Wa'alaikumussalam wa rahmatullaahi wa barakaatuh,

Seseorang bila jadi mertua anti, maka dia telah menjadi mahram anti.
Jadi bersalaman dan mencium tangannya diperbolehkan, bahkan merupakan salah 
satu bentuk memuliakan orang tua (dalam hal ini orang tua termasuk mertua).


----- Original Message ----
From: salfia ulum <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, October 12, 2006 4:37:07 PM
Subject: [assunnah] tanya juga Batasan anak (sudah berkeluarga ; suami & Istri) 
berbakti kpd orang tua

assalamu'alaikum wrohmatullohi wabarokatuh

ana juga mau tanya, apa seorang istri boleh mencium tangan mertua laki-laki 
atau bapak dari suami istri tersebut (yang sudah berusia lanjut), sebagai bakti 
anak kepada orangtua.

jazakallah khoir

wassalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh


hery marsanto <[EMAIL PROTECTED] co.uk> wrote:
----- Original Message ----
From: Suryadinata SE
To: [EMAIL PROTECTED] s.com
Sent: Monday, 9 October, 2006 9:44:47 AM
Subject: [assunnah] Batasan anak (sudah berkeluarga ; suami & Istri) berbakti 
kpd orang tua
saya baru berkeluarga, kami suami-istri sama2 ingin berbakti kepada orang tua 
maupun mertua sesuai dengan syariat, pls kasih kami pencerahan agar kami tidak 
salah
wassalam
Suryadinata

WASIAT BERBUAT BAIK KEPADA ORANG TUA TATKALA KEDUANYA BERUSIA
LANJUT

Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
sumber http://www.almanhaj .or.id

Berbuat baik kepada kedua orang tua hukumnya wajib,
baik waktu kita masih kecil, remaja atau sudah menikah dan sudah mempunyai anak
bahkan saat kita sudah mempunyai cucu. Ketika kedua orang tua kita masih muda
atau sudah lanjut usianya bahkan pikun kita tetap wajib berbakti kepada 
keduanya.
Bahkan lebih ditekankan lagi apabila kedua orang tua sudah tua dan lemah.
Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam surat Al-Isra' ayat 23 dan 24
dalam pembahasan sebelumnya.

Di dalam ayat ini Allah Subhanahu wa Ta'ala
berfirman bahwa Rabb (Allah) telah memerintahkan kepada manusia agar tidak
beribadah melainkan hanya kepada Allah saja. Kemudian hendaklah manusia berbuat
sebaik-baiknya kepada kedua orang tuanya. Jika salah seorang atau kedua-duanya
ada di sisinya dalam usia lanjut maka jangan katakan kepada keduanya perkataan
'uh' serta tidak boleh membentak keduanya, memukulkan tangan, menghentakkan kaki
karena hal itu termasuk durhaka kepada kedua orang tua. Dan katakanlah kepada
keduanya dengan perkataan yang mulia.

Pada ayat ini Allah mengatakan
'kibara', kibar atau kibarussin artinya berusia lanjut, sedangkan 'indaka'
berarti pemeliharaan yaitu suatu kalimat yang menggambarkan makna tempat
berlindung dan berteduh pada saat masa tua, lemah dan tidak berdaya. Imam
Al-Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan tentang lebih ditekankannya berbuat baik
pada kedua orang tua pada usia lanjut karena :

Pertama
Keadaaan usia
lanjut adalah keadaan dimana keduanya membutuhkan perlakuan yang lebih baik
karena keadaannya pada saat itu sangat lemah.

Kedua
Semakin tua usia
orang tua berarti semakin lama orang tua bersama anak. Hal ini dapat menyebabkan
'Si Anak' merasa berat sehingga dikhawatirkan akan berkurang berbuat baiknya,
karena segala sesuatunya diurusi oleh anak dan keluarlah perkataan 'ah' atau
membentak atau dengan ucapan, "Orang tua ini menyusahkan" , atau yang lain.
Apalagi apabila orang tuanya sudah pikun, akan membuat anak mudah marah atau
benci kepadanya. Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta'ala berwasiat agar
manusia selalu ingat untuk berbakti kepada kedua orang tua.

Banyak sekali
hadits-hadits yang menyebutkan tentang ruginya seseorang yang tidak berbakti 
kepada kedua
orang tua pada waktu orang tua masih berada di sisi kita. Nabi Shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh beberapa sahabat
yaitu :

"Artinya : Dari Abu Hurairah, dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa
sallam beliau bersabda, "Celaka, sekali lagi celaka, dan sekali lagi celaka
orang yang mendapatkan kedua orang tuanya berusia lanjut, salah satunya atau
keduanya, tetapi (dengan itu) dia tidak masuk syurga" [Hadits Riwayat Muslim
2551, Ahmad 2:254, 346]

Kemudian hadits berikut ini :

"Artinya :
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam naik ke atas mimbar kemudian berkata, "Amin,
amin, amin". Para sahabat bertanya. "Kenapa engkau berkata 'Amin, amin, amin, Ya
Rasulullah?" Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Telah datang malaikat
Jibril dan ia berkata : 'Hai Muhammad celaka seseorang yang jika disebut nama
engkau namun dia tidak bershalawat kepadamu dan katakanlah amin!' maka
kukatakan, 'Amin', kemudian Jibril berkata lagi, 'Celaka seseorang yang masuk
bulan Ramadhan tetapi keluar dari bulan Ramadhan tidak diampuni dosanya oleh
Allah dan katakanlah amin!', maka aku berkata : 'Amin'. Kemudian Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata lagi. 'Celaka seseorang yang mendapatkan
kedua orang tuanya atau salah seorang dari keduanya masih hidup tetapi justru
tidak memasukkan dia ke surga dan katakanlah amin!' maka kukatakan, 'Amin".
[Hadits Riwayat Bazzar dalama Majma'uz Zawaid 10/1675-166, Hakim 4/153
dishahihkannya dan disetujui oleh Imam Adz-Dzahabi dari Ka'ab bin Ujrah,
diriwayatkan juga oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad no. 644 [Shahih
Al-Adabul Mufrad No. 500 dari Jabir bin Abdillah]

Pada umumnya seorang
anak merasa berat dan malas memberi nafkah dan mengurusi kedua orang tuanya yang
masih berusia lanjut. Namun Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan
bahwa keberadaan kedua orang tua yang berusia lanjut itu adalah kesempatan
paling baik untuk mendapatkan pahala dari Allah, dimudahkan rizki dan jembatan
emas menuju surga. Karena itu sungguh rugi jika seorang anak menyia-nyiakan
kesempatan yang paling berharga ini dengan mengabaikan hak-hak orang tuanya dan
dengan sebab itu dia tidak masuk surga.

Jika kita mencoba membandingkan
antara berbakti
kepada kedua orang tua dengan jalan mengurusi kedua orang tua yang sudah lanjut
usia atau bahkan sudah pikun yang berada di sisi kita dengan ketika kedua orang
tua kita mengurusi dan mebesarkan serta mendidik kita sewaktu masih kecil, maka
berbakti kepada
keduanya masih terbilang labih ringan. Mungkin kita mengurusnya hanya beberapa
tahun saja. Sedangkan mereka mengurus kita membutuhkan waktu lebih dari 10
tahun. Dari mulai hamil, hingga dilahirkan kemudian disekolahkan. Kedua orang
tua kita memberikan segala yang kita minta mungkin lebih dari 10 tahun bahkan
sampai 25 tahun.

Ketika orang tua mengurusi kita, dia mendo'akan agar si
anak hidup dengan baik dan menjadi anak yang shalih, tetapi ketika orang tua ada
di sisi kita, di do'akan supaya cepat meninggal. Bahkan ada di antara mereka
yang menyerahkan keduanya ke panti jompo. Ini adalah perbuatan dari anak-anak
yang durhaka kepada kedua orang tuanya.

Bagaimanapun keadaannya,
kedudukan mereka tetaplah sebagai orang tua kita, walaupun mereka bodoh, kasar
atau bahkan jahat kepada kita. Dialah yang melahirkan dan mengurusi kita, bukan
orang lain. Maka kita wajib berbakti kepada keduanya bagaimanapun keadaannya.
Seandainya dia berbuat syirik atau bid'ah, kita wajib mendakwahkan kepadanya
dengan baik supaya dia kembali, kita do'akan supaya mendapatkan hidayah dari
Allah Subhanahu wa Ta'ala, bukan diperlakukan dengan tidak baik, berbuat kasar
atau pun yang lainnya.

[Disalin dari Kitab Birrul Walidain, edisi
Indonesia Berbakti
Kepada Kedua Orang Tua oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, terbitan Darul
Qolam - Jakarta]

Sumber : http://almanhaj. or.id/index. php?action= more&article_ id=417&bagian= 0

____________ _________ _________ ____
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail. yahoo.com



Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke