Waalaikum salam

Dari beberapa email yg antum tulis, ana sebenernya ngeri membayangkan 'calon 
suami' antum, dari yang mulai bertato sampai saat ini membantah keterangan 
antum dengan tanpa ilmu ...
Bagaimana antum menjelaskan manhaj yang haq ini? apakah antum langsung 
menerangkan (baca: bertemu langsung) atau antum menjelaskan lewat interaktif 
maya (baca: telepon, email atau chatting) .. tentang hukumnya ana persilakan 
ikhwan milis untuk menerangkan kepada ukhti pipit ...
Rasulullah salallahu alaihi wassalam memerintahkan kita menikahi pasangan 
dikarenakan 4 kriteria, maka pilihlah berdasarkan diennya ...jika belum menjadi 
suami saja antum harus bersitegang bagaimana nanti jika sudah menikah?? apakah 
air bisa bercampur dengan api???
saran ana: cobalah beri dia kitab-kitab dasar memahami manhaj salaf, 
alamat-alamat kajian salaf, dan HINDARI PERTEMUAN LANGSUNG ...

Semoga Allah memberi hidayah kepada kita semua
Barakallahu fiik

wassalammualaikum


Original Message -----
From: Pipit Arifin
To: [email protected]
Sent: Friday, November 10, 2006 2:49 PM
Subject: [assunnah] Bagaimana saya harus menjawab?

Assalamu'alaikum,

Mungkin di bawah ini pertanyaan saya yang begitu bodoh. Tapi saya ingin yang 
haq tetap ada dlm pegangan hidup saya.

Beberapa kali saya adu argument dgn calon suami saya.
Mungkin saya kurang arif dalam memberitahukan hal2 yg kurang baik tentang dia 
disaat kami bertemu

Dan tentang Manhaj ini, maksud saya Assunnah, dia punya argument bahwa ajaran 
Assunnah tidak dapat dipertanggungjawabkan keberadaannya, Karena tak jelas 
siapa pemimpinnya, selain itu ajaran di Indonesia yg telah disetujui oleh 
pemerintah dan MUI hanyalah Muhammadiyah dan NU. Jadi kita hanya boleh 
mengikuti dua ajaran itu yang bisa dipastikan kepemimpinan serta 
pertanggungjawaban ajarannya.
Ya ALLAH, semoga engkau membukakan pintu hatinya untuk mengikuti kebenaran yg 
telah Engkau tetapkan. Berikan Hidayah-Mu kepadanya...

Kemudian dia skat mat saya dengan pernyataan bahwa MUI adalah kumpulan para 
Ulama dari berbagai ajaran. Jadi semua keputusan di dlm MUI itu merupakan 
persetujuan yg merupakan penyatuan2 dari berbagai macam ajaran.

Saya ingin tanyakan bagaimana saya menyikapi pernyataan seperti ini?
Karena menurut saya, pernyataan dia itu sangat logis walaupun saya pernah 
berkata pada dia "Kamu nggak akan tau bagaimana Islam itu sebenarnya kalo gak 
mempelajarinya lebih dalam"
tapi dia tetap pada pendiriannya hanya mau mengikuti ajaran Islam yg umum, 
maksudnya nggak terlalu fanatik, seperti anggapan dia. Walaupun saya tau 
kefahaman agama bukanlah suatu kefanatikan. Saya sungguh sadar bahwa untuk 
menuju pintu surga tanpa melewati neraka itu sungguh amat berat.
Jadi harus banyak belajar tentang kemurnian Islam dan mengamalkan ajarannya, 
agar terhindar dari murka ALLAH Subhanahu Wata'ala.

Saya bingung....
Mohon bantuan antum sekalian

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Wa maghfiratuh.



---------------------------------
Sponsored Link
Degrees online in as fast as 1 Yr - MBA, Bachelor's, Master's, Associate - 
Click now to apply



Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke