Wa'alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh ...

Alhamdulillah,
Sepanjang kita bertaubat dari kesalahan kesalahan yang terulang kembali,
Allah masih berkenan untuk mengampuni kita. Ini bentuk kasih sayang Allah
kepada kita. Kalau tidak diampuni, tentu kita akan sangat kesulitan sekali.
Tetapi harus ada kesungguhan dalam bertaubat.

Saya kira Anda bisa lebih luas membaca keterangan dari Ust. Abdul Hakim bin
Amir Abdat dengan judul 'Penyesalan Merupakan Taubat' di Al Masaa il jilid
7.

Beliau membawakan soal dan jawabnya sebagai berikut

---- awal kutipan tulisan Ust. Abdul Hakim
Soal : Jika dia telah menyesal kemudian meninggalkan maksiatnya dan bertekad
tidak akan mengulangnya kembali, tetapi hawa nafsu dan syaithan selalu
mengajaknya untuk mengulangnya kembali, lalu dia mengulang kembali perbuatan
maksiatnya, kemudian dia taubat lagi seperti semula dengan sebenar benarnya,
apakah taubatnya itu dapat dikatakan sebagai taubat yang main main? Karena
hal ini memungkinkan dapat terjadi sampai beberapa kali!

Jawab : Jika dia telah menyesal sebagai awal dari taubatnya dari perbuatan
maksiat yang dia lakukan. Kemudian dia telah meninggalkannya. Lalu dia
bertekad untuk tidak mengulangnya kembali. Dan semua ini dia kerjakan dengan
hati dan perbuatannya dengan sebenar benarnya. Yakni dia benar benar
menyesal, dia benar benar meninggalkannya, dan dia benar benar bertekad
untuk tidak mengulangnya kembali. Kemudian bersama berjalannya waktu dia
mengulannya kembali disebabkan dorongan hawa nafsu dan syaithan. Kemudian
dia bertaubat lagi seperti semula. Dan hal ini sebagaimana yang saudara
katakan, memungkinkan bisa terjadi pengulangan sampai beberapa kali. Tetapi
yang dilihat adalah kesungguhan dan kebenaran dia di dalam bertaubat.
Meskipun di lain waktu dia mengulangnya kembali. Maka dengan sebab
kesungguhannya dia tidak dikatakan sebagai orang yang bermain main di dalam
taubatnya. Walaupun tidak diragukan lagi bahwa taubatnya tidaklah sama
dengan orang yang taubat dan tidak mengulangnya kembali. Barangkali inilah
yang dimaksud dengan hadits Qudsi di bawah ini.

Dari Abu Hurairah, dari Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam yang meriwayatkan
dari Rabbnya (Allah) 'Azza wa Jalla, Ia berfirman : "Hambaku telah berdosa
dengan satu dosa, lalu dia berdoa : Ya Allah, ampunkanlah dosaku!"

Maka Allah Tabaaraka wa Ta'ala berfirman : "Hambaku telah berdosa dengan
satu dosa, maka dia mengetahui sesungguhya dia mempunyai Rabb yang
mengampuni dosa dan menyiksa dengan sebab dosa."

Kemudian dia mengulangnya kembali berdosa, lalu dia berdo'a lagi : "Wahai
Rabb, ampunkanlah dosaku!"

Maka Allah Tabaaraka wa Ta'ala berfirman : "Hambaku telah berdosa dengan
satu dosa, maka dia mengetahui sesungguhnya dia mempunyai Rabb yang
mengampuni dosa dan menyiksa dengan sebab dosa. "

Kemudian dia mengulangnya kembali berdosa, lalu dia berdo'a lagi : "Wahai
Rabb, ampunkanlah dosaku!"

Maka Allah Tabaaraka wa Ta'ala berfirman : "Hambaku telah berdosa dengan
satu dosa, maka dia mengetahui sesungguhnya dia mempunyai Rabb yang
mengampuni dosa dan menyiksa dengan sebab dosa. Kerjakanlah apa yang engkau
mau, maka sesungguhnya Aku akan mengampunimu."
(Hadits Shahih, Telah dikeluarkan oleh Bukhari no. 7507 dan Muslim no.
2758).

Zhahirnya hadits yang mulia ini sebagaimana yang dikatakan Nawawi dalam
mensyarahkannya, bahwa dosa walaupun berulangkali sampai seratus kali bahkan
seribu kali atau lebih banyak lagi, dan dia bertaubat setiap kali berdosa,
maka diterima taubatnya.

--- Akhir kutipan tulisan Ust. Abdul Hakim

Itu yang bisa saya kutip.

Wassalamu'alaikum

Chandraleka
Independent IT Writer


----- Original Message -----
6. bagaimana cara bertobat
Posted by: "m a h e" [EMAIL PROTECTED]
Thu Nov 9, 2006 9:48 am (PST)
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabaraktuh

Ada satu pertanyaan yang ingin saya sampaikan, sehubungan dengan bertobat
Bagaimana caranya bertobat? apakah ada sholat tobat? apakah ada bacaan
khususnya?
Saya mengetahui kalau tobat yang baik adalah jika seseorang tersebut tidak
mengulangi perbuatan dosanya, tetapi
sebagai manusia biasa yang penuh keterbatasan kadang dosa yang sama
terulang kembali, apakah kita bisa bertobat kembali.
Karena saya pernah mendengar ceramah, kalau kita berbuat dosa lekas lah
bertobat, dan jika melakukan dosa itu kembali lekaslah bertobat lagi (cara
ini diutarakan akan memperkecil ruang setan untuk mengganggu kita untuk
melakukan dosa yang sama) .... apakah informasi ini benar adanya.

Apakah bacaan astagfirullah merupakan salah satu bacaan tobat

wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh



Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke