Sungguh sangat menggembirakan saya atas dalil mantap yang Bapak Budi Ari 
sampaikan, melalui E-Mail ini saya mengucapkan terima kasih, Semoga Allah SWT 
menghitung upaya penyampaian dalil tersebut sebagai amal ibadah Bapak.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Hasanul Effendi
(Palembang).


----- Original Message -----
From: Budi Ari
To: [email protected]
Sent: Thursday, October 05, 2006 8:40 AM
Subject: Re: [assunnah] Pertanyaan tentang Talqin

Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh Pak Effendy

Berikut dalilnya tentang sunnah menalqin orang yang menghadapi sakaratul maut,

Dari Abu Sa'id al Khudri radhiyallaHu 'anHu, Rasulullah ShallallaHu 'alaiHi wa 
sallam bersabda,


"Laqqinuu mawtakum laa ilaaHa illallaHu" yang artinya "Ajarkanlah 'Laa ilaaHa 
illallaH' kepada orang yang hampir mati diantara kalian" (HR. Muslim no. 916, 
Abu Dawud no. 3117, at Tirmidzi no. 976, Ibnu Majah no. 1445, an Nasai IV/5 dan 
lainnya)

Pak Effendy,

Ahlus Sunnah memiliki aqidah menyerahkan pelaku dosa besar kepada Allah Ta'ala, 
apakah Allah Ta'ala akan mengampuni karena rahmat-Nya atau Allah Ta'ala akan 
mengadzabnya karena keadilan-Nya.

Dan semua dosa dapat diampuni oleh Allah Ta'ala (termasuk dosa zina) kecuali 
dosa syirik atau menyekutukan Allah Ta'ala.  Pelaku dosa syirik (akbar) dapat 
menyebabkan pelakunya kekal di neraka, namun tidak demikan dengan pelaku dosa 
besar.  Maka itu ucapan Laa ilaaHa illallaH adalah ucapan yang memiliki 
timbangan yang sangat besar di sisi Allah Ta'ala

BarakallaHu fiik
Budi Ari


Hasanul Effendi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Mohon penjelasan beberapa pertanyaan saya tentang talqin :
1.. Apakah ada dalilnya mentalqin orang yang menjelang sakratul maut ?
2.. Apakah benar kalau calon si mayyit berhasil dengan baik mengucapkan talqin 
/ kalimat "Laa Ilaha Illal-llah" diakhir hayatnya dia akan masuk surga ?, 
walaupun dia ahli zina misalnya dan belum sempat bertobat dimasa hidupnya ?
3.. Apakah timbangan kalimat " Laa Ilaha Illal-llah " ini benar-benar
lebih berat dari pada dosa zina dimaksud ?, sehingga surgalah sebagai
ganjarannya.

Terima kasih atas penjelasannya.Wassalamu'alaikum warahmatullahi
wabarakatuh,Hasanul Effendi (Palembang).


------------------------------------------------------------------------------
Get your email and more, right on the new Yahoo.com





Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke