> Assalamu'alaikum warahmatullahiwabarokatuh,
>
> Ana mohon bantuannya tentang hadist-hadist Shahih tentang
merapatkan shaf2 ketika shalat berjamaah. soalnya di masjid deket
rumah ana, ada beberapa atau bahkan mayoritas jemaah shalat berjamaah
berusaha "matian2" untuk tidak merapatkan shaf. bahkan ada yang
ketika ana berusaha rapatkan shaf, orang tersebut rela untuk pindah
shaf/shaf baru atau shalat sendirian di belakang. insya Allah, kalau
ada diantara ikhwan yang mau bantu ana, ana mau print dan menjelaskan
baik2 kepada orang tersebut. semoga hidayah Allah selalu terbuka
untuknya. Amin.
>
-------------------


Wa'alaikumussalaam wa rohmatulloh wa barokaatuh wa maghfirotuh(*),

Al-Hamdulillah wash sholaatu was salaamu 'ala Rosulillaah, amma ba'du:

Dalam Shohih al-Bukhori di kitab al-Jama'ah wal Imaamah pada bab
Ilzaaqul-Mankib bil-Mankib wal-Qodam bil-Qodam fish-Shof (Menempelkan
bahu dengan bahu, telapak kaki dengan telapak kaki dalam shof) :

ÍÏËäÇ ÚãÑæ Èä ÎÇáÏ ÞÇá: ÍÏËäÇ ÒåíÑ¡ Úä ÍãíÏ¡ Úä ÃäÓ¡ Úä ÇáäÈí Õáì Çááå
Úáíå æÓáã ÞÇá:  (ÃÞíãæÇ ÕÝæÝßã¡ ÝÅäí ÃÑÇßã ãä æÑÇÁ ÙåÑí). æßÇä ÃÍÏäÇ
íáÒÞ ãäßÈå ÈãäßÈ ÕÇÍÈå¡ æÞÏãå ÈÞÏãå.

Telah menceritakan kepada kami 'Amr bin Kholid, ia berkata : telah
menceritakan kepada kami Zuhair, dari Humaid, dari Anas, dari Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

"Tegakkanlah shof-shof kalian, sesungguhnya aku melihat kalian dari
balik punggungku", (kemudian Anas berkata) 'dan ketika itu salah satu
dari kami menempelkan bahunya ke bahu temannya dan kakinya ke kaki
temannya'.

Hadits ini juga bisa dilihat di kitab Riyadhush Sholihin yang ditulis
oleh al-Imam an-Nawawi, hadits no. 1088.

Dalam riwayat al-Mukhlish dan Ibnu Abi Syaibah [dishohihkan asy-
Syaikh al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shohihah no. 31]
dengan lafadz :

ÞÇá ÃäÓ ÝáÞÏ ÑÃíÊ ÃÍÏäÇ íáÕÞ ãäßÈå ÈãäßÈ ÕÇÍÈå æÞÏãå ÈÞÏãå Ýáæ ÐåÈÊ
ÊÝÚá åÐÇ Çáíæã áäÝÑ ÃÍÏßã ßÃäå ÈÛá ÔãæÓ

Anas berkata : "Maka aku melihat salah seorang diantara kami
menempelkan bahunya dengan behu temannya, kakinya dengan kaki
temannya. Kalau engkau melakukan ini pada hari ini, akan lari seorang
dari kalian seolah-olah ia keledai liar."

Dalam hadits an-Nu'man bin Basyir yang diriwayatkan Abu Dawud hadits
no. 662 [dishohihkan asy-Syaikh al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits
ash-Shohihah no. 32]:

ÍÏËäÇ ÚËãÇä Èä ÃÈí ÔíÈÉ ËäÇ æßíÚ Úä ÒßÑíÇ Èä ÃÈí ÒÇÆÏÉ Úä ÃÈí ÇáÞÇÓã
ÇáÌÏáí ÞÇá ÓãÚÊ ÇáäÚãÇä Èä ÈÔíÑ íÞæá : ÃÞÈá ÑÓæá Çááå Õáì Çááå Úáíå æÓáã Úáì
ÇáäÇÓ ÈæÌåå ÝÞÇá ÃÞíãæÇ ÕÝæÝßã ËáÇËÇ æÇááå áÊÞíãä ÕÝæÝßã Ãæ áíÎÇáÝä Çááå
Èíä ÞáæÈßã ÞÇá ÝÑÃíÊ ÇáÑÌá íáÒÞ ãäßÈå ÈãäßÈ ÕÇÍÈå æÑßÈÊå ÈÑßÈÉ ÕÇÍÈå
æßÚÈå ÈßÚÈå

Telah menceritakan kepada kami 'Utsman bin Abi Syaibah, telah
menceritakan kepada kami Wakii' dari Zakariya bin Abi Za`idah dari
Abil Qosim al-Jadali, ia berkata : aku mendengar an-Nu'man bin Basyir
berkata : Rosululloh shallallahu 'alaihi wa sallam menghadapkan
wajahnya ke arah manusia, kemudian bersabda : "Tegakkanlah shohf-shof
kalian (3x), demi Allah, sungguh kalian benar-benar meluruskan shof
atau Allah akan memperselisihkan antara hati-hati kalian." Berkata
(an-Nu'man bin Basyir) : 'maka aku melihat seseorang menempelkan
bahunya dengan bahu temannya, lututnya dengan lutut temannya, dan
kakinya dengan kaki temannya'.

Asy-Syaikh al-Albani rohimahulloh telah menjelaskan fiqih 2 hadits di
atas (hadits Anas & an-Nu'man) dalam Silsilah al-Ahaadits ash-
Shohihah no. 31 & 32, beliau berkata :

Dalam 2 hadits ini ada faidah-faidah yang penting:

Yang pertama : Wajibnya menegakkan shof, meluruskannya dan
merapatkannya, karena adanya perintah tentang hal ini. Dan asal suatu
perintah adalah wajib kecuali jika ada qorinah (sebab lain),
sebagaimana disepakati dalam ilmu ushul. Dan qorinah di sini
menguatkan hukum wajibnya, yakni sabda beliau shallallahu 'alaihi wa
sallam: ".. atau Allah akan memperselisihkan antara hati-hati
kalian ..". Maka sesungguhnya ancaman yang seperti ini tidak
dikatakan dalam apa-apa yang tidak wajib, sebagaimana tidak samar
lagi.

Yang kedua : bahwa meluruskan (shof) yang disebutkan adalah dengan
menempelkan bahu dengan bahu, telapak kaki dengan kaki. Karena inilah
yang dilakukan para shahabat rodhiyallahu 'anhum ketika mereka
diperintahkan untuk menegakkan shof. Demikian pula yang dikatakan Al-
Hafidz dalam "al-Fath" setelah membawakan tambahan yang terdapat pada
hadits yang pertama dari perkataan Anas :

"Dan penegasan ini berfaidah bahwa perbuatan tersebut terjadi pada
zaman Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan dengan ini sempurnalah
pengambilan hujjah dengannya (perkataan Anas) atas penjelasan tentang
maksud menegakkan shof dan meluruskannya."

Dan sangat disayangkan bahwa sunnah meluruskan (shof) ini telah
diremehkan oleh kaum muslimin, bahkan mereka meninggalkannya kecuali
sedikit dari mereka. Sesungguhnya aku tidak melihatnya (sunnah
meluruskan shof) pada mereka kecuali ahlul hadits, aku melihat mereka
di Makkah pada tahun 1368 bersemangat dalam berpegang teguh dengannya
(sunnah tersebut) sebagaimana yang (sunnah-sunnah) yang lainnya dari
sunnah-sunnah al-Mushthofa (Rasululloh) 'alaihish sholatu was salaam,
berbeda dengan yang selain mereka dari para pengikut mazhab yang 4 --
aku tidak mengecualikan dari mereka, bahkan Hanabilah (pengikut
mazhab Hambali)--, maka sungguh sunnah ini di sisi mereka telah
dilupakan.

Bahkan mereka mengajak untuk meninggalkannya dan berpaling darinya.
Yang demikian karena kebanyakan mazhab mereka mengatakan bahwa yang
sunnah dalam berdiri (waktu sholat) adalah memberi jarak antara 2
kaki dengan jarak 4 jari, jika ditambah maka dimakruhkan, sebagaimana
perinciannya terdapat pada "al-Fiqhu 'alal Mazhahib al-Arba'ah"
(1/207), dan ukuran tersebut tidak ada asalnya dalam sunnah, dan
hanya saja ia pendapat semata. Andaikan shohih maka wajib di-taqyid
dengan Imam atau orang yang sholat sendirian sehingga tidak saling
bertentangan dengan sunnah (merapatkan shof) yang shohihah ini,
sebagaimana kaidah-kaidah ushuliyyah menunjukkan demikian.

Dan kesimpulannya : sesungguhnya aku menyerukan kepada kamu muslimin -
-dan khususnya para imam masjid—yang bersemangat dalam mengikuti
beliau shllallahu 'alaihi wa sallam dan menginginkan keutamaan
menghidupkan sunnahnya shallallahu 'alaihi wa sallam agar mereka
mengetahui tentang sunnah ini dan bersemangat dengannya dan
menyerukan manusia kepadanya sampai mereka semua bersepakat atas
sunnah tersebut. Dan dengan demikian mereka akan selamat dari
ancaman "..atau Allah akan memperselisihkan antara hati-hati kalian.."

Yang ketiga : dalam hadits yang pertama (hadits Anas) terdapat
mukjizat yang jelas pada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu
penglihatan beliau shallallahu 'alaihi wa sallam dari belakangnya,
akan tetapi sepatutnya untuk diketahui bahwa mukjizat ini khusus
dalam keadaannya shallallahu 'alaihi wa sallam dalam sholat, yang
demikian karena tidak terdapat dalam sunnah bahwa beliau juga bisa
melihat seperti itu di luar sholat. Wallahu A'lam.

Yang keempat : dalam 2 hadits tersebut terdapat dalil yang jelas atas
perkara yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang, walaupun telah
diketahui dalam ilmu kejiwaan yaitu bahwa kerusakan dzohir (yang
nampak) berdampak pada kerusakan yang batin, demikian pula
sebaliknya, dan dengan makna ini (didukung) hadits yang banyak.
Semoga kami dapat mengumpulkannya dan men-takhrij-nya dalam
kesempatan lain insyaAllah Ta'ala.

Yang kelima : bahwa masuknya (mulai sholat) imam dalam takbirotul
ihrom ketika mu'adzdzin berkata "Qod qomatish sholah" adalah bid'ah,
karena penyelisihannya terhadap sunnah yang shohihah sebagaimana
ditunjukkan oleh 2 hadits ini, bahkan yang pertama dari keduanya.
Sesungguhnya 2 hadits tersebut memberikan faidah bahwa wajib bagi
imam setelah iqomah sholat, untuk menegakkannya, yakni memerintahkan
orang-orang untuk meluruskan (shof) sebagai peringatan bagi mereka
dengannya (sunnah), karena sesungguhnya ia (imam) akan ditanya
tentang mereka :

" ßáßã ÑÇÚ æ ßáßã ãÓÄæá Úä ÑÚíÊå ... " .

"Setiap dari kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan ditanya
tentang apa-apa yang dipimpinnya…"

Wallahu A'lam.

Abu SHilah

(*) Lafadz tambahan "…wa maghfirotuh" diriwayatkan al-Imam al-Bukhori
dalam at-Tarikh al-Kabir dan dishohihkan asy-Syaikh al-Albani dalam
Silsilah al-Ahaadits ash-Shohihah no. 1449. Wallahu A'lam.



Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke