Wa 'alaikumsalam warahmatullahi wabarakaatuh

Apakah Matahari berputar mengelilingi bumi?.

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin

Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin ditanya: "Apakah Matahari
berputar mengelilingi bumi?".

Jawaban.
"Dhahirnya dalil-dalil syar'i menetapkan bahwa mataharilah yang
berputar mengelilingi bumi dan dengan perputarannya itulah
menyebabkan terjadinya pergantian siang dan malam di permukaan bumi,
tidak ada hak bagi kita untuk melewati dhahirnya dalil-dalil ini
kecuali dengan dalil yang lebih kuat dari hal itu yang memberi
peluang bagi kita untuk menakwilkan dari dhahirnya.Diantara dalil-
dalil yang menunjukkan bahwa matahari berputar mengelilingi bumi
sehingga terjadi pergantian siang dan malam adalah sebagai berikut:

[1]. Allah subhana wa ta'ala berfirman tentang Ibrahim akan hujahnya
terhadap yang membantahnya tentang Rabb:
"Artinya : Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka
terbitkanlah dia dari barat," (QS Al Baqarah 258).
Maka keadaan keadaan matahari yang didatangkan dari timur
merupakan dalil yang dhahir bahwa matahari berputar mengelilingi
bumi.

[2]. Dan Allah subhana wa ta'ala berfirman juga tentang Ibrahim:
"Artinya : Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia
berkata: 'Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar', maka tatkala
matahari itu terbenam dia berkata: 'Hai kaumku, sesungguhnya aku
berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.' " (QS Al An'am 78).
Jika Allah menjadikan bumi yang mengelilingi matahari niscaya Allah
berkata: "Ketika bumi itu hilang darinya".

[3]. Allah subhana wa ta'ala berfirman :
"Artinya : Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong
dari gua mereka berada disebelah kanan, dan bila matahari itu
terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam
tempat yang luas dalam gua itu." (QS. Al Kahfi 17).
Allah menjadikan yang condong dan menjauhi adalah matahari, itu
adalah dalil bahwa gerakan itu adalah dari matahari, kalau gerakan
itu dari bumi niscaya Dia berkata: "gua mereka condong darinya
(matahari)". Begitu pula bahwa penyandaran terbit dan terbenam
kepada matahari menunjukkan bahwa dialah yang berputar meskipun
dilalahnya lebih sedikit dibandingkan dilalah firmanNya "(condong)
dan (menjauhi mereka)".

[4]. Allah subhana wa ta'ala berfirman :
"Artinya : Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang,
matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam
garis edarnya." (QS Al Anbiya' 33).
Ibnu Abbas radhiallahu anhu berkata:"Berputar dalam suatu garis
peredaran seperti alat pemintal". Penjelasan itu terkenal darinya.

[5]. Allah subhana wa ta'ala berfirman :
"Artinya : Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya
dengan cepat," (QS Al A'raf 54).
Allah menjadikan malam mengejar siang, dan yang mengejar itu yang
bergerak dan sudah maklum bahwa siang dan malam itumengikuti
matahari.

[6]. Allah subhana wa ta'ala berfirman :
"Artinya : Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang
banar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas
malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan
menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah yang Maha Perkasa
lagi Maha Pengampun." (QS Az Zumar 5).
FirmanNya: "Menutupkan malam atau siang" artinya memutarkannya
atasnya seperti tutup sorban menunjukkan bahwa berputar adalah dari
malam dan siang atas bumi. Kalau saja bumi yang berputar atas
keduanya (malam dan siang) niscaya Dia berkata: "Dia menutupkan bumi
atas malam dan siang". Dan firmanNya: "maahari dan bulan, semuanya
berjalan", menerangkan apa yang terdahulu menunjukkan bahwa matahari
dan bulan keduanya berjalan dengan jalan yang sebenarnya (hissiyan
makaniyan), karena menundukkan yang bergerak dengan gerakannya lebih
jelas maknanya daripada menundukkan yang tetap diam tidak bergerak.

[7]. Allah subhana wa ta'ala berfirman :
"Artinya : Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan
apabila mengirinya," (QS Asy Syam 1-2).
Makna (mengiringinya) adalah datang setelahnya. dan itu dalil yang
menunjukkan atas berjalan dan berputarnya matahari dan bulan atas
bumi. Seandainya bumi yang berputar mengeliligi keduanya tidak akan
bulan itu mengiringi matahari, akan tetapi kadang-kadang bumi
mengelilingi matahari dan kadang-kadang matahari mengeliling bulan,
karena matahari lebih tinggi dari pada bulan. Dan untuk menyimpulan
ayat ini membutuhkan pengamatan.

[8]. Allah subhana wa ta'ala berfirman :
"Artinya : Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka
adalah malam; Kami tanggalkan siang dan malam itu, maka dengan serta
merta mereka berada dalam kegelapan, dan matahari berjalan ditempat
peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha
Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah,
sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah
dia sebagai tandan yang tua. Tidaklah mugkin bagi matahari
mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan
masing-masing beredar pada garis edarnya." (QS Yaa Siin 37-40).
Penyandaran kata berjalan kepada matahari dan Dia jadikan hal itu
sebagai kadar/batas dari Dzat yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui
menunjukkan bahwa itu adalah haqiqi (sebenarnya) dengan kadar yang
sempurna, yang mengakibatkan terjadinya perbedaan siang malam dan
batas-batas (waktu).
Dan penetapan batas-batas edar bulan menunjukkan perpindahannya di
garis edar tersebut. Kalau seandainya bumi yang berputar
mengelilingi maka penetapan garis edar itu bukannya untuk bulan.
Peniadaan bertemunya matahari dengan bulan dan malam mendahului
siang menunjukkan pengertian gerakan muncul dari matahari, bulan
malam dan siang.

[9]. Nabi shallallahu 'alaihi wassallam berkata kepada Abu Dzar
radhiallahu anhu dan matahari telah terbenam.
"Artinya : Apakah kamu tahu kemana matahari itu pergi ?" Dia
menjawab: "Allah dan RasulNya lebih tahu". Beliau
bersabda: "Sesungguhnya dia pergi lalu bersujud di bawah arsy,
kemudian minta izin lalu diijinkan baginya, hampir-hampir dia minta
izin lalu tidak diijinkan. Kemudian dikatakan kepadanya: "Kembalilah
dari arah kamu datang lalu dia terbit dari barat (tempat
terbenamnya) atau sebagaimana dia bersabda (Muttafaq 'alaih) -
dikeluarkan oleh bukhari, Kitab Bad'ul Khalqi, bab shifat asy syam
wal qamar : 3199, dan muslim, kitab Al Iman, bab Bayan az Zaman al
Ladzi la yuqbal fihil Iman : 159
Perkataannya: "Kembalilah dari arah kamu datang, lalu dia terbit
dari tempat terbenamnya" sangatlh jelas sekali bahwa dia (matahari)
itulah yang berputar mengelilingi bumi dengan perputarannya itu
terjadinya terbit dan terbenam.

[10]. Hadits-hadits yang banyak tentang penyandaran terbit dan
terbenam kepada matahari, maka itu jelas tentang terjadinya hal itu
dari matahari tidak kepada bumi." Kemudian syaikh menutup
penjelasannya dengan mengatakan : "Boleh jadi disana masih banyak
dalil-dalil lain yang tidak saya hadirkan sekarang, namun apa yang
telah saya sebutkan sudah cukup tentang apa yang saya maksudkan.
Wallahu Muwaffiq."

[Disalin dari Majmu Fatawa Arkanul Islam, edisi Indonesia Majmu
Fatawa bab akidah hal 55-59]



On 11/6/06, Raras Setiyani AMd <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Assalamu'alaikum,
>
> Afwan ana mau tanya, apakah benar matahari itu mengelilingi bumi...?
> Apakah ada dalil dan pembuktiannya...?
> Bagaimana dengan ilmu saint saat ini sudah ada dan dipakai secara umum dan
> mendarah daging dengan kaum muslimin..?
>
> wassalamu'alaikum



Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke