Subhana4JJI.....
Sungguh indah jika pemikiran kaum Muslim di Indonesia seperti anta.
Maka perbedaan itu dapat disatukan.
Persatuan ini akan mematahkan persepsi2 miring umat lain tentang Islam, 
khususnya di Indonesia yg hampir setiap tahunnya (akhir2 ini) terdapat 2 hari 
Raya Idul Fitri dikarenakan perbedaan yg masing2 kuat dengan keyakinannya, tak 
mau mencapai mufakat utk kebaikan bersama.

Wallahu A'lam

Alhamdulillah Jazakumullahi Khoiro


aastamsar2 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamu 'alaikum.
Masalah perbedaan penentuan tanggal 1 Syawal sudah sering terjadi. pembahasanya 
pun sudah sering dikemukakan, walau hanya menyoroti dari segi boleh tidaknya 
hisab.seandainya kita mau berpikir lebih jauh tentu akan terlihat jelas 
dihadapan kita, masalah perbedaan itu tidak hanya meliputi sandaran hujjah yang 
digunakan. pernahkan kita pikirkan akibat dari timbulnya perbedaan itu ? 
Bagaimana anggapan orang tetang kehidupan muslim di Indonesia? ada yang 
mengatakan "Baru menentukan lebaran saja sudah tidak bisa kompak, apalagi 
masalah lain yang lebih luas". Bagaimana perasaan kita terhadap hal itu dan 
bagaimana kita harus menannggapinya?

Allah SWT telah memerintahkan kita untuk menta'ati-Nya, menta'ati Rasul-Nya dan 
ulil amri. Allah SWT telah memerintahkan untuk puasa dan Rasul SAW telah 
menjelaskan tatacara dan batasannya. Ulil amri telah berusaha menterjemahkannya 
dengan menentukan jatuhnya 1 syawal. lalu kenapa kita tidak mentaatinya? Lalu 
mau kepada siapa kita taat? atau apakah kita masih belum tahu yang dimaksud 
ulil amri oleh Allh SWT? atau kita berpura-pura bodoh?

Sesungguhnya Islam adalah agama yang mudah. Kenapa harus dipersulit? Rasul SAW 
telah memrintahkan melihat hilal. apabila tidak terlihat diperintahkan untuk 
menggenapkannya. apakah sulit untuk melaksanakannya? Apabila hilal tidak 
terlihat, apakah sulit untuk menggenapkan puasa? Apakah merasa berat untuk 
puasa?

teknologi mungkin sudah maju dengan sangat pesat, tapi apakah ibadah seperti 
ini harus dicampuri dengan teknologi seperti itu? apakah keterbatasan suatu 
teknologi harus selalu diatasi dengan teknologi lain, demikian seterusnya. 
Jadi, kalau demikian, kapan kita akan melaksanakan hadits Nabi SAW di atas?

seandainya penggunaan teknologi modern diperbolehkan secara luas dalam masalah 
ibadah, tentu akan ada seseorang yang memasang komputer di masjid untuk 
menentukan waktu shalat dan mengumandangkan adzan dan bacaan Al-Qur'an. 
bukankah perhitungan komputer sudah sedemikian tepatnya dan suara muadzain yang 
direkam bisa sangat bagus. Namun apakah ini diperbolehkan? Kalau boleh tentu 
akan mengurangi jatah manusia untuk beribadah dengan sesuatu (komputer) yang 
tidak dikenai kewajiban ibadah.

marilah kita tafakuri masalah di atas. barangkali ada seseorang yang mempunyai 
ilmu yang mau membahasnya. itu akan sangat berharga dan mudah-mudahan dapat 
menghilangkan masalah perbedaan ini untuk seterusnya. wassalamu 'alaikum



---------------------------------
All-new Yahoo! Mail - Fire up a more powerful email and get things done faster.



Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke