Assalamu alaikum Jelang Ied kita Gembira atau Sedih ?? Kita gembira, karena itu adalah salah satu hari raya umat Islam. dan pada hari itu, semuanya bergembira. Jelang Ied kita sedih. karena kita akan berpisah dengan bulan yang penuh berkah. dan kita tidak tau apakah kita masih akan bertemu dengan Ramadhan tahun depan atau tidak. Dan akan bertambah kesedihan seseorang apabila di hari raya itu, dia tidak berhari raya dengan orang tua dan sanak keluarganya.
----- Original Message ---- From: dhea s <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Friday, October 20, 2006 5:37:32 AM Subject: Re: [assunnah]>>Menyambut Idul Fitri, gembira/sedih?<< Assalamu alaikum Jelang Ied kita gembira ataukah sedih? 1. Rasulullah bersabda: Orang yang puasa memiliki dua kebahagiaan: Bahagia ketika Fithr dan Bahagia ketika berjumpa dengan Allah (HR. Bukhari). Artinya, kita bahagia dong? masa' sedih? 2.Nabi saja membolehkan bernyanyi (nyanyi sebagaimana zaman nabi) ketika hari Ied dan walimah, maka itu bukti kita semestinya bersenang dan bergembira. 3. Al-Qur'an tidak menyuruh kita untuk "istirja') ketika menjelaskan puasa dan pengakhiran puasa di surat Al-Baqarah, bahkan menyuruh kita bertakbir dan berdzikir. Jika Ied adalah kesedihan, tentu al-qur'an menyuruh kita "inna lillahi ..." wallahu a'lam dhea ==== Abu Abdillah <abdullah_abu@ hotmail.com> wrote: >From: achmad irzan <[EMAIL PROTECTED] com> >Date: Mon, 25 Nov 2002 22:12:56 -0800 (PST) >sebentar lagi kita akan memasuki idul fitri, dan saya mmempunyai satu >pertanyaan, bagaimanakah seharusnya perasaan kita pada saat menyelesaikan >romadhon dan memasuki idul fitri, apakah kita gembira ataukah bersedih? Mengapa anda harus bersedih ??? Hari raya Iedul Fithri, adalah salah satu dari dua hari raya umat Islam, tentunya di hari raya tersebut kita harus menampakkan kegembiraan, kebahagian, kesenangan dan ni'mat, karena dengan menampakkan kegembiraan pada hari-hari raya merupakan syi'ar agama Islam. Dibawah ini akan saya salinkan penjelasan arti Ied (Hari Raya) dari situs almanhaj. MAKNA IED [HARI RAYA] Oleh Syaikh Ali Bin Hasan bin Abdul Hamid Al-Halabi Al-Atsari sumber http://www.almanhaj .or.id Id secara bahasa artinya setiap hari yang didalamnya ada perkumpulan. Diambil dari kata " 'aada – yauudu " artinya kembali, karena seakan-akan mereka selalu kembali padanya. Adapula yang berpendapat bahwa Id diambil dari kata : " Adat atau kebiasaan", karena mereka menjadikannya sebagai kebiasaan. Bentuk jamaknya adalah " 'ayaada ". Bila dakatakan " Id Muslimun " maknanya : Mereka menyaksikan hari raya (Id) mereka. Ibnul A'rabi mengatakan : "Id dinamakan dengan nama tersebut karena setiap tahun ia selalu kembali dengan kegembiraan yang baru" [1] Berkata Al-Alamah Ibnu Abidin : "Id dinamakan dengan nama ini, karena milik Allahlah pada hari itu segala macam kebaikan, yakni macam-macam kebaikan yang kembali atas hamba-hambaNya dalam setiap hari, diantaranya : kebolehan berbuka (menyantap makanan dan minuman) setelah sebelumnya dilarang, sedekah (zakat) fithri, sempurnanya pelaksanaan ibadah haji dengan tawaf ziarah, daging-daging kurban dan selainnya. Dan karena kebiasaan pada hari itu sarat dengan kebahagiaan, kegembiraan, kesenangan dan ni'mat[2] [Disalin dari buku Ahkaamu Al' Iidaini Fii Al-Sunnah Al-Muthahharah edisi Idonesia Hari Raya Bersama Rasulullah, oleh Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid Al-Halabi Al-Atsari, hal. 8-11 terbitan Pustaka Al-Haura', penerjemah Ummu Ishaq Zulfa Hussein] _________ Foote Note [1] Lisanul Arab 3/319 [2] Lihat "Hasyiyah Ibnu Abidin 2/165 Ketahuilah wahai saudaraku muslim –semoga Allah memberi taufik kepadaku dan kepadamu untuk taat kepadaNya, hari-hari raya yang Allah tetapkan untuk hamba-hambaNya telah jelas dan diketahui, yang menjadi topik bahasan dari kitab yang ada dihadapanmu ini. Adapun pada masa sekarang, perayaan hari raya itu sangat banyak hingga tidak bisa dihitung di setiap tempat negeri Islam lebih-lebih di luar negeri Islam. Engkau bisa melihat adanya perayaan hari raya untuk pendirian bangunan, untuk kuburan tertentu, individu-individu, perayaan untuk negara dan lain-lain dari hari raya yang sama sekali tidak Allah perkenankan. Sampai-sampai didapatkan pada sebagian data statistic bahwa kaum muslimin di India memiliki 144 hari raya dalam setiap tahun. Lihat "A Yadul Islam" (8) dengan beberapa tambahan. http://www.almanhaj .or.id/index. php?action= more&article_ id=1167&bagian= 0 ------------ --------- --------- --- Do you Yahoo!? Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail. Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
