendirinya
menaikkan tingkat hadits tersebut kepada derajat yang sangat shahih.

Hadits Ibnu Khuzaimah menurut Imam Ahmad (5/214) para perawinya adalah
tsiqah, kecuali jika di antara mereka ada Ibnu Luhai’ah, sebab ia buruk
hafalannya.

Mengenai hadits Ibnu Amer ini, Al-Haitsami (341) berkomentar : Para
perawinya adalah perawi-perawi shahih, kecuali Ahmad bin Nafi’ Ath-Thihan,
guru Ath-Thabrani”.

Demikian dia menandaskan namun tidak menyebutkan sedikitpun mengenai keadaan
Ahmad bin Nafi Ath-Thihan tersebut, begitu tidak simpatiknya Al-Haitsami
kepadanya. Demikian pula saya, sama sekali tidak mengenalnya kecuali bahwa
dia orang Mesir, sebagaimana disebutkan dalam Mu’jam Ath-Thabrani
Ash-Shaghir (hal. 10)

Kemudian sesungguhnya hadits itu juga diriwayatkan oleh Hisyam bin Urwah
yang didapat dari bapaknya dari Abu Hurairah secara marfu’ sebagaimana
adanya (tidak ada perubahan apapun).

Hadits ini dikeluarkan pula oleh Imam Muslim (1/84) dan Ahmad (2/331) dari
berbagai jalan dari Hisyam, tanpa kalimat, “sesungguhnya godaan itu akan
hilang daripadanya”.

Selanjutnya hadits ini juga dikeluarkan oleh Abu Dawud (4121) yang
kalimatnya sampai pada sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Saya iman
kepada Allah”. Dan ini merupakan riwayat Muslim.

“Artinya : Syetan akan datang pada salah seorang kamu, lalu berkata :
“Siapakah yang menciptakan demikian ? Siapakah yang menciptakan demikian?
Siapakah yang menciptakan demikian?” Sehingga dia bertanya : “Siapakah yang
menciptakan Tuhanmu?” Apabila ia sampai demikian, maka hendaknya memohon
perlindungan kepada Allah dan menghentikannya”

Hadits ini dikeluarkan oleh Al-Bukhari (2/321), Imam Muslim dan Ibnu Sunni.

Hadits ini juga mempunyai jalur lain yang besumber dari Abu Hurairah dengan
lafazh.

“Artinya : Hampir orang-orang saling bertanya di antara mereka sehingga
seorang di antara mereka berkata : “Ini Allah, menciptakan makhluk, lalu
siapakah yang menciptakan demikian, maka katakanlah : “Allah Maha Esa. Allah
adalah Tuhan yang bergantung segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada
pula diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.
Kemudian hendaklah salah seorang kamu mengusir (isyarat meludah) ke kiri
tiga kali dan memohon perlindungan dari syetan.

Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Dawud (4732) dan Ibnu Sunni (621) dari
Muhammad bin Ishaq, dia berkata : “Telah bercerita kepadaku Utbah bin
Muslim, seorang budak yang dimerdekakan Bani Tamim, dari Abu Salamah bin
Abdurrahman dari Abu Hurairah yang menuturkan : “Aku mendengar Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (kemudian ia menuturkan hadits itu)”.

Saya menilai : Hadits ini shahih sanadnya. Para perawinya tsiqah. Bahkan
Ibnu Ishaq juga menjelaskan berita itu. Hingga dengan demikian amanlah
hadits ini dari cela.

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Umar bin Abi Salamah yang mendengar dari
bapaknya, sampai perkataan : “Siapakah yang menciptakan Allah Azza wa
Jalla?” Umar bin Salamah melanjutkan : “Abu Hurairah menceritakan : “Demi
Allah, sesungguhnya, pada suatu hari aku duduk, tiba-tiba seseorang dari
penduduk Iraq berkata kepadaku “ Ini Allah, pencipta kita. Lalu siapakah
yang menciptakan Allah Azza wa Jalla?” Abu Hurairah melanjutkan ceritanya :
“Kemudian aku tutupkan jariku pada telingaku lalu aku menjerit seraya
berkata : “Maha benar Allah dan RasulNya”.

“Artinya : Allah Esa, tempat meminta. Tidak beranak dan tidak diperanakkan
dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”

Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Ahmad (2/387). Para perawinya tsiqah
kecuali Umar. Ia adalah lemah (dha’if).

Menurut Imam Ahmad (Juz II, hal. 539) hadits ini juga mempunyai jalur lain
dari Ja’far dia memberitakan : “Telah bercerita kepadaku Yazid bin Al-Asham,
dari Abu Hurairah secara marfu’, seperti hadits sebelumnya. Yazid
mengisahkan : “Telah bercerita kepadaku Najmah bin Shabigh As-Salami, bahwa
dia melihat para penunggang datang kepada Abu Hurairah. Kemudian mereka
bertanya kepadanya mengenai hal itu. Lalu Abu Hurairah berkata : “Allahu
Akbar” (Allah Maha Besar). Tidaklah kekasihku bercerita kepadaku tentang
sesuatu melainkan aku telah melihatnya dan aku menunggunya. “Ja’far berkata
: “Telah sampai kepadaku bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Manakala orang-orang bertanya kepadamu tentang hal ini, maka
katakanlah : “Allah adalah sebelum tiap-tiap sesuatu. Allah menciptakan
tiap-tiap sesuatu dan Allah ada setelah tiap-tiap sesuatu”

Sanad marfu’nya adalah shahih adapun yang disampaikan oleh Ja’far alias Ibnu
Burqan adalah mu’dhal (hadits yang perawi-perawinya banyak yang gugur), dan
apa yang ada di antara shahih dan mu’dhal adalah mauquf. Tetapi Najmah
disini tidak saya kenal. Demikian pula dalam Al-Musnad, Najmah ditulis
dengan “mim” (Majmah) sedangkan dalam Al-Jarh wat Ta’dil (4/1/509), tertulis
Najbah dengan “ba”. Selanjutnya Imam Ahmad menjelaskan.

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dimana Yazid Ibnul Asham juga meriwayatkan
darinya, dan mengatakan : “Saya mendengar bapakku berkata demikian dan tidak
menambahkan!” Juga Al-Hafidzh dalam At-Ta’jil, tidak menambahkannya dan itu
sesuai dengan syarat yang dibuatnya.

HUKUM-HUKUM YANG TERKANDUNG DALAM HADITS
Hadits-hadits shahih ini menunjukkan bahwa sesungguhnya bagi orang yang
digoda oleh syetan dengan bisikannya, “Siapakah yang menciptakan Allah?”,
dia harus menghindari perdebatan dalam menjawabnya, dengan mengatakan apa
yang telah ada dalam hadits-hadits tersebut.

Lebih amannya ialah dia mengatakan :
“Saya beriman kepada Allah dan RasulNya. Allah Esa, Allah tempat meminta.
Tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara
dengan Dia”. Kemudian hendaklah dia berisyarat meludah ke kiri tiga kali dan
memohon perlindungan kepada Allah dari godaan syetan, serta menepis
keragu-raguan itu”.

Saya berpendapat : Orang yang melakukan demikian semata-mata karena taat
kepada Allah dan RasulNya serta ikhlas. Maka keraguan dan godaan itu akan
hilang darinya dan menjauhlah setannya, mengingat sabda Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya godaan itu akan hilang darinya”.

Pelajaran dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini jelas lebih bermanfaat
dan lebih dapat mengusir keraguan daripada terlibat dalam perdebatan logika
yang sengit diseputar persoalan ini. Sesungguhnya perdebatan dalam soal ini
amatlah sedikit gunanya atau boleh jadi tidak ada gunanya sama sekali.
Tetapi sayang, kebanyakan orang tidak menghiraukan pelajaran yang amat bagus
ini. Oleh karena itu ingatlah wahai kaum muslimin dan kenalilah sunnah
Nabimu serta amalkanlah. Sesungguhnya dalam sunnah itu terdapat obat dan
kemulianmu.

[Disalain dari buku Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah wa Syaiun Min Fiqhiha
wa Fawaaidiha, edisi Indonesia Silsilah Hadits Shahih dan Sekelumit
Kandungan Hukumnya oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, terbitan
Pustaka Mantiq, hal 368-372 penerjemah Drs.HM.Qodirun Nur]
http://www.almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1903&bagian=0


berikut atas kekurangtahuan ana mohon maaf sebesar-besarnya,
Jazzakumullah Khair. Wassalamu'alaykum.




Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke