Bilamana kalau kita yang terlambat, dan menempati shaf paling belakang
sendiri, apa yang harus dikerjakan ? karena saya pernah mendengar ada
perintah untuk memaksakan masuk shaf didepan atau menarik salah seorang di
shaf depan untuk menemani kita di belakang.


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Mo ikut kasih info sedikit....
Untuk yang masalah antum sampaikan sudah ada dan dibahas dalam buku kecil 25
Fatwa Syaikh Albani yang diterbitkan oleh optima Semarang. Di dalam buku itu
dibahas oleh syaikh Albani dari pertanyaan yang mirip dengan yang antum
tanyakan.
Kurang lebih intinya.... Hadits yang digunakan untuk menarik orang lain yang
didepan kebelakang dan bisa sejajar dengan kita tidak shahih ataupun hasan.
Jadi tidak bisa dipakai... Adapun untuk merapatkan shaf dalam sholat harus
dimaksimalkan dan jangan diremehkan karena bagian dari kesempurnaan shalat
berjama'ah. Kalau misal kita telat dan berada di belakang sendirian
sedangkan kita mampu untuk masuk diantara celah jama'ah (yang dalam kondisi
sekarang ini jarak antar makmum bisa sampai 20 cm) maka kita terkena hadits
shahih tentang keutamaan merapatkan shaf, tapi apabila memang kita tidak
mampu untuk masuk ke dalam celah barisan, maka itulah kemampuan kita... dan
Allah tidak membebani umatnya diluar batas kemampuannya. Tapi bukan berarti
kita boleh menggunakan hadits yang tidak sah yang berkaitan dengan menarik
seseorang ke shaf belakang.
Demikian apa yang dapat saya fahami dari penjelasaan Syaikh Albani...
wallahu'alam....
Semoga bermanfaat...
Semoga Allah mengampuni kesalahan-kesalahan saya Amin

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Abdillah Majid Abu Dzaky


On 11/3/06, anang dwicahyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> mohon penjelasan :
>
> Bilamana kalau kita yang terlambat, dan menempati shaf paling belakang
> sendiri, apa yang harus dikerjakan ? karena saya pernah mendengar ada
> perintah untuk memaksakan masuk shaf didepan atau menarik salah seorang di
> shaf depan untuk menemani kita di belakang.
>
>
> giyan giant <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> LARANGAN KERAS MENYELISIHI SHAF DALAM SHOLAT DAN MEMBIARKAN CELAH SERTA
> TIDAK MENUTUPNYA
>
> Diriwayatkan dari 'Abdullah bin Mas'ud, ia berkata: Rasululloh biasanya
> mengatur bahu-bahu kami ketika hendak sholat hendak sholat sambil brkata :
> astawuu wala takhtalifuu fatah talifa quluu bukum liya niiminkum ulul ahla
> mi wannaha tsammmalladzii na yaluu tahum tsummalladzii na yaluutahum.
> artinya: Luruskanlah shaf dan janganlah berselisih hingga membuat hati
> kalian saling berselisih, Hendaklah shaf pertama dibelakangku diisi oleh
> orang-orang pintar dan berakal. Menyusul orang-orang yang dibawah mereka
> kedudukannya mengisi shaf-shaf berikutnya.
>
> Diriwayatkan dari 'Abdullah bin Umar, bahwasanya Rasululloh bersabda:
> Rapatkanlah shaf kalian, rapatkanlah bahu-bahu kalian, tutuplah celah,
> berlemah lembutlah terhadap tangan-tangan saudara kalian (yang meluruskan
> shaf), jangan biarkan ada celah, untuk syaithon-syaithon, barang siapa
> menyambung shaf, niscaya ALLOH akan menyambungnya ,barang siapa memutus
> shaf, niscaya ALLOH akan memutusnya.
> Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas, ia berkata Rasululloh bersabda:
> "Jangan sampai kedapatan olehku masih ada celah!yakni dalam sholat."
>
> Kandungan Bab:
> 1. Haram hukumnya memutus shaf dan menyelisihinya di dalam sholat atau
> membiarkan ada celah untuk syaithon dan tidak memutupnya
> 2. Merapatkan shaf mendatangkan banyak sekali hikmah, diantaranya,
> a.Menyerupai shaf-shaf Malaikat yang mulia sebagaimana mereka bershaf
> dihadapan ALLOH. Dalam hadits Jabir bin Samurah ia berkata: Rasululloh
> keluar menemui kami lalu berkata: "Maukah kalain bershaf seperti para
> Malaikat bershaf dihadapan RABBNYA?" Kami berkata: Wahai Rasululloh
> bagaimana para malaikat bershaf di hadapan Rabbnya? "Rasul bersabda: Mereka
> menyempurnakan terlebih dahulu shaf pertama dan merapatkannya."
> HR.Muslim(430)
> b.Mempersempit jalan-jalan masuk bagi syaithon. Ssesungguhnya syaithon
> masuk melalui celah dan tempat kosong (shaf).
> c.Shaf yang baik, rapat dan lurus merupakan tanda kebaikan dan
> kesempurnaan sholat. banyak sekali hadits yang menjelaskannya, diantaranya
> hadits Anas, ia berkata: Rasululloh bersabda: "Rapatkanlah shaf kalian,
> karena merapatkan shaf termasuk penegakan sholat"
> HR, Al-Bukhari(723) dan Muslim(433)
> 3. Merapatkan shaf disempurnakan dengan saling merapatkan bahu dan mata
> kaki. Dalilnya adalah penerapan yang dilakukan oleh para Sahabat dibelakang
> Rasululloh disebutkan dalam hadits Anas bin Malik "Setiap oang merapatkan
> bahunya ke bahu orang yang disampingnya dan merapatkan kakinya dengan kaki
> orang yang disampingnya."
> HR.Al-Bukhari(725)
> 4. Seorang imam seharusnya merapatkan shaf dengan perkataan maupun
> perbuatannya sehingga para makmum dapat memahaminya. Dalam hadits an Nu'man
> bin Basyir disebutkan bahwa Rasululloh merapatkan shaf kami seolah beliau
> merapatkan batang anak panah. Sehingga aku saksikan sendiri kami telah
> memahami intruksi beliau. Pada suatu hari beliau keluar untuk sholat dan
> hampir saja bertakbir. Beliau melihat seorang makmum tubuhnya agak menjulur
> ke depan shaf. Beliau berkata: "Hai hamba-hamba ALLOH luruskanlah shaf
> kalian atau ALLOH akan membuat wajah-wajah kalian berselisih."
> Yaitu dengan mengatur posisi makmum dan memerintahkan mereka untuk
> merapatkan shaf, memeriksa celah an shaf yang masih kosong serta segera
> memerintahkan agar menutupnya.
> HR.Al-Bukhari(717)dan Muslim(436/128)
> Hadits hasan diriwayatkan oleh Abu Dawud(672)
> semoga bermanfaat
>
>
> Bintang Rehari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Assalamu'alaikum warahmatullahiwabarokatuh,
>
> Ana mohon bantuannya tentang hadist-hadist Shahih tentang merapatkan shaf2
> ketika shalat berjamaah. soalnya di masjid deket rumah ana, ada beberapa
> atau bahkan mayoritas jemaah shalat berjamaah berusaha "matian2" untuk tidak
> merapatkan shaf. bahkan ada yang ketika ana berusaha rapatkan shaf, orang
> tersebut rela untuk pindah shaf/shaf baru atau shalat sendirian di belakang.
> insya Allah, kalau ada diantara ikhwan yang mau bantu ana, ana mau print dan
> menjelaskan baik2 kepada orang tersebut. semoga hidayah Allah selalu terbuka
> untuknya. Amin.
>
> Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.



Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke