Ya Akhi, kita semua berusaha untuk menjadikan setiap ibadah kita lakukan menjadi khusyu'. Tapi ana yakin diantara ikhwan sekalian tidak ada satupun yang merasa sudah khusyu'. Kita kembalikan semua kehadirat Alloh Jalla wa 'Alla.
Usaha untuk menjadikan khusyu' setiap ibadah kita hendaknya tidak pernah henti, karena Alloh subhanahu wa ta'ala telah berfirman : قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ - الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sholatnya," (Al-Mu'minuun [23] : 1-2) وَيَخِرُّونَ لِلأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعاً "Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu'." (Al-Israa' [17] : 109) حَافِظُواْ عَلَى الصَّلَوَاتِ والصَّلاَةِ الْوُسْطَى وَقُومُواْ لِلّهِ قَانِتِينَ "Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa . Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'." (Al-Baqoroh [2] : 238) فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ - الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ - الَّذِينَ هُمْ يُرَاؤُونَ - وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ "Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya, dan enggan (menolong dengan) barang berguna " (Al-Maa'uun [107] : 4-7) Salah satu ciri khusyu dalam beribadah ialah ia melakukannya dengan faham, dan dengan ilmu. Pada saat melakukan suatu ibadah hendaknya dilakukan dengan penuh kecintaan (mahabbah) agar memunculkan keikhlasan, penuh harap kepada Alloh (Roja') agar selalu optimis, dan memunculkan rasa takut (Khouf) agar ada barometer setiap ibadah kita. Jika tidak ada mahabbah maka ia akan melakukannya dengan keterpaksaan, sekedar menggugurkan kewajiban semata. Padahal salah satu syarat diterimanya ibadah adalah ikhlas. Bagaimana mungkin rasa ikhlas akan muncul jika tidak ada kecintaan sedikitpun. Untuk menunjang kecintaan ini maka diperlukan sikap optimis dengan mengharapkan janji-janji Alloh atas hambanya yang beriman. Optimis inilah yang menopang agar kita senantiasa menghadirkan keikhlasan disetiap amaliah kita. Namun Roja' ini jika tidak disertai dengan Khouf akan kebablasan. Karena itu perlu juga adanya kehadiran rasa takut ini. Takut bila amalnya menjadi sia-sia. Takut jika amalnya tertolak. Takut jika Alloh tidak akan memberikan janji-janji-Nya kepada kita. Roja' dan Khouf ini haruslah hadir bersama. Tidak lebih besar salah satunya. Jika Roja' yang lebih menonjol maka ia akan kebablasan, bahkan meremehkan. Namun jika Khouf ini yang lebih menonjol maka keterpaksaanlah yang lebih dominan. Keputusasaan dan kepasrahan yang tidak pada tempatnya akan menyelimutinya. Karena itu bagaimana kita bisa menggabungkan ketiga sifat ini dalam setiap ibadah kita itulah yang perlu senantiasa diupayakan. Alloh subhanahu wa ta'ala berfirman : إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَباً وَرَهَباً وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ "Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo'a kepada Kami dengan harap dan cemas . Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami." (Al-Anbiya' [21] : 90) Jadi ana kira tidak ada ikhwan yang dengan bangga mengatakan "saya merasa sudah khusyu'" atau "saya sudah melakukannya dengan khusyu'" Karena itu, hendaknya kita senantiasa menuntut ilmu ad-dien ini, dan berdo'a agar Alloh senantiasa menetapkan kita dalam agamanya, tetap dalam upaya tafaqquh fid-dien, dan tetap istiqomah dalam menegakkan syiar ini. Ust Mukhlisin menjelaskan, jika dalam melakukan suatu peribadatan muncul dihatinya keinginan agar cepat selesai atau perasaan seakan-akan memikul beban berat maka sesungguhnya ia belum melakukannya dengan khusyu'. Jadi beratnya khusyu' itu sudah Alloh jelaskan dalam surat Al-Baqoroh [2] : 45 - 46 وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ - الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلاَقُوا رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ "Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya." Wallohu a'lam. Afwan jika ada khilaf Subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaika. ----- Original Message ----- From: priyo handoko To: [email protected] Sent: Sunday, October 08, 2006 6:48 PM Subject: [assunnah] OOT-tanya.... saya ingin tanya mengenai makna khusyuk itu apa.....dan barangkali ada yang merasa sholatnya sudah khusyuk, tolong ceritakan bagaimana sholat yang khusyuk itu...makasih Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
