----- Original Message ----- From: melda syl To: [email protected] Sent: Thursday, October 12, 2006 7:53 AM Subject: [assunnah] Gibah membatalkan puasa ?
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh, Tadi pagi dalam perjalanan ke kantor ana ngobrol dengan teman, ujung-ujungnya gibah... sementara hari ini ana sedang puasa. Ana menyesal... Bagaimanakah puasa ana hari ini ? hanya dapat lapar dan hauskah ana ? batalkah puasa ana ? Apa yg harus ana lakukan ? Mohon penjelasannya... Terima kasih sebelumnya, Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh, Melda ------- Wa'alaikumus-salam warohmatulloh wabarokatuh. Telah kita pahami semua bahwa puasa adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, dan berkumpulnya suami istri mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari disertai dengan niat. Karena itu selama hal2 tersebut tidak dilakukan puasanya tetap sah dan tidak perlu untuk mengganti dihari yang lain. Adapun mengenai ghibah hal ini tidak membatalkan puasa, akan tetapi mengurangi atau bahkan bisa membatalkan pahala puasa. Wallohu a'lam. Rasululloh Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda "Artinya : Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan mengerjakan perkara-perkara kedustaan, maka Allah tidak butuh kepada amalannya dalam meninggalkan makanan dan minumannya" [Diriwayatkan oleh Bukhari : Kitab Shaum, Bab : Orang yang tidak meninggalkan kata-kata dusta, megerjakannya (1903)] Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda. "Artinya : Puasa bukanlah dari makan, minum (semata), tetapi puasa itu menahan diri dari perbuatan sia-sia dan keji. Jika ada orang yang mencelamu, katakanlah : Aku sedang puasa, aku sedang puasa " [Hadits Riwayat Ibnu Khuzaimah 1996, Al-Hakim 1/430-431, sanadnya SHAHIH] Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengancam dengan ancaman yang keras terhadap orang-orang yang melakukan perbuatan tercela ini. "Artinya : Berapa banyak orang yang puasa, bagian (yang dipetik) dari puasanya hanyalah lapar dan haus (semata)" [Hadits Riwayata Ibnu Majah 1/539, Darimi 2/211, Ahmad 2/441,373, Baihaqi 4/270 dari jalan Said Al-Maqbari dari Abu Hurairah. Sanadnya SHAHIH] Adapun tentang perbuatan 'Rufuts' yang telah dilakukan, maka bagi siapapun pelakunya hendaknya ia bertaubat dengan menyesalinya dan berjanji untuk berusaha tidak mengulanginya dilain waktu. Sedangkan yang telah berlalu kita kembalikan kepada ke-Maha Rahman dan Rahim-an Alloh. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, (bahwasanya) Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda. "Artinya : Semua amalan bani Adam untuknya kecuali puasa , karena puasa itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya," [Bukhari 4/88, Muslim no. 1151] Berdasarkan hadits diatas, hendaknya kita tidak berputus asa atas rahmat Alloh yang Maha Luas. Karena puasa sepenuhnya Alloh yang memberi pahala kepada pelakunya. Wallohu a'lam. Kita hanya bisa menyampaikan berdasarkan dalil-dalil yang telah sampai pada kita bahwa perkara 'Rufuts' seperti itu membatalkan pahala puasa, namun hakikatnya kita kembalikan kepada Alloh. Dan tidak bisa kita langsung menvonis bahwa 'pahala puasa anda telah hilang, dan anda sia-sia berpuasa'. Ustad mukhlisin pernah menjelaskan: "Bahwa ibadah yang dilakukan pada waktu-waktu yang spesial serta mempunyai keutamaan akan dilipatgandakan pahalanya berdasarkan dalil-dalil yang telah disampaikan Rasululloh kepada ummatnya, begitu pula sebaliknya, jika kemaksiatan dilakukan pada waktu-waktu yang mempunyai keutamaan tersebut maka dosanya pun akan dilipatgandakan. Itulah salah satu hikmah kenapa lailatul Qodar tidak dijelaskan secara terperinci dan jelas serta pasti kapan munculnya. Yang ada hanyalah tanda-tanda lailatul Qodar yang muncul pada malamnya dan pagi harinya." Semoga perkara ini menjadi peringatan dan nasihat kepada kita semua agar senantiasa kita resapi dan ambil hikmahnya sehingga semakin menambahkan keimanan dan keikhlasan kita dalam melakukan puasa dibulan Ramadhan ini. Semoga Alloh menerima amal ibadah kita dan melipatgandakan pahalanya. Dan semoga Alloh mengampuni semua kesalahan-kesalahan kita, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Wallohu a'lam. Afwan jika ada khilaf. Subhanakallohumma wa bihamdika Asyhadu anlaa ilaaha illaa anta Astaghfiruka wa atubu ilaika. Wassalamu 'alaikum warohmatulloh wabarokatuh. Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
