Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh
 
Semoga artikel berikut dapat bermanfaat,
 
Lafazh Takbiran Para Salafush Shalih
Oleh : Syaikh Ali Hasan bin Ali Al Halabi Al Atsari

Sebatas pengetahuan kami (Syaikh Ali Hasan), tidak ada satu hadits Nabi pun yang shahih dalam menjelaskan sifat takbir (pada hari raya ‘Ied). Akan tetapi ada riwayat dari sebagian sahabat Nabi ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam, seperti Ibnu Mas’ud radhiyallaHu ‘anHu pernah mengucapkan,

“AllaHu Akbar AllaHu Akbar, Laa ilaaHa illallaHu wallaHu Akbar, Allahu Akbar wa lillaHiil hamdu” (HR. Ibnu Abi Syaibah II/168, hadits shahih)

Ibnu Abbas radhiyallaHu ‘anHu juga pernah mengucapkan,

“AllaHu Akbar, AllaHu Akbar, AllaHu Akbar wa lillaHil hamd, AllaHu Akbar wa ajallu, AllaHu Akbar ‘alaa maa Haadaanaa” (HR. Al Baihaqi III/315, hadits shahih)

Dan diriwayatkan oleh Abdurrazzaq yang diantara jalannya terdapat pada Al Baihaqi dalam kitab As Sunan Al Kubra (III/316) dengan sanad shahih dari Salman al Khair ra., dia mengatakan,

“KabbirullaHu, AllaHu Akbar, AllaHu Akbar, AllaHu Akbar”


Cukup banyak manusia menyalahi dzikir yang bersumber dari kaum salafush shalih, dengan membaca dzikir – dzikir lain, melakukan penambahan , serta membuat lafazh – lafazh baru yang tidak memiliki dasar sama sekali.

Sehingga al Hafizh Ibnu Hajar dalam kitabnya Fathul Baari (II/536) mengatakan, “Dan zaman sekarang ini telah terjadi penambahan dalam hal takbir tersebut yang tidak memiliki dasar sama sekali”

Maraji’:

Meneladani Rasulullah ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam dalam Berhari Raya, Syaikh Ali Hasan bin Ali Al Halabi Al Atsari, Pustaka Imam Asy Syafi’i, Bogor, Cetakan Pertama, September 2005.


lupus kecil <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
assalamualaikum
saya mau tanya, lafadz takbir yang bagaimanakah yang di syariatkan oleh islam.
karena saat ini banyak sekali lafadz2 takbir yang saya sendiri juga tidak mengetahui dasar dalilnya.
wassalamualaikum
abu latif

---------------------------------
How low will we go? Check out Yahoo! Messenger’s low PC-to-Phone call rates.




Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya.  Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar" (QS. An Nisaa' : 48)
 
Dari Abu Dzar ra., Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Jibril berkata kepadaku, 'Barangsiapa diantara umatmu yang meninggal dunia dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, maka pasti dia masuk surga'" (HR. Bukhari) [Hadits ini terdapat pada Kitab Shahih Bukhari]


Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1¢/min. __._,_.___

Website anda:
http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke