Assalammu'alaikum, Sewaktu lebaran kita dianjurkan untuk mengucapkan kekata 'Taqobballohu minna wa minkum 'sesama keluarga dan saudara Islam kita. Tetapi apabila menyebutkannya, masih ramai lagi di kalangan masyarakat kita yang terdengar, maka mereka akan menjawab dengan kekata 'minna wa minkum taqobbal ya Kariim'. Pada hemat saya, ini sudah terbiasa kerana ia sering disebutkan sesudah selesai berdo'a dengan dikomandoi oleh seseorang yang dianggap imam yang sememangnya tidak ada di dalam sunnah Rosululloh Sholallohu a'laihi wasallam. Persoalannya, adakah kekata 'minna wa minkum taqobbal ya kariim' pernah diucapkan di zaman salaf ataupun ianya hanya sebagai rekaan semata-mata? Jazakallohu khoiron katsiran...
Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
