Allohu ta'ala a'lam.
Inysa Allah diam itu mencukupi.

Ada baiknya ana salinkan kembali artikel dari ikhwan kita Abu Abdillah 
berkenaan dengan ini.

--- Awal artikel ---

Alhamdulillah, Shalat di belakang imam yang sesuai dengan sunnah adalah lebih 
baik, walau harus berjalan cukup jauh dari rumah kita, akan tetapi mungkin di 
beberapa tempat atau daerah hal seperti itu sulit untuk mendapatkannya, 
sehingga terpaksa shalat berjama'ah di belakang imam yang terus menerus 
melakukan qunut shubuh.

Dalam mensikapi masalah ini, akan saya salinkan penjelasan secara ringkas 
mengenai sikap makmum terhadap imam yang melaksanakan qunut subuh, yang saya 
salin dari majalah As-Sunnah.

Para ulama berbeda pendapat tentang qunut subuh terus menerus. Syafi'iyah 
menyatakan qunut tersebut disyari'atkan, sedangkan mayoritas ulama yang lain 
menyatakan tidak disyari'atkan.

Pendapat yang kuat dan benar adalah pendapat mayoritas ulama karena 
hadits-hadits tentang qunut subuh terus menerus semuanya dha'if. Demikian juga 
hal itu telah dinyatakan sebagai perbuatan bid'ah oleh para ulama semenjak 
zaman sahabat.

Adapun tentang sikap seseorang yang shalat di belakang imam yang berqunut, para 
ulama juga berbeda pendapat.

Al-Imam Al-Wazir Ibnu Hubairah menyatakan: "(Imam) Abu Hanifah dan (Imam) Ahmad 
berbeda pendapat tentang orang yang shalat di belakang imam yang berqunut waktu 
subuh: Apakah makmum tersebut mengikuti imam atau tidak ?" (Imam) Abu Hanifah 
berkata: "Dia tidak mengikuti imam", (Imam) Ahmad berkata: "Dia mengikuti 
imam". [Kitab Al-Ifshah Libni Hubairah 1/324].

DR Muhammad Ya'qub Thalib 'Ubaidi menjelaskan alasan masing-masing pendapat di 
atas dengan menyatakan: "Abu Hanifah menjelaskan alasan makmun tidak mengikuti 
imam, yaitu bahwa qunut subuh itu adalah hukum mansukh (yang telah dihapuskan), 
sebagaimana takbir ke lima pada shalat jenazah. Walaupun Abu Yusuf berpendapat 
makmum mengikuti imam. sebagaimana pendapat Imam Ahmad, tetapi pendapat yang 
dipilih pada madzhab Hanafiyah adalah makmum berdiri diam saja. Dan Imam Ahmad 
menjelaskan alasan makmum mengikuti imam, yaitu agar makmum tidak menyelisihi 
imamnya, dan karena para sahabat, tabi'in, dan orang-orang setelah mereka terus 
menerus bermakmum kepada sebagian yang lain, padahal ada perselisihan di antara 
mereka dalam masalah furu'(cabang) [Foote Note Kitab Al-Ifshah Libni Hubairah 
1/324].

Pendapat yang rajih -wallahu a'lam- adalah pendapat Hanafiyah, yaitu makmum 
tidak mengikuti imam, karena qunut tersebut tidak disyari'atkan di dalam shalat.

Hal itu sebagaimana ketika para sahabat mengikuti perbuatan Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam melepaskan sandal ketika shalat, yang 
kemudian beliau menanyakan hal itu kepada para sahabatnya. Sebagaimana riwayat 
di bawah ini.

"Artinya : Dari Abu Sa'id Al-Khudri, dia berkata: "Tatkala Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa sallam sedang shalat dengan para sahabat beliau, 
tiba-tiba beliau melepaskan kedua sandal beliau lalu meletakkan kedua sandal 
tersebut pada sebelah kiri beliau. Ketika para sahabat melihat hal itu, mereka 
melepaskan sandal mereka.

Setelah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyelesaikan shalatnya, 
beliau bertanya: "Apakah yang menyebabkan kamu melepaskan sandal kamu?. Mereka 
menjawab: "Kami melihat anda melepaskan kedua sandal anda, maka kamipun 
melepaskan sandal kami". Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ersabda: 
"Sesungguhnya Jibril 'Alaihi Shallallahu wa sallam mendatangiku dan 
memberitahukan kepadaku bahwa pada kedua sandal (ku) itu ada kotoran" [Hadits 
Riwayat Abu Dawud, Dishahihkan oleh Al-Albani di dalam Shahih Abi Dawud No. 650]

Tetapi walaupun demikian, perbedaan pendapat dalam sikap makmum ini tidak boleh 
menjadikan kaum muslimin berpecah belah dan saling membenci karenanya.

[Disalin dari Majalah As-Sunnah 01/Th VI/4123H/hal.4-5]

Abu Hilmy.


--- "Muzenie Shafiee (Jabatan Pengurusan Kredit)"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Bagaimana yah, jika kita ikut sholat berjamaah subuh
> tapi saat qunut
> kita berdiri saja tanpa kata-kata
>
> Muzenie Shafiee


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com





Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke