Assalamu'alaikum Pak Wasis
Sedikit saya tambahkan ya Pak. Para ulama berbeda pendapat apakah niat itu
termasuk ke dalam syarat sahnya shalat atau ke dalam rukun shalat. Sebagian
ulama seperti pada kitab ad Dasuqi I/232, Mugnil Muhtaj I/148, Bidayah al
Mujtahid I/67 dan Kasyaf al Qanna I/313 (Shahih Fiqh Sunnah Jilid 1)
menganggap bahwa niat adalah syarat sahnya shalat sebagaimana madzhabnya Imam
Ahmad. Sementara itu madzhab asy Syafi'i memasukan niat ke dalam rukun shalat
sebagaimana yang saya pahami.
Namun demikian saya sepakat dengan Bapak bahwa niat letaknya di dalam hati,
dan melafalkan niat ketika shalat adalah perbuatan bidah, dan tidak ada
seorang pun yang mengatakan bahwa melafalkan niat adalah mustahab (sunnah).
Barangsiapa yang berpendapat bahwa melafalkan niat adalah sunnah, berarti dia
telah menyelisihi sunnah Rasulullah ShallallaHu alaiHi wa sallam dan ijma
empat imam serta selainnya (Lihat Majmu Fatawa XXII/233 oleh Syaikhul Islam
Ibnu Taimiyyah).
Juga di Kitab Zaadul Maaad (I/51) oleh Ibnul Qayyim rahimahullah, dijelaskan
bahwa melafalkan niat adalah bidah. Tidak seorang pun meriwayatkannya dengan
sanad shahih atau dhaif, musnad ataupun mursal. Tidak satu lafazh pun. Tidak
dari salah seorang sahabat beliau dan tidak pula dianggap baik oleh tabiin
atau pun Imam yang empat.
WallaHu a'lam
BarakallaHu fiikum
Budi Ari
Wasis Abdu Al-Muhaimin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Benar, saya belum menemukan sebuah dalil khusus yang menunjukkan
bahwa
syarat syahnya sholat adalah niat, oleh karena itu kita kembalikan
kepada dalil umum yang sudah sangat terkenal dan juga telah dijadikan
sebagai salah satu kaidah dalam ushul fiqh :
"Artinya : Sesungguhnya setiap amal itu bergantung kepada niatnya,
apabila seseorang berhijrah untuk mendapatkan Allah dan Rasul-Nya maka
dia akan mendapatkan Allah dan Rasul-Nya, barangsiapa yang berhijrah
untuk selain Allah dan Rasul-Nya maka dia akan apa yang dihijrahkannya itu"
selain itu juga, salah satu dari rukun sholat adalah niat. Tanpa niat
sebuah pekerjaan tidak bisa dilakukan dan itu mustahil (kecuali tidak
sengaja), niat pasti ada di dalam hati kecil kita. Jadi kita tidak perlu
repot - repot melafazhkan niat dengan bacaan - bacaan tertentu. Kalo
kita berdiri sholat pasti sebelumnya kita sudah berniat akan berdiri
untuk sholat. Yang perlu ditekankan dalam masalah niat ini, bagaimana
agar meluruskan niat. Inilah yang susah.
Wallohua'lam
angkat sumekto wrote:
> Assalamu'alaikum..
> mohon pencerahannya tentang masalah 'niat', hadits2 yg berhubungan dengan
> 'niat'
> kenapa niat tidak ada dalam sarat wajib sah nya shalat..?
>
> terima kasih
> Wassalamu'alaikum...
>
Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa
syirik, dan Dia mengampuni dosa selain (syirik) itu bagi siapa yang
dikehendaki-Nya. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah
berbuat dosa yang besar" (QS. An Nisaa' : 48)
Dari Abu Dzar ra., Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Jibril
berkata kepadaku, 'Barangsiapa diantara umatmu yang meninggal dunia dalam
keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, maka pasti dia masuk
surga'" (HR. Bukhari) [Hadits ini terdapat pada Kitab Shahih Bukhari]
---------------------------------
Have a burning question? Go to Yahoo! Answers and get answers from real people
who know.