>From: Hartati Papafragos <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Mon Jan 29, 2007 4:19 pm
>Assalamu'alaykum wr wb,
>Setiap mendengar berita kematian ataupun setiap selesai sholat Ana 
>selalu berpikir mengenai siksa qubur, walaupun diri saat ini 
>mencoba untuk menjadi hamba Allah yang senantiasa berpegang pada Al 
>quran an Al Hadist namun selalu menjadi pertanyaan di diri mengenai 
>siksa qubur. 
>Teringat kisah Rasul SAW perjalanan Isra' Mi'raj beliau yang 
>melihat siksa qubur... apakah jika kita bertaubat dan tidak 
>melakukan lagi dosa-2 baik yang besar maupun dosa kecil saat ini, 
>namun terhadap dosa lampau tetap dihisab dan selama di alam qubur 
>akan tetap di siksa?
>Mohon bantuan ikhwan an ukhti semua mengenai siksa qubur ini.
>Hartati Nurwidjaya Papafragos
>Megara, greece

Alhamdulillah
Orang mukmin yang bermaksiat, maka di kuburnya ia akan diadzab sesuai dengan 
dosa-dosa yang dahulu pernah ia perbuat. Boleh jadi adzab yang menimpa 
lantaran dosanya itu hanya sedikit sehingga tidak memerlukan waktu 
penyiksaan sepanjang ia berada di alam barzah antara kematiannya sehingga 
bangkitnya kiamat. Dengan demikian, jelas bahwa adzab yang menimpanya itu 
terputus, dan bukan selamanya.

Dalam hal ini kita dianjurkan untuk selalu berdo'a memohon perlindungan 
dari Allah Subhanahu wa Ta'ala mengenai adzab kubur, salah satu do'a yang 
selalu kita lakukan adalah do'a setelah tasyahud akhir sebelum salam.

Allahumma innii a'uudzubika min 'adzaabi jahannama wamin 'adzaabil kobri 
wamin fitnatil mahyaa wal mamaati wamin syarri fitnatil masiihid dajjali"

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Mu dari siksa Neraka Jahannam, 
siksa kubur, fitnah kehidupan dan fitnah setelah mati, serta dari kejahatan 
fitnah  Al-Masih Ad-Dajal" [HR Muslim no. 588 (128) dari Abu Hurairah 
Radhiyallahu 'anhu. Disalin Do'a Wirid, Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas]

Lengkapnya masalah adzab kubur saya salinkan dari almanhaj

PERMASALAHAN ADZAB KUBUR

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
sumber http;//www.almanhaj.or.id

Pertanyaan :
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : "Apakah adzab kubur itu 
menimpa jasad ataukah menimpa ruh ?"

Jawab :
Pada dasarnya adzab kubur itu akan menimpa ruh, karena hukuman setelah mati 
adalah bagi ruh. Sedangkan badannya adalah sekedar bangkai yang rapuh. Oleh 
karena itu badan tidak memerlukan lagi bahan makanan untuk keberlangsunganya 
; tidak butuh makan dan minum, bahkan justru dimakan oleh tanah.

Akan tetapi Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah berkata bahwa ruh kadang 
masih bersambung dengan jasad sehingga diadzab atau diberi nikmat 
bersama-sama. Adapula pendapat lain di kalangan Ahlus Sunnah bahwa adzab 
atau nikmat di alam kubur itu akan menimpa jasad, bukan ruh.

Pendapat ini beralasan dengan bukti empiris. Pernah dibongkar sebagian 
kuburan dan terlihat ternyata bekas siksa yang menimpa jasad. Dan pernah 
juga dibongkar kuburan yang lain ternyata terlihat bekas nikmat yang 
diterima oleh jasad itu.

Ada sebagian orang yang bercerita kepadaku bahwa di daerah Unaizah ini ada 
penggalian untuk membuat benteng batas wilayah negeri. Sebagian dari daerah 
yang di gali itu ada yang bertepatan dengan kuburan. Akhirnya terbukalah 
suatu liang lahat dan di dalamnya masih terdapat mayat yang kafannya telah 
dimakan tanah, sedangkan jasadnya masih utuh dan kering belum dimakan 
apa-apa. Bahkan mereka mengatakan melihat jenggotnya, dan dari mayat itu 
terhambur bau harum seperti minyak misk.

Para pekerja galian itu kemudian menghentikan pekerjaannya sejenak dan 
kemudian pergi kepada seorang Syaikh untuk mengutarakan persoalan yang 
terjadi. Syaikh tersebut berkata, "Biarkan dalam posisi sebagaimana adanya. 
Hindarilah ia dan galilah dari sebelah kanan atau sebelah kiri !".

Beralasan dari kejadian-kejadian seperti ini, ulama menyatakan bahwa ruh 
terkadang bersambung dengan jasad, sehingga siksa itu menimpa ruh dan jasad. 
Barangkali ini pula yang diisyaratkan oleh sabda Rasulullah Shallallahu 
'alaihi wa sallam : "Sesungguhnya kubur itu akan menghimpit orang kafir 
sehingga remuk tulang-tulang rusuknya". Ini menunjukkan bahwa siksa itu 
menimpa jasad, karena tulang rusuk itu terdapat pada jasad. Wallahu A'lam

Pertanyaan :
Apakah adzab kubur menimpa orang mukmin yang bermaksiat ataukah hanya 
menimpa orang kafir .?

Jawab :
Adzab kubur yang terus menerus akan menimpa orang munafik dan orang kafir. 
Sedangkan orang mukmin yang bermaksiat bisa juga disiksa di kubur. Dalam 
Shahih Al-Bukhari dan Muslim disebutkan hadits Ibnu Abbas Radhiyallahu 
'anhu, bahwa pernah suatu ketika Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, 
melewati dua kuburan seraya bersabda : "Kedua penghuni kuburan itu diadzab 
dan keduanya bukannya diadzab lantaran dosa besar. Salah satunya diadzab 
karena tidak bertabir dari kencing, sedangkan yang satunya suka 
kesana-kemari mengumbar fitnah (mengumpat)" Kedua penghuni kubur itu jelas 
orang muslim.

Pertanyaan :
Apakah adzab kubur itu terus menerus ataukah tidak ?

Jawab :
Jika seseorang itu kafir --na'udzu billah-- maka tidak ada jalan baginya 
untuk meraih kenikmatan selama-lamanya, sehingga siksa kubur yang ia terima 
itu sifatnya terus menerus.

Namun orang mukmin yang bermaksiat, maka di kuburnya ia akan diadzab sesuai 
dengan dosa-dosa yang dahulu pernah ia perbuat. Boleh jadi adzab yang 
menimpa lantaran dosanya itu hanya sedikit sehingga tidak memerlukan waktu 
penyiksaan sepanjang ia berada di alam barzah antara kematiannya sehingga 
bangkitnya kiamat. Dengan demikian, jelas bahwa adzab yang menimpanya itu 
terputus, dan bukan selamanya.

Pertanyaan :
Apakah adzab kubur itu bisa diringankan atas orang mukmin yang bermaksiat ?

Jawab :
Memang benar bahwa adzab kubur itu bisa diringankan. Nabi Shallallahu 
'alaihi wa sallam pernah melalui dua kuburan lantas berkata,"Kedua penghuni 
kubur itu di adzab, dan dia diadzab bukan karena dosa besar, tapi hakekatnya 
juga besar. Salah satunya tidak membersihkan diri atau tidak bertabir dari 
kencing, sedangkan yang satunya lagi biasa kian kemari menghambur fitnah". 
Kemudian beliau mengambil dua pelepah kurma yang masih basah kemudian 
membelahnya menjadi dua, lalu menancapkannya pada masing-masing kuburan itu 
seraya bersabda :"Semoga bisa meringankan adzab yang menimpa kedua orang itu 
selama pelepah itu belum kering". Ini merupakan satu dalil bahwa adzab kubur 
itu bisa diringankan, yang menjadi pertanyaan, apa kaifiatnya antara dua 
pelepah kurma itu dengan diringankannya adzab atas kedua penghuni kubur itu 
?

Ada yang memberikan alasan bahwa karena kedua pelepah kurma itu selalu 
bertasbih selama belum kering, dan tasbih itu bisa meringankan siksaan yang 
menimpa mayit. Berpijak dari sini ada yang mengambil alasan akan sunnahnya 
berziarah kubur dan bertasbih di situ untuk meringankan adzab yang menimpa 
si mayit.

Sedangkan ulama lain menyatakan bahwa alasan seperti ini lemah, karena kedua 
pelepah kurma itu senantiasa bertasbih, apakah dalam kondisi basah maupun 
sudah kering. Allah Ta'ala berfirman :

"Artinya : Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih 
kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, 
tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka". [Al-Isra' : 44]

Pernah juga terdengar tasbihnya kerikil oleh Rasulullah, sedangkan kerikil 
itu kering. Lalu, apa yang menjadi alasan sekarang .? Alasannya, bahwa ; 
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengharap kepada Allah 'Azza wa 
Jalla agar berkenan meringankan adzab yang menimpa kedua orang di atas 
selama kedua pelepah kurma itu masih basah.

Artinya, waktu permohonan beliau itu tidak lama, hanya sebatas basahnya 
pelepah kurma. Ini dimaksudkan sebagai ancaman terhadap siapa saja yang 
melakukan perbuatan seperti kedua mayit yang diadzab itu. Karena sebenarnya 
dosa yang diperbuat itu termasuk besar. Salah satunya tidak menjaga diri 
dari kencing. Jika demikian, ia melakukan shalat tanpa adanya kesucian dari 
najis. Sedangkan yang satunya lagi kian kemari mengumbar fitnah, merusak 
hubungan baik sesama hamba Allah --na'udzu billah--, serta menghembuskan 
permusuhan dan kebencian di antara mereka. Dengan demikian perbuatan yang 
dilakukan itu berdampak besar.

Inilah alasan yang lebih mendekati. Jadi, itu merupakan syafaat sementara 
dari beliau dan sebagai peringatan atau ancaman kepada umatnya, dan bukan 
merupakan kebakhilan beliau untuk memberikan syafaat yang kekal.

http://www.almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1876&bagian=0
[Disalin dari kitab Fatawa Anil Iman wa Arkaniha, yang di susun oleh Abu 
Muhammad Asyraf bin Abdul Maqshud, edisi Indonesia Soal-Jawab Masalah Iman 
dan Tauhid, Pustaka At-Tibyan]

_________________________________________________________________
FREE pop-up blocking with the new MSN Toolbar - get it now! 
http://toolbar.msn.click-url.com/go/onm00200415ave/direct/01/



HADIRILAH ! TERBUKA UNTUK UMUM SILATURAHMI ULAMA & UMAT-4 BERSAMA MURID-MURID 
SYAIKH AL-ALBANI RAHIMAHULLAH : SYAIKH SALIM BIN IED AL-HILALI, SYAIKH ALI BIN 
HASAN AL-HALABI, SYAIKH DR MUSA ALU NASR, MASJID ISTIQLAL SABTU, 10 FEBRUARI 
2007 JAM 09.00 - DZUHUR DAN JAKARTA ISLAMIC CENTRE JAKARTA UTARA, AHAD 11 
FEBRUARI 2007 JAM 09.00 - DZUHUR, INFORMASI 08121055891, 08121055616, 
08129040267.
Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke