Sepertinya yang benar bukan "mujtahid" tetapi "mujadid". Mujtahid ini adalah orang yang melakukan Ijtihad yakni mempergunakan akal setelah berusaha sungguh-sungguh mencari dalil terhadap suatu masalah dari qur'an dan sunnah, qoul tindakan shahabat Nabi SAW serta tabiin tetapi tidak ketemu dalilnya. Nah, dia memutuskan dengan akalnya bagaimana harus menyikapi suatu permasalahaan. Dan orang yang berijtihad bukan orang awam agama namun orang yang berilmu agama cukup. Karena kalau ijtihad dilakukan orang sembarangan bisa berakibat fatal. Para mujtahid di setiap zaman banyak sehingga dalam hal tertentu seseorang boleh mengikuti pendapat dalam suaatu masalah pada ulama tertentu. Sedangkan Mujadid adalah pembaharu agama, yakni upaya memurnikan kepada ajaran tauhid dan manhaj (metode) beragama salafus sholeh karena setiap jaman banyaknya orang Islam yang melakukan kegiatan keagamaan namun menyimpang disebabkan kejahilan terhadap agama ditambah dengan ada orang-orang yang berupaya melakukan tahrif, distorsi pemahaman keagamaan semacam JIL misalnya. Nah itu semua butuh ulama yang menjelaskan ajaran Islam yang awal itu bagaimana. Pembaharuan disebut "tajdiid" itu bukan pembaharuan denga cara menambah dan mengurangi atau bukan dengan cara adaptasi, penyesuaian, dialogis dengan adat dan perkembangan jaman kalau seperti ini namanya "nambal sulam" agama yang justeru akan menghasilkan "agama modifikasi" sehingga nyleneh dan aneh sebagaimana halnya motor modifikasi di sekitar kita. Tentu saja orang yang dianggap mujadid mempunyai kontribusi sangat bermakna dalam agama bukan karena banyaknya pengikut, bukan karena majelis dzikirnya banyak dibanjiri jamaah dan para pasien yang ingin diobati. Ada yang membuat tulisan (saya lupa sumbernya) bahwa Dr Muhammad Nashiruddin Albani almarhum, seorang pakar dan ahli hadits, yang meninggal kira-kira 4-5 tahun lalu dinyatakan mujadid abad ini karena kontribusinya sangat-sangat bermakna bagi Islam. Kemudian Imam Ibnu Taimiyyah dianggap mujadid pada zamannya karena banyak membuat tulisan pemurnian akidah, kaidah ushul, pemikiran seperti kitab Arradd 'ala almanthiqiyiin, berjihad membela umat dll. Kalau Abuyaa dari Malaysia adalah orang yang ghoriiib dan tidak dikenal kontribusinya. wallahu a'laam perlu diperjelas !
ir_ron <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Saya baru-baru ini diberitau bahwa ada seorang mujtahid di malaysia yang bernama ABUYAA. Rosul pernah bersabda bahwa Allah akan menurunkan seorang mujtahid tiap 100 tahun sekali, benarkah demikian bahwa ABUYAA aalah seorang mujtahid abad ini?Bagaimana sikap kita menanggapi seorang mujtahid? trimakasih sebelumnya. --------------------------------- Get your email and more, right on the new Yahoo.com Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
