ORANG-ORANG YANG MENDAPAT KEAMANAN DAN PETUNJUK

Oleh
Syaikh Ali bin Hasan Abdul Hamid Al-Halabi
sumber http://www.almanhaj.or.id


�Mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah 
orang-orang yang mendapat petunjuk�

Banyak manusia pada saat ini, mereka hidup dalam kecemasan, ketakutan � 
kengerian � kehati-hatian � dan mereka tidak mengetahui sebab yang pasti dari 
semua ini, sesungguhnya hanyalah hal itu (timbul) dari perasaan mendalam yang 
menghantui mereka, baik di jalan, di rumah dan benteng mereka, atau dalam 
kehidupan mereka, dan saat kepergian dan kedatangan mereka (dari bepergian). 
Dan kalaulah mereka memandang dengan pandangan yang tinggi dan cermat� tentulah 
mereka akan mengetahui bahwa sebab utama jauhnya mereka dari keamanan � dan 
tenggelamnya mereka dalam kebalikannya adalah : Jauhnya mereka dari iltizam 
(konsekwen) dengan hukum-hukum Allah.

Allah berfirman.

�Artinya : Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka 
dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan 
mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk� [Al-An�am : 82]

Maka keamanan � dan petunjuk � adalah dua hal yang berdekatan yang tidak dapat 
dipisahkan jika lenyap salah satu dari keduanya maka lenyaplah yang lain � 
bahkan jika salah satu dari keduanya tipis maka tipislah yang lain.

Maka keamanan yang hakiki � bukanlah dengan banyaknya pasukan dan tentara � dan 
bukan pula dengan banyaknya penjaga dan senjata � kemanan yang hakiki hanyalah 
timbul dari jiwa mutma�innah (jiwa yang tenang), jiwa yang meridhai Allah 
sebagai Rabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasul.

Maka -kalau begitu- keamanan yang hakiki itu adalah aman dari hal-hal yang 
menakutkan, aman dari siksa, dan kesengsaraan, serta hidayah, mendapatkan 
petunjuk kepada jalan yang lurus.

Maka jika mereka tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kesyirikan saja, 
akan tetapi mereka melakukan perbuatan buruk, maka mereka memperoleh pokok 
hidayah, dan pokok keamanan, walaupun tidak mendapatkan kesempurnaan keamanan 
dan hidayah.

Dan pengertian ayat yang mulia itu (Al-An�am : 82) bahwasanya mereka yang tidak 
memperoleh dua perkara ini (keimanan dan tidak mencampurkan iman mereka dengan 
kezaliman), maka mereka tidak memperoleh hidayah dan keamanan, justru yang 
mereka dapatkan adalah kesesatan dan kebinasaan.

Dan ayat yang agung ini (Al-An�am : 82) menjelaskan kepada kita pemahaman yang 
nyata pada firman Allah.

�Artinya : Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, 
disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak 
menurunkan keterangan tentang itu� [Ali-Imran : 151]

Ini (terjadi) di dunia, walaupun mereka (orang-orang kafir) mempunyai benteng 
yang sangat tinggi lagi kokoh serta terjaga, dan mempunyai persenjataan, 
tentara, penjagaan dan kekuasaan�.

Adapaun kelak di akhirat �

�Artinya : Tempat kembali mereka ialah neraka, dan itulah seburuk-buruk tempat 
tinggal orang-orang yang zalim� [Ali-Imran : 151]

Dan janji yang benar datangnya dari Allah yang Haq maka bagi orang-orang yang 
beriltizam (berpegang teguh) untuk mendapat keamanan yang hakiki.

�Artinya : Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara 
kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan 
menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan 
orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi 
mereka agama yang telah diridhaiNya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan 
menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman 
sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun 
dengan Aku� [An-Nur : 55]

�Artinya : Maka manakah di antara dua golongan itu yang lebih berhak mendapat 
keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui?� [Al-An�am : 81]

Orang yang mendapatkan hidayah dan keyakinan � 

Ataukah orang yang berbuat kerusakan dan pelindung-pelindungnya orang musyrik!?

Ataukah pengikut-pengikut mereka dari kalangan orang-orang yang berbuat 
kerusakan dan semisal orang-orang munafik!?


[Diterjemahkan dari majalah Al-Ashalah edisi 3 hal. 7-8, Disalin ulang oleh 
Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi Th I/No. 06. Diterbitkan : Ma�had 
Ali Al-Irsyad Jl. Sultan Iskandar Muda 46 Surabaya]

Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke