Wa'alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh ... Saya kira Anda gak usah bingung. Dalam beragama itu kita perlu bersikap ilmiyah. Dalam artian, mengenai suatu masalah dalam agama, kita ikuti argumentasi / dalil yang lebih kuat. Tentu saja sebatas kemampuan kita dalam penelusuran ilmiah tersebut.
Ketika melihat postingan postingan dari ikhwan dan akhwat di milis ini, maka baiknya kita lihat argumentasinya. Begini, Di milis ini cara memberikan jawaban terhadap suatu pertanyaan ada beberapa cara yang dilakukan oleh ikhwan dan akhwat : 1. Ada yang 'to the point' dengan tanpa memberikan rujukan. Semisal ada pertanyaan, bagaimana hukumnya masalah A. Maka dijawab singkat : Haram. Titik, tanpa penjelasan dari mana asalnya. 2. Ada yang memberikan postingan artikel dari situs situs terpercaya dengan disertai rujukan 3. Ada yang mengutip jawaban dari buku buku bermanhaj Ahlus Sunnah wal Jama'ah. 4. Ada yang mengutip perkataan ustadz yang dia dengar di kajian yang dihadirinya. Setelah jawaban diberikan, maka sikap kita selanjutnya adalah melakukan penelusuran ilmiyah lagi. Minimalnya mengecek apakah benar demikian adanya. Untuk jawaban yang diberikan dengan cara nomor 1, maka ini agak susah untuk mengeceknya, karena tidak disertakan rujukan / literaturnya. Untuk jawaban yang diberikan dengan cara nomor 2, kita bisa mengecek di situs tersebut, kemudian melihat literaturnya. Bisa juga kita lihat argumentasi yang ada, karena yang hadir berupa tulisan artikel yang panjang. Untuk jawaban yang diberikan dengan cara nomor 3, kita juga bisa mengecek kebenarannya pada buku buku yang ada. Apakah memang benar seperti itu yang tertulis di buku tersebut. Untuk jawaban yang diberikan dengan cara nomor 4, bisa dengan mengeceknya kepada ustadz ybs. Tentunya cara ini sangat sulit dilakukan bagi ikhwan / akhwat yang jarang hadir di kajian tsb, misalnya dia tinggal di luar kota / luar negeri. Bagaimana bila di dapat beberapa jawaban yang berbeda? Yang pertama, jawaban yang berbeda tersebut bisa menjadi tambahan wacana keislaman Anda sendiri. Yang kedua, bisa dijadikan sebagai bahan penelusuran ilmiyah lebih jauh. Yang ketiga, ikuti yang mempunyai argumentasi / dalil yang lebih kuat. Kemudian, saya jadi teringat dengan ceramah seorang ustadz di Masjid Bintaro pada akhir April 2006. Beliau memberikan pelajaran bagaimana menyikapi perbedaan dalam suatu masalah agama. Beliau menyarankan kita membuat beberapa tahapan langkah langkah : 1. Membuat draft masalah yang ada. Misalnya 'hukum menghitung dzikir dengan biji bijian' 2. Membuat draft dalil dalil dari masing masing argumentasi. Yaitu di buat daftar dalil dalil yang membolehkan dan juga daftar dari dalil dalil yang tidak membolehkan 3. Penyelidikan terhadap dalil dalil tsb. Yaitu diteliti dalil dalilnya, apakah hadits hadits nya yang dipakai itu dhoif, hasan atau sahih? Baik dari pihak yang membolehkan dan juga yang tidak membolehkan. 4. Bila dalil dalil dari keduanya adalah sah, maka ada tahapan lagi yang cukup panjang. Saya kira bagi kita para pemula penuntut ilmu untuk sampai pada tahap 3 saja sudah cukup melelahkan. Kemudian, bila kita terus mempelajari Islam (karena memang keharusan) kita bisa mengetahui ada perbedaan dalam suatu masalah agama. Misalnya - Hukum orang yang meninggalkan shalat wajib. Ada ulama yang menghukumi kafir, dan ada ulama yang tidak menghukumi kafir sepanjang mengakui kewajiban shalat tsb. - Hukum memakai cadar. Ada yang mewajibkan dan ada yang tidak mewajibkan. - Cara berdiri dari ruku - Posisi tangan setelah i'tidal - Bagian tubuh yang boleh dilihat dari wanita yang akan dinikahi - Hukum memakai emas melingkar bagi wanita - dll. Maka baiknya bagi kita, melihat / condong kepada yang berargumentasi lebih kuat. Wassalamu'alaikum Chandraleka Independent IT Writer ----- Original Message ----- 6. Re: di teliti apa tidak........ Posted by: "ahmedgyat" [EMAIL PROTECTED] ahmedgyat Tue Oct 10, 2006 2:32 am (PST) --- In [email protected], "Ahmad Rifa'i" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Assalamu'alaikum wr. wb > > Afwan... ana mau tanya??? sebenarnya di milis ini pendapat yang masuk > di koreksi lagi apa tidak, atau semua boleh memberi pendapat, > masalahnya ana menemukan kadang dalam satu pertanyaan ada 2 atau 3 > pendapat yang saling berlawanan, jadinya ana bingung mau mengambil > pendapat yang mana... > syukron.. > Mohon cepat di tanggapi > > Wassalamu'alaikum wr. wb. waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh ane juga pemula mau kasih saran buat saya dan anta jika ada beberapa pendapat berbeda ambilah pendapat yang mempunyai dasar nash/hadist yang terkuat. dan telusuri terus kebenarannya. Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
