Wa'alaikumsalam warahmatullaahi wabarakaatuh
Saya salinkan dari situs http://www.salafyoon.net/ tulisannya ustadz Kholid 
Syamhudi.


KHAWARIJ, SEJARAH & AJARANNYA DALAM PERSPEKTIF ISLAM

Oleh Kholid bin Syamhudi

Pengantar.
Dalam sejarah perkembangan Islam sejak dahulu kala telah terjadi perpecahan 
yang merupakan satu perwujudan dari sabda Rasulullah :

Akan terpecah umat ini menjadi 73 golongan semuanya di neraka kecuali satu, 
lalu ditanyakan: siapakah mereka wahai Rasulullah ? beliau jawab: mereka adalah 
jama'ah (HSR At Tirmidzy) dan juga satu bukti akan kebenaran risalah kenabian 
Rasulullah.

Khawarij merupakan satu kelompok yang besar dari kelompok-kelompok sempalan 
yang menyimpang dari Islam dalam permasalahan aqidah dan mereka tergambarkan 
sebagai satu gerakan revolusi berdarah dalam sejarah Islam yang cukup banyak 
menyibukkan negeri-negeri Islam dalam tempo waktu yang lama untuk 
memadamkannya, kemudian merekapun sempat berhasil menebar kekuasaan politik 
mereka pada wilayah-wilayah yang luas dari negeri-negeri Islam di timur dan 
barat, khususnya di Omaan, Hadromaut, Zanzibar (Tanzania) dan sekitarnya dari 
wilayah Afrika dan Maghrib Arab (Maroko, Aljazair, Tunis dan Libia) dan sampai 
sekarang mereka masih memiliki tsaqafah yang terwakii oleh sekte Al Ibadhiyah 
yang tersebar di wilayah-wilayah tersebut, sampai masih memiliki satu 
kesultanan yaitu kesultanan Omaan.

Kemudian tidak diragukan kembali, bahwa sebagian pemikiran dan aqidah mereka 
-Khususnya Al Azaariqah yang berhubungan dengan pengkafiran pelaku kemaksiatan- 
sampai saat ini masih berkembang dan tampak jelas serta mereka masih memiliki 
pengikut yang menampakkan kekerasan dan kefanatikan mereka,sehingga membuat 
pembahasan tentang mereka ini menjadi penting dalam rangka menjelaskan 
pemikiran-pemikiran mereka yang menyimpang kepada umat dan menmyelamatkan 
mereka dari perangkap dan kesesatan kelompok ini, akan tetapi penting untuk 
diketahui bahwa hampir-hampir hilang semua referensi dari mereka kecuali 
referensi sekte Al Ibadhiyah, sehingga dalam pembahasan ini saya merujuk kepada 
tulisan-tulisan para ulama ahli Sunnah wal Jama'ah seputar mereka,dan dibagi 
dalam pokok-pokok sebagai berikut:

1. Definisi Khawarij.

1.a.Secara Etimologi Bahasa Arab

Khawarij adalah bentuk jama' dari khoorij dan Korij adalah kata turunan dari 
khuruj sedangkan khuruj secara etimologi Arab mengandung beberapa makna, 
diantaranya:

a. Hari Kiamat

berkata Abu Ubadah dalam menafsirkan firman Allah :

(Yaitu) pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya itulah hari 
keluar (dari kubur). (QS. 50:42)

khuruj adalah nama dari nama-nama hari qiamat

b. Kebangkitan dari kubur pada hari qiamat

sebagaimana dalam firman Allah :

sambil menundukkan pandangan-pandangan mereka keluar dari kuburan seakan-akan 
mereka belalang yang beterbangan (QS. 54:7)

c. lawan dari masuk, yaitu keluar

d. Jihad di jalan Allah.

Sebagaimana firman Allah :

Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk 
keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah 
melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan kepada mereka:Tinggallah kamu 
bersama orang-oang yang tinggal itu. (QS. 9:46) dan:

Maka jika Allah mengembalikanmu kepada satu golongan dari mereka, kemudian 
mereka meminta ijin kepadamu untuk keluar (pergi berperang), maka 
katakanlah:Kamu tidak boleh keluar bersama-samaku selama-lamanya dan tidak 
boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi 
berperang kali yang pertama. Karena itu duduklah (tinggallah) bersama 
orang-orang yang tidak ikut berperang. (QS. 9:83)

e. Hijroh

sebagaimana firman Allah :

Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini 
tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari 
rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, Kemudian kematian 
menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap 
pahalanya disisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 
(QS. 4:100)

akan tetapi para ahli bahasa arab memasukkan makna lain yaitu satu kelompok 
dari ahlil hawa yang menyempal dari agama atau Imam Ali bin Abi Tholib

Berkata Al Azhary : dan Al Khawarij adalah satu kaum dari ahlil hawa yang 
memiliki pemikiran-pemikiran tertentu.

Berkata Az Zubaidy : dan mereka adalah Al Haruriyah, dan Al Kharijah adalah 
satu dari mereka, jumlah mereka tujuh kelompok. mereka dinamakan demikian 
karena mereka menyempal dari manusia atau dari agama atau dari kebenaran atau 
dari Ali setelah perang shiffin.

1.b.Secara Terminologi

Adapun ditinjau dari istilah para ulama maka didapatkan sebagian ulama 
mendefinisikannya dengan definisi politik secara umum dan sebagian yang lainnya 
mendefinisikannya dengan kenyataan yang ada ketika munculnya kelompok ini.

Berkata As Syahrostaany: Setiap orang yang memberontak terhadap Imam yang benar 
yang telah bersepakat atasnya jamaah [muslimin] dinamai khawarij, baik 
memberontak di masa-masa shahabat terhadap pemimpin-pemimpin yang baik 
[imam-imam rasyidin] atatu yang setelah mereka terhadap para Tabiin [yang 
mengikuti shahabat] dengan baik dan pemimpin-pemimpin [imam-imam] di setiap 
zaman.

Berkata Abu Hasan Al-Asy'ari: Dan sebab penamaannya dengan khawarij adalah 
pemberontakan mereka terhadap Ali bin Abi Thalib.

Kemudian Ibnu Hazm menambahkan difinisi ini dengan perkataannya: Dan yang 
menyepakati khawarij dari pengingkaran [keabsahan] At-tahkim, pengkafiran 
pelaku dosa besar, pendapat [wajibnya] memberontak terhadap imam yang jahat dan 
pelaku dosa besar kekal di dalam neraka serta imamah boleh diangkat selain dari 
Quraisy -maka dia khawarij-.

Dan berkata Abu Ishaq : Al-khawarij adalah beberapa kelompok dari manusia di 
zaman tabiin dan tabiut-tabiin yang dikepalai oleh Nafi' bin Al-Azrah, Najdah 
bin Amir, Muhammad bin Ash-Shafaar dan para pendukungnya.

2. Hadits-hadits tentang Khawarij

Dari Abi Said Al-Khudri berkata: Ketika kami bersama Rasulullah dan pada saat 
itu beliau sedang membagi beberapa bagian. Datanglah kepada beliau Dzul 
Khuaishirah, orang dari Bani Tamim, dia berkata: 'Wahai Rasulullah, berlaku 
adil-lah'. Bersabda Rasulullah : 'Celakalah engkau, siapakah yang akan berlaku 
adil jika aku tidak adil, dosalah aku dan merugilah jika aku tidak berbuat 
adil'. Maka berkata Umar bin Al-Khaththab : 'Wahai Rasulullah ijinkanlah aku 
untuk memenggal lehernya'. Bersabda Rasulullah : 'Biarkanlah dia, karena dia 
mempunyai teman-teman yang salah seorang di antara kalian akan diremehkan 
[merasa remah] shalatnya jika dibandingkan dengan shalat mereka, dan puasanya 
jika dibandingkan dengan puasa mereka. Mereka membaca Alquran tidak melebihi 
kerongkongan mereka, terlepas dari Islam seperti terlepasnya anak panah dari 
busurnya. (H.R. Bukhari VI/617, no. 3610, VII/97 no. 4351; Muslim II/743,744 
no. 1064; Ahmad III/4,5,33,224)

Setelah perang Hunain Rasulullah memberikan bagian kepada manusia. Beliau 
memberikan bagian kepada Al-Aqra' bin Habis 100 ekor onta, memberikan kepada 
Uyainah semisal itu dan memberikan kepada orang-orang pemuka Arab, beliau 
lebihkan pada hari itu atas mereka bagiannya. Kemudian berkata salah seorang: 
'Demi Allah, pembagian ini sungguh adil dan tidak dikendaki di sana wajah 
Allah.' (H.R. Muslim II/739 no. 1062; Ahmad.IV/421)

Sesungguhnya akan keluar dari keturunan laki-laki ini, suatu kaum yang membaca 
Alquran tidak melebihi kerongkongan mereka. membunuh pemeluk Islam dan 
membiarkan penyembah berhala. Terlepas dari Islam seperti terlepasnya anak 
panah dari busurnya. Seandainya aku menemui mereka, sunggguh akan aku bunuh 
mereka seperti dibunuhnya kaum 'Aad (H.R. Bukhari VI/376 no. 3644; Muslim 
II/742 no. 1064)

Akan keluar padda akhir zaman suatu kaum, umumnya masih muda, rusak akalnya, 
mereka mengatakan dari sebaik-baik perkataan makhluk. Membaca Alquran tidak 
melebihi kerongkongannya. Terlepas dari agama seperti terlepasnya anak panah 
dari busurnya (H.R. Bukhari VI/618 no. 3611; Muslim II/746 no 1066)

Akan keluar suatu kaum dari umatku yang membaca Alquran, mereka menyangka 
bahwasanya untuk mereka padahal atas mereka. Shalat mereka tidak melampuai 
tenggorokannya.
(H.R. Muslim II/748 no. 1066)

Membaguskan perkataan tetapi buruk perbuatannya … mengajak kepada kitab Allah, 
tetapi tidaklah mereka termasuk di dalamnya sedikitpun. (H.R. Ahmad III/224)

Dari Abi Barzah, ia ditanya: 'Apakah engkau mendengar Rasulullah menyebut 
tentang khawarij? Ia menjawab: 'Ya, aku mendengar Rasulullah dengan telingaku 
dan aku meliatnya dengan mataku.' Rasulullah datang dengan membawa harta, lalu 
beliau membagikannya. Maka blal membei kepada orang-orang yang berada di 
sebelah kanan dan kirinya dan tidak memberi kepada orang-orang yang di belakang 
beliau sedikitpun. Berdirilah seseorang yang berada di belalkang beliau seraya 
berkata: 'Wahai Muhammad, engkau tidak adil dalam pembagian.' Dia adalah 
seorang laki-laki yang berkulit hitam dengan rambut yang dicukur gundul dan 
memakai dua baju putih. Rasulullah marah dengan kemarahan yang besar, kemudian 
bersabda: 'Demi Allah, kalian tidak mendapati seseorang setelahku yang lebih 
adil daripada aku.' Kemudian beliau bersabda lagi: 'Akan muncul pada akhir 
zaman suatu kaum, seolah-olah ia dari mereka. Mereka membaca Alquran tidak 
melebihi tenggorokannya, terlepas dari Islam seperti terlepasnya anak panah 
dari busurnya, ciri-ciri mereka adalah bercukur gundul, tidak henti-hentinya 
mereka keluar hingga akan keluar orang-orang terakhir mereka bersama Al-Masih 
Ad-Dajjal. Jika kalian menemuinya, bunuhlah mereka. mereka seburuk-buruk 
makhluk dan ciptaan.' (H.R. An-Nasai VII/119-121 no. 4104; Ahmad IV/425)

3. Nama dan Laqob-laqobnya

a. Khawarij

Nama ini adalah nama yang paling masyhur dan yang paling banyak dipakai dan 
dalam nama ini terkandung pujian dan celaan.

Nama ini - menurut mereka [khawarij] - diambil dari firman Allah,:

Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini 
tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari 
rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, Kemudian kematian 
menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap 
pahalanya disisi Allah.. (QS. 4:100)

Maka penamaan ini adalah pujian, dan mereka menamai diri mereka dengan nama 
tersebut didasarkan atas makna ini. Sebagaimana perkataan Nuruddin As-Saalimy: 
Karena banyaknya mereka mengorbankan jiwanya dalam keridhaaan Rabb mereka dan 
mereka telah keluar berjihad, maka mereka dinamai khawarij, dan ia adalah jamak 
dari kharijah yaitu kelompok yang keluar [berjihad] di jalan Allah. Dan berkata 
Muhammad bin Abdullah As-Saalimy: Dan nama khawarij pada zaman permulaan adalah 
pujian karena dia adalah jamak dari khaarijah yaitu kelompok yang keluar 
berperang di jalan Allah, Allah berfirman :

Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk 
keberangkatan itu,

Sedangkan selain mereka dari para ulama dan intelektual Islam berpendapat bahwa 
nama ini diambil dari makna penyempalan atau pemberontakan dari para pemimpin 
atau manusia atau agama atau Ali bin Abi Thalib, dan ini tentu saja bermakna 
celaan terhadap mereka, walaupun pada hakikatnya mereka tidak menolak hal ini 
karena menurut mereka, pemberontakan terhadap para pemimpin tersebut adalah 
kebenaran, dan hanyalah mereka menolak makna ini ditinjau dari anggapan bahwa 
hal itu adalah penyimpang.


KHAWARIJ, SEJARAH & AJARANNYA DALAM PERSPEKTIF ISLAM (BAG 2)

Oleh Kholid bin Syamhudi

b. Al-Haruriyah

Nama ini adalah nisbat pada tempat kumpulnya para pendahulu mereka ketika 
berpisah dan memberontak terhadap Amirul Mukminin Ali Bin Abi Thalib, dan dia 
adalah satu tempat dekat dengan kota Kufah yang dinamakan Al-Harura'. Berkata 
Abul Hasan Al-Asy'ari dalam bukunya Maqalat Islamiyin: Dan yang menjadi [sebab] 
penamaan [kelompok] ini dengan Haruriyah adalah tinggalnya mereka di Harura' di 
permulaan pembentukannya

c. Asy-Syuraah

Ini adalah nama lalu bagi mereka, yang menurut mereka diambil dari firman Allah 
: Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta 
mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, 
lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari 
Allah di dalam Taurat, Injil dan al-Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati 
janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang 
telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (QS. 9:111)

Dan mereka selalu muji dan berbangga diri dengan nama ini. Berkata Abul Hasan 
Al-Asy'ari: Dan yang menjadi sebab penamaan mereka dengan syuraah adalah 
perkataan mereka telah kami jual jiwa-jiwa kami dalam ketaatan Allah, maknanya: 
kami telah membeli syurga.dengannya

d. Al-Maariqah

Nama lain untuk mereka adalah Al-Maariqah diambil dari hadits Rasulullah lihat 
hadits-hadits tentang khawarij.

Berkata Asy-Syahrastaany: Dan mereka adalah Al-Maariqah yang berkumpul di 
An-Nahrawan.

e. Al-Muhakkimah

Ini termasuk nama-nama yang pertama kali dinisbatkan kepada mereka karena 
pengingkaran mereka terhadap tahkim dan slogan mereka: laa hukma illa lillah

yang kemudian menjadi syiar [slogan] mereka ketika ingin memberontak terhadap 
penguasa atau ketika menyerang orang-orang yang menyelisihi mereka.

4. Sebab-sebab munculnya khawarij:

Di antara faktor-faktor dan sebab-sebab penting kemunculan kelompok khawarij 
adalah:

1. Perseteruan sekitar masalah khilafah. kemungkinan ini merupakan sebab yang 
paling kuat dalam kemunculan Khawarij dan pemberontakan mereka, karena mereka 
memiliki pandangan yang khusus dan keras dalam hal ini,sehingga menganggap 
penguasa yang ada pada waktu itu tidak berhak menjadi kholifah bagi kaum 
muslimin ditambah juga dengan keadaan politik yang tidak menentu yang membuat 
mereka berani untuk memberontak terhadap para penguasa dan ketidak sukaan 
mereka terhadap orang-orang Quraisy, apalagi mereka menganggap bahwa 
perselisihan antara Ali dengan Muawiyah adalah perselisihan memperebutkan kursi 
kekhilafahan

2. Permasalahan tahkim. inipun menjadi sebab yang kuat dari pemberontakan dan 
kemunculan Khawaarij, karena mereka mengkafirkan Ali lantaran keridhoan beliau 
terhadap perkara ini

3. Kedzaliman para penguasa dan tersebarnya kemungkaran yang banyak dikalangan 
manusia. Demikianlah slogan dan propaganda mereka dalam khutbah-khutbah dan 
tulisan-tulisan mereka untuk mengambil simpati umat islam dengan mengatakan 
bahwa para penguasa telah berbuat kedzoliman dan kemaksiatan telah menyebar dan 
merebak pada masyakat yang ada sehingga perlu mencegahnya,akan tetapi pada 
hakikatnya apa yang mereka lakukan dengan memberontak terhadap penguasa itu 
lebih besar dari pada kemungkaran dan kedzoliman yang ada, karena mereka 
menganggap bahwa membunuh orang yang menyelisihi mereka merupakan satu ketaatan 
yang bisa mendekatkan diri mereka kepada Allah dan menganggap semua penguasa 
mulai dari Ali kemudian Bani Umayah dan Abasiyah adalah dzolim tanpa 
klarifikasi dan kehati-hatian, padahal menegakkan keadilan dan mencegah 
kemungkaran bisa dilakukan dengan cara yang lain tanpa harus mengorbankan dan 
menumpahkan darah-darah orang yang menyelisihi mereka baik penguasa atau rakyat.

4. Fanatisme kesukuan. ini merupakan satu dari sebab-sebab munculnya Khawarij. 
Fanatisme kesukuan ini telah hilang pada zaman Rasulullah dan Abu Bakar serta 
Umar, kemudian muncul kembali pada zaman pemerintahan Utsman dan yang 
setelahnya. Pada zaman sebelum Islam telah terjadi permusuhan antara suku 
bangsa Rabi'ah-dan kebanyakan Khawarij dari mereka- dengan Mudhar-diantara 
mereka adalah Quraisy- sangat kuat. Dan pada masa Utsman fanatisme tersebut 
mendapat kesempatan untuk berkembang karena terjadi persaingan dalam 
memperebutkan jabatan-jabatan penting dalam kekhilafahan sehingga Utsman di 
tuduh mengadakan gerakan nepotisme dengan mengangkat banyak dari keluarganya 
untuk menjabat jabatan-jabatan strategis di pemerintahannya, dan inilah yang 
dijadikan hujjah oleh mereka untuk mengadakan kudeta terhadapnya. sehingga 
berkata Jabalah bin Amr: Demi Allah sungguh aku akan hilangkan kumpulan ini 
dari lehermu atau kamu tinggalkan pendamping-pendampingmu ini, berkata Utsman: 
Pendamping-pendamping yang mana? Maka demi Allah aku telah menyeleksinya. 
Berkata Jabalah :Marwan, Muuawiyah, Abdullah bin Amir bin Kuraiz dan Abdullah 
bin Saad telah engkau seleksi!?

Sebenarnya orang yang menuduh dia telah mengangkat ahli baitnya untuk 
jabatan-jabatan tersebut karena kekeluargaan dan fanatis kesukuan adalah 
seorang pendusta yang ingin mencela dan melecehkan beliau, karena semua yang 
telah disebutkan Jabalah tersebut merupakan orang-orang yang telah terbukti 
lebih baik dan lebih pantas darinya dan mereka termasuk para pahlawan Islam 
yang terkenal, dan sejarah telah membuktikannya. Demikianlah hawa nafsu jika 
telah menguasai akal manusia.

5. Faktor ekonomi, ini dapat dilihat dari kisah Dzul Khuwaishiroh bersama 
Rasulullah dan kudeta berdarahnya mereka terhadap Utsman, ketika mereka 
merampas dan merampok harta baitul-mal langsung setelah membunuh Utsman, 
demikian juga dendam mereka terhadap Ali dalam perang jamal, ketika Ali 
melarang mereka mengambil wanita dan anak-anak sebagai budak rampasan hasil 
perang sebagimana perkataan mereka terhadap Ali: Awal yang membuat kami dendam 
padamu adalah ketika kami berperang bersamamu di hari peperangan jamal, dan 
pasukan jamal kalah, engkau membolehkan kami mengambil apa yang kami temukan 
dari harta benda dan engkau mencegah kami dari mengambil wanita-wanita mereka 
dan anak-anak mereka.

Oleh karena itu faktor ekonomi pun berperan dalam membangkitkan revolusi 
mereka,akan tetapi dia bukanlah sebab satu-satunya sebagaimana yang telah 
dijelaskan di atas.

6. Semangat keagamaan. ini pun merupakan satu penggerak mereka untuk keluar 
memberontak dari penguasa yang absah.


4. Ciri-ciri Dan Sifat-sifat Khowarij

Khowarij memiliki ciri-ciri dan sifat-sifat yang menonjol yang telah dijelaskan 
oleh Rasulullah dalam hadits-hadits yang shohih, dan hal itu sangat penting 
dalam mengetahui siapa mereka, dan diantara faidah mengetahui hal ini:

1. Dengan mengetahui sifat-sifat ini akan tampaklah kepada kita 
berlebih-lebihannya mereka dalam beragama

2. Menimbulkan keyakinan bahwa mereka akan selalu ada sampai hari kiamat, 
karena Rasulullah telah menjelaskannya dan ini penting bagi kita untuk 
menghindari dari mereka dan mengingatkan umat akan bahaya mereka serta tidak 
terjatuh dalam hal-hal tersebut.

Diantara sifat-sifat tersebut adalah:

1. suka mencela dan menganggap sesat para pemimpin.

Sifat ini tampak jelas pada Khowaarij, mereka selalu mencela para 
pemimpin-pemimpin dan menganggap mereka sesat serta menghukumi mereka sebagai 
orang-orang yang sudah keluar dari keadilan dan kebenaran, dan ini dapat 
dilihat dari sikap Dzul Khuwaishiroh terhadap Rasulullah.

2. Berprasangka buruk, ini adalah sifat Khawarij yang tampak dalam cara 
menghukum yang dilakukan oleh Dzul Khuwaishiroh. Berkata Syiekhul Islam : Pada 
tahun peperangan Hunain, beliau membagi Ghonimah (rampasan perang) Hunain 
kepada orang-orang yang hatinya lemah (Mualafah Qulubuhum) dari penduduk Nejd 
dan bekas tawanan Quraisy seperti 'Uyainah bin Hafsh,dan beliau tidak memberi 
kepada kaum Muhajirin dan Anshor sedikitpun.Maksud beliau memberikan kepada 
mereka adalah untuk mengikat hati mereka dengan Islam, karena keterkaitan hati 
mereka dengannya merupakan mashlahat umum bagi kaum muslimin, sedangkan yang 
tidak beliau beri adalah karena mereka lebih baik dimata beliau dan mereka 
adalah wali-wali Allah yang bertaqwa dan seutama-utamanya hamba Allah yang 
sholih setelah para Nabi dan Rasul-rasul-Nya.Jika pemberian itu tidak 
dipertimbangkan untuk mashlahat umum, maka Nabi tidak akan memberikannya pada 
orang-orang kaya para pemimpin yang ditaati dalam perundang-undangan dan akan 
memberikannya kepada Muhajirin dan Anshor yang lebih membutuhkan dan lebih 
utama. Oleh karena itu orang-orang Khawarij mencela Nabi dan dikatakan kepada 
beliau oleh pelopornya:Wahai Muhammad berbuatlah adil, sesungguhnya engkau 
tidak berlaku adil. Dan perkataannya: 'sesungguhnya pembagian ini tidak 
dimaksudkan untuk mendapat wajah Allah .... Mereka meskipun banyak shaum 
(puasa), sholat dan membaca Alquran,tetapi keluar dari As Sunnah dan Jamaah, 
Memang mereka dikenal sebagai kaum yang suka beribadah, wara dan zuhud akan 
tetapi tanpa disertai ilmu, sehingga mereka memutuskan bahwa pemberian itu 
semestinya tidak diberikan kecuali kepada orang-orang yang berhajat, bukan 
kepada para pemimpin yang ditaati dan orang-orang kaya itu,jika didorong untuk 
mencari keridhoan selain Allah-menurut prasangka mereka. Inilah kebodohan 
mereka, karena sesungguhnya pemberian itu menurut kadar mashlahat agama Allah. 
Jika pemberian itu akan semakin mengundang ketaatan kepada Allah dan semakin 
bermanfaat bagi agama-Nya, maka pemberian itu lebih utama. Pemberian kepada 
orang yang membutuhkannya untuk menegakkan agama, menghinakan musuh-musuhnya, 
memenangkan dan meninggikannya lebih agung daripada pemberian yang tidak 
demikian itu,walaupun yang kedua lebih membutuhkan(Lihat Majmu' Fatawa 
XXVIII/579-581 dengan sedikit diringkas)

3. Berlebihan dalam beribadah sebagaimana sabda Rasulullah :

karena dia mempunyai teman-teman yang salah seorang di antara kalian akan 
diremehkan [merasa remah] shalatnya jika dibandingkan dengan shalat mereka, dan 
puasanya jika dibandingkan dengan puasa mereka.

Berkata Ibnu Hajar: Mereka (Khowarij) dikenal sebagai Qurra' (Penghapal 
Alquran), karena besarnya kesungguhan mereka dalam tilawah dan ibadah, akan 
tetapi mereka suka menta'wil Alquran dengan ta'wil ynag menyimpang dari maksud 
yang sebenarnya. Mereka lebih mendahului pendapat-pendapat mereka, 
berlebih-lebihan dalam zuhud dan khusu' dan lain sebagainya.

4. Keras terhadap kaum muslimin, sebagimana sabda Rasulullah :

Sesungguhnya akan keluar dari keturunan laki-laki ini, suatu kaum yang membaca 
Alquran tidak melebihi kerongkongan mereka. membunuh pemeluk Islam dan 
membiarkan penyembah berhala. Terlepas dari Islam seperti terlepasnya anak 
panah dari busurnya. Seandainya aku menemui mereka, sunggguh akan aku bunuh 
mereka seperti dibunuhnya kaum 'Aad

Sejarah telah mencatat dalam lembaran-lembaran hitamnya tentang Khawarij 
berkenaan dengan cara mereka ini. Diantara kejadian yang mengerikan adalah 
kisah Abdullah bin Khobaab: Dalam perjalanannya, orang-orang Khaawarij bertemu 
dengan Abdullah bin Khabab. mereka bertanya kepadanya: Apakah engkau pernah 
mendengar dari bapakmu suatu hadits yang dikatakan dari Rasulullah, kalau ada, 
ceritakanlah kepada kami tentangnya! lalu beliau berkata: ya, aku telah 
mendengar dari bapakku, bahwa Rasulullah menyebutkan tentang fitnah. Yang duduk 
ketika itu lebih baik dari pada yang berdiri, yang berdiri lebih baik daripada 
yang berjalan, dan yang berjalan lebih baik dari yang berlari, jika engkau 
menemuinya, hendaklah engkau menjadi hamba Allah yang terbunuh. mereka berkata: 
Apakah engkau mendengar hadits itu dari bapakmu dan memberitakannya dari 
Rasulullah?. beliau menjawab: ya, setelah mendengar jawaban beliau tersebut, 
mereka mengajak ke hulu sungai, lalu memenggal lehernya, maka mengalirlah 
darahnya seolah-olah seperti tali terompah. Lalu mereka membelah perut istrinya 
yang sedang hamil dan mengeluarkan isinya. Kemudian mereka datang ke sebuah 
pohon kurma yang lebat buahnya di Nahrawan. Tiba-tiba jatuhlah buah pohon korma 
tersebut dan diambil salah seorang diantara mereka lalu dia masukkan kedalam 
mulutnya, Berkatalah salah seorang dari mereka, engkau mengambil tanpa dasar 
hukum, dan tanpa harga (tidak membelinya dengan sah). Akhrnya ia pun 
membuangnya kembali dari mulutnya salah seorang dari mereka yang lain mencabut 
pedangnya lalu mengayunkannya. Kemudian mereka melewati babi milik seorang ahlu 
dzimmah, lalu ia penggal lehernya kemudian diseret moncongnya. Mereka berkata: 
ini adalah kerusakan di muka bumi. setelah mereka bertemu dengan pemilik babi 
itu, maka mereka mengganti harganya (Talbis Iblis hal.93-94)

5. Sedikit dan rendah pemahaman mereka terhadap fiqh, ini merupakan kesalahan 
mereka yang sangat besar yang menyebabkan mereka menyempal dari ajaran yang 
benar.

6. Muda usia dan berakal rendah, sebagaimana sabda Rasulullah :

Akan keluar padda akhir zaman suatu kaum, umumnya masih muda, rusak akalnya, 
mereka mengatakan dari sebaik-baik perkataan makhluk. Membaca Alquran tidak 
melebihi kerongkongannya. Terlepas dari agama seperti terlepasnya anak panah 
dari busurnya (H.R. Bukhari VI/618 no. 3611; Muslim II/746 no 1066)

7. Fasih dalam berbahasa. Telah terkenal kefasihan mereka dalam berbicara dan 
berbahasa, sehingga berkata Ibnu Ziyad: Sungguh ucapan mereka lebih cepat 
sampai ke hati-hati manusia dari pada rambatan api ke batang kayu.


http://www.salafyoon.net/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=78
http://www.salafyoon.net/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=79

Semoga bermanfaat.


----- Original Message ----
From: ahmedgyat <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Saturday, October 7, 2006 8:22:32 AM
Subject: [assunnah] tanya: khawarij

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
ane mau tanya,

saya pernah baca bagaimana bahayanya keberadaan kaum khawarij, tapi saya hanya 
baca sepintas saja.

-mohon penjelasan, sejarah khawarij&tokoh khawarij, dasar pamikirannya dll.
-atau hal yang berkaitan dengan khawarij.




Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://standraise.corp.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://standraise.corp.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke