Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuhu,
Akh Fachri kamal, Syukran atas e-mail antum, Jadzakallahukhair.

Ana melihat ada 2 kondisi yang berbeda mengenai penetapan 1 syawal.
(A) Kondisi syak ragu antara terlihat atau tidaknya hilal atau masalah scope 
wilayah, dan
(B) Kondisi di wilayah yang telah jelas melihat hilal.
Menurut ana, posisi kita adalah dikondisi (B) karena sudah ada yang melihat 
hilal.
Untuk itu kalau 1 syawal sudah jelas maka seharusnya kita tidak melengkapi 
puasa hingga 30 hari.
Dan tidak ada keta'atan pada manusia (pemerintah) pada hal2 yang telah jelas 
menyalahi perintah Rasulullah.

Ana juga tidak habis pikir bagaimana mungkin Menag mengatakan tidak satupun ada 
yang melihat hilal,
padahal berdasarkan ikhwah yang ikut hadir, ada 3 orang wakil dari Depag yang 
juga hadir dilokasi rukyat yang disaksikan banyak orang. Dan wakil Depag juga 
ikut memberikan tausyiah sebelum dilakukan rukyat.

Terus terang ana pribadi juga mempertanyakan komitment Menag kita terhadap 
masalah syar'i.
Ana dengar dari KBIH yang ittiba' ke sunnah, kabarnya Menag pernah 
memperingatkan akan mencabut surat izin KBIH penyelenggara haji yang 
pelaksanaan ibadah hajinya menyimpang dari ketentuan Depag.
Padahal tata cara pelaksanaan haji yang dibuat Depag jelas2 ada yang menyalahi 
sunnah.
Semoga Allah memberikan taufiq nya kepada kita dan beliau untuk selalu rujuk 
kepada sunnah.
Kita berterima kasih atas jasa beliau melakukan banyak improvement dalam 
management di Depag,
Tetapi dalam masalah syar'i kita masih perlu hati2 terhadap kekeliruan 
penyimpangan terhadap sunnah yang mungkin belum beliau pahami.
Wallahu'alam.


----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Monday, October 23, 2006 10:49 AM
Subject: Re: [assunnah] Urgent: Terlampir surat edaran kesaksian mereka yang 
melihat hilal maghrib tadi (Dari Lajnah Falakiyah Al-Husiniyah Cakung Barat 
jakarta timur)

> Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu,
>
> Menurut yang ana mengerti, urusan berpuasa dengan melihat hilal ini
> bukanlah berhubungan dengan haramnya berpuasa pada satu syawal, tetapi
> lebih disebabkan pentingnya untuk menyempurnakan hari ibadah puasa dalam
> satu bulan.  Jadi jangan sampai puasa Ramadhan tsb kurang dari satu hari
> (mustinya 30 jadi 29 hari).  Hal ini seperti penjelasan Syaikh bin Baz
> ketika beliau menjelaskan tentang perbedaan tempat terbit bulan sabit
> kiriman akh Isyhadubiannamuslim tgl 15/10/06 di milling list ini:
> ____________________
> PERTANYAAN 5:
> Jika ada perbedaan tempat terbit bulan sabit, bagaimana masyarakat tersebut
> menentukan hari puasanya? Apakah penduduk negeri-negeri yang jauh seperti
> Amerika dan Australia diharuskan untuk berpuasa sesuai dengan ru'yah
> (penglihatan bulan sabit/hilal) penduduk Kerajaan Saudi Arabia? Karena
> mereka tidak melihat bulan sabit?
>
> JAWAB:
> Yang benar adalah berpedoman pada (satu) ru'yah. Dan tidak perlu melihat
> perbedaan tempat terbitnya bulan sabit. Karena Nabi shalallallahu 'alayhi
> wasallam memerintahkan untuk berpedoman pada (satu) ru'yah tanpa ada
> rincian tertentu. Dalam hadits shahih dari beliau shalallallahu 'alayhi
> wasallam, bersabda (yg artinya):
>
> "Berpuasa dengan melihatnya (bulan sabit) dan berbukalah (Idul Fitri)
> dengan melihatnya (bulan sabit). Maka jika langit berawan diatasmu, maka
> sempurnakanlah bilangan (hari-hari dalam bulan Sya'ban), tiga puluh (hari).
> "
>
> Dan sabda beliau shalallallahu 'alayhi wasallam yang lain (yg artinya):
>
> "Janganlah kamu berpuasa hingga kamu melihat bulan sabit atau kamu
> menyempurnakan hitungan (bulan Sya'ban). Dan janganlah kamu berbuka hingga
> kamu melihat bulan sabit atau kamu menyempurnakan bilangan."
>
> Dan hadist-hadits yang semakna dengan ini, sangat banyak.
>
> Rasulullah shalallallahu 'alayhi wasallam tidak mengisyaratkan perbedaan
> tempat terbitnya bulan sabit, sedang beliau tahu akan hal itu. Dan
> sekelompok ulama berpendapat bahwa masyarakat setiap negeri diharuskan
> punya ru'yah tersendiri jika tempat terbitnya berbeda. Mereka berdalil
> dengan riwayat Ibnu Abbas radliyallahu anhuma bahwa beliau tidak memakai
> ru'yah penduduk negeri Syam, di saat beliau sedang berada di Madinah.
>
> Sementara penduduk Syam telah melihat bulan sabut pada malam Jum'at, di
> zaman Muawiyah radliyallahu anhu. Sedangkan penduduk Madinah sendiri,
> mereka belum melihatnya kecuali pada malam Sabtu, lalu Ibnu Abbas
> radliyallahu anhuma berkata pada waktu diberitahu Kuraib tentang ru'yah
> penduduk Syam dan puasa mereka:
>
> "Kami melihatnya pada malam Sabtu, maka kami akan tetap berpuasa hingga
> kami melihatnya atau kami sempurnakan hitungan (bulan Sya'ban)."
>
> Mereka pun berdalil dengan sabda Nabi shalallallahu 'alayhi wasallam (yg
> artinya):
>
> "Berpuasalah dengan melihatnya dan berbukalah dengan melihatnya (bulan
> sabit)."
>
> Pendapat ini cukup kuat. Dan anggota Majlis Ulama Besar di Kerajaan Saudi
> Arabia memutuskan untuk mengambil pendapat ini. Dan hanya Allah jualah yang
> berkuasa untuk memberi taufiq.
>
> Disadur dari Buku:
> "Tuhfatul Ikhwan bi Ajwabatin Muhimmatin Tata'allaqu bi Arkanil Islam"
> Oleh: Syaikh al Imam Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz
>
> Hadist-hadist diatas menunjukkan bahwa di sunnahkan bagi kita
> menyempurnakan puasa, walaupun itu hari syak umpama karena bulan tertutup
> awan pada saat melihat hilal pada tanggal 29 Ramadhan. Padahal ada
> kemungkinan hilal telah kelihatan, hanya tertutup awan.
>
> Wallahu'alam
> FK
>
>
>
> "Mukarram Ibr." <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Sent by: [email protected]
> Subject: [assunnah] Urgent: Terlampir surat edaran kesaksian mereka yang 
> melihat hilal maghrib tadi (Dari Lajnah Falakiyah Al-Husiniyah Cakung Barat 
> jakarta timur)
> 22/10/2006 23:41
> Please respond to [email protected]
>
> Assalamu'alaikum.
>
> Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bersabda,
> "Jika kalian melihatnya (hilal ramadhan) maka berpuasalah, dan jika kalian
> melihatnya (hilal syawwal) meka berbukalah" HR Bukhari, Muslim
>
> Berikut ana lampiran surat edaran dari Lajnah Falakiyah Al-Husiniyah tempat
> dilakukan rukyatulhilal maghrib tadi.
> Jadi insyaAllah besok senin 23/oct sudah 1 syawal.
> Berdasarkan keterangan dari ikhwah yang menyaksikan dari proses persiapan
> hingga selesai, insyaAllah informasi ini tsiqah.
> Untuk penjelasan lebih detail silakan menghubungi langsung ke nomor telpon
> ma'had tersebut.
> Rasanya cukup penting agar jangan sampai kita berpuasa di hari yang
> diharamkan Allah untuk berpuasa.
> Wallahu'alam.
> Akhukumfillah



Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke