KHAWARIJ KONTEMPORER [1]

Oleh
Prof Dr Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaily
sumber http://www.almanhaj.or.id

Pada abad ini, sungguh pemikiran takfir telah tersebar begitu dahsyat, 
kekuatannya melampaui abad-abad sebelumnya. Pemikiran takfir tersebar 
ditengah-tengah kaum muslimin, sehingga penyakit ini menjangkiti begitu 
banyak orang yang sebelumnya tidak dikenal banyak melakukan bid’ah. Diantara 
sumber dan sebab tersebarnya adalah sebagian kelompok dakwah modern yang 
asasnya bukan sunnah (ajaran) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, 
bahkan bercampur aduk didalamnya berbagai bid’ah dan kesesatan, baik 
dikarenakan buruknya tujuan pendirinya, maupun karena kebodohan mereka 
tentang agama.

Kemudian muncullah banyak buku hasil produksi kelompok-kelompok tersebut, 
yang dikenal dengan buku-buku pemikiran. Buku-buku tersebut telah merusak 
aqidah sejumlah besar kaum muslimin, sehinga menyelewengkan mereka dari 
ajaran agama. Buku-buku tersebut menilai bahwa masyarakat muslim dewasa ini 
adalah masyarakat jahiliyyah dan kafir, karena mereka telah membuang Islam 
kebelakang punggung mereka, dan mereka telah memeluk kekufuran yang nyata, 
dan tidak ada seorangpun, diantara individu-idividu umat yang selamat dari 
vonis kafir ini, baik pemerintah maupun rakyatnya, baik laki-laki maupun 
perempuan, baik tua maupun muda. Fenomena ini memiliki peran terbesar, dalam 
mewujudkan generasi abad ini yang terdidik berdasarkan kepada buku-buku 
tersebut, hingga bibit-bibit ide untuk mengkafirkan seluruh masyarakat Islam 
dewasa ini tertanam di dalam jiwa-jiwa mereka, sehingga kesesatan tersebut 
menjadi suatu keyakinan yang kokoh bagi mereka, dan tidak perlu ditanyakan 
lagi tentang fitnah dan keburukan yang akan muncul dari balik keyakaninan 
ini.

Saya tidak ingin memperbanyak dalam memberikan permisalan dari buku 
tersebut, tentang teks dan perkataan mengenai pengkafiran masyarakat Islam 
dewasa ini, akan tetapi saya hanya ingin menyebutkan sebagian contoh dan 
bukti yang ada di dalam buku-buku Sayyid Quthub rahimahullah, karena dialah 
Imam yang diagungkan oleh mayoritas Ikhwanul Muslimin dan orang-orang yang 
terpengaruh dengan manhaj mereka, terlebih lagi buku orang ini paling luas 
penyebarannya, dan paling kuat pengaruhnya, jika dibandingkan dengan 
buku-buku lain yang sejenis, sampai-sampai sebagian orang yang menisbatkan 
diri mereka kepada sunnah, terfitnah oleh buku-bukunya. Pada hakekatnya, 
buku-buku Ikhwanul Muslimin penuh dengan ungkapan-ungkapan pengkafiran 
pemerintah dan masyarakat muslim dewasa ini.

Diantara teks pengkafiran Sayyid Quthub terhadap seluruh masyarakat Islam 
dewasa ini, adalah yang tercantum di “Ma’aalim Fith Thoriq” : “Dan hakekat 
permasalahannya, adalah perkara kufur dan iman, syirik dan tauhid, jahiliyah 
dan Islam, dan inilah yang harus diperjelas …. Sesungguhnya, manusia 
(sekarang) bukanlah kaum muslimin (sebagaimana yang mereka akui), dan mereka 
hidup dalam kehidupan jahiliyyah. Jika ada orang yang suka menipu dirinya, 
atau menipu orang lain, kemudian berkeyakinan bahwa Islam bisa tegak 
berdampingan dengan kejahiliyyahan ini, maka terserah dia. Akan tetapi, 
ketertipuan atau penipuannya, tidak akan merubah hakekat kenyataan 
sedikitpun. Ini bukan Islam, dan mereka bukan kaum muslimin” [2]

Sayyid Quthub berkata di dalam Fii Zhilalil Qur’an : “Sungguh, waktu terus 
berputar seperti ketika agama ini datang membawa kalimat Laa ilaha illallah 
kepada manusia. Sungguh manusia (sekarang) telah murtad, beralih kepada 
peribadatan kepada para hamba dan kepada kedholiman berbagai agama, 
berpaling dari Laa ilaha illallah, meskipun masih ada sekelompok orang yang 
memperdengarkan Laa ilaaha illallah”

Manusia seluruhnya dan termasuk di dalamnya, mereka yang senantiasa 
mendengung-dengungkan ditempat adzan, baik dibelahan timur maupun barat 
bumi, kalimat : Laa ilaaha illallah, tanpa bukti dan konsekwensi …., dan 
mereka adalah yang berat dosanya, dan paling keras siksaannya pada hari 
kiamat, karena mereka telah murtad menuju peribadatan hamba, setelah 
petunjuk itu jelas bagi mereka, dan setelah memeluk agama Allah”[3]

Sayyid Quthub berkata : “Sesungguhnya, sekarang ini tidak ada satu negara 
atau masyrakat muslim pun di muka bumi, kaidah berinteraksi dengan mereka 
adalah dengan syari’at Allah dan fiqih Islam” [4]

Teks-teks yang gamblang seperti diatas, masih banyak di dalam buku-buku 
Sayyid Quthub. Itu semua tidak ada kemungkinan untuk ditakwilkan, karena 
maksud semuanya adalah mengkafirkan para ulama, pemerintah dan (seluruh) 
individu umat Islam, sampai para tukang adzan (muadzdzin), mereka semuanya 
menurut Sayyid Quthub adalah kaum kafir lagi murtad, dosanya lebih berat, 
dan adzab mereka lebih keras dari selainnya.

Maka, dari buku-buku ini dan sejenisnya, sebagian pengikut takfir masa ini 
menimba manhaj mereka, ide pengkafiran masyarakat muslim, beserta 
akibat-akibatnya, seperti pembajakan, peledakan dan pembunuhan terhadap jiwa 
yang dilarang, diberbagai negeri kaum muslimin dan yang diluar mereka.

Kenyataan ini telah diakui oleh tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin dan mereka 
tulisakan di buku-buku mereka.

Al-Qardhawi mengatakan : “ Pada fase ini, muncul buku-buku Sayyid Quthub 
yang mewakili fase terakhir pemikiran takfirnya, yang dengan cepat 
mengkafirkan masyarakat …. serta pengumuman jihad penyerangan atas seluruh 
manusia”.

Farid Abdul Kholiq mengatakan : “Sesungguhnya pemikiran takfir tumbuh 
diantara para pemuda Ikhwanul Muslimin yang berada di penjara Al-Qonathir 
[5], pada akhir tahun lima puluhan dan permulaan enam puluhan. Mereka itu 
terpengaruh oleh pemikiran dan tulisan Sayyid Quthub, sehingga mereka 
berkesimpulan bahwa masyarakat dalam keadaan jahiliyyah, para pemimpinnya 
telah kafir, karena mengingkari Allah sebagai Hakim tunggal, buktinya mereka 
tidak berhukum dengan apa yang diturunkan oleh Allah. Begitu pula rakyatnya 
kafir, jika meridhoi hal tersebut”.

Salim Al-Bahnasawy [6] berkata : “Sayyid Quthub telah mengadopsi sebagian 
pendapat Al-Maududi serta menampilkannya dalam tulisan-tulisannya, dan lebih 
khusus pada juz ke-7 dari tafsir Fii Zhilalil Qur’an, kemudian datang suatu 
kaum berkesimpulan atas dasar hal itu, bahwa kaum muslimin telah kafir, 
karena mereka mengucapkan syahadat tanpa mengetahui maknanya, dan tanpa 
mengamalkan isinya, sehingga meskipun mereka sholat, puasa, haji dan 
menyangka bahwa diri mereka kaum muslimin, maka sama sekali tidak merubah 
kekafiran mereka” [7]

Ali Jarisyah [8] menetapkan bahwa kaum takfiriyin (suka mengkafirkan kaum 
muslimin), asalanya mereka adalah dari kelompok Ikhwanul Muslimin, kemudian 
mereka memisahkan diri dari Ikhwanul Muslimin dan mengkafirkan Iikhwanul 
Muslimin.

Teksnya : “Dalam pembicaraan, sekelompok orang telah memisahkan diri dari 
kelompok besar Islam, ketika mereka berada di penjara. Meskipun demikian, 
kelompok kecil tersebut juga mengkafirkan kelompok besar, karena kelompok 
kecil ini tetap berpegang pada pendapat mereka dalam pengkafiran peguasa, 
staf-stafnya, serta seluruh masyarakat. Dari kelompok pecahan tersebut 
terpecah lagi menjadi kelompok-kelompok yang banyak, yang satu megkafirkan 
yang lainnya” [9]

http://www.almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1988&bagian=0
[Disalin dari Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 24 Th V Dzulqo’dah 
4127H. Penerbit Ma’had Ali Al-Irsyad As-Salafy Surabaya, Jl Sidotopo Kidul 
No. 51 Surabaya]
__________
Foote Note.
1]. Dialihbahasakan oleh Abu Zahroh Imam Wahyudi Lc, dari buku At-Takfir wa 
Dhowabithuh” karya Prof Dr Ibrahim bin Amir Ar-Rauhaily, dosen fakultas 
Da’wah wa Ushuludin, Universitas Islam Madinah hal : 37-45. Tulisan ini kami 
muat sebagai jawaban atas orang-orang yang menyatakan Khowarij sekarang ini, 
sudah punah (-pent)
[2]. Ma’alim Fith Thoriq hal : 158
[3]. Fii Zhilalil Qur’an (2/1057)
[4]. Idem (4/2122)
[5]. Penjara ini ada di Kairo, Mesir (-pent)
[6]. Penulis dari kalangan Ikhwanul Muslimin, pernah tinggal di Kuwait. 
(-pent)
[7]. Al-Hukmu wa Qodhiyah Takfiril Muslimin hal : 50
[8]. Penulis dari kalangan Ikhwanul Muslimin, lulusan Fakultas Hukum, Kairo
[9]. Al-Ittijaahat Al-Fikriyah Al-Mu’aashiroh hal : 279

_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! 
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/



HADIRILAH ! TERBUKA UNTUK UMUM SILATURAHMI ULAMA & UMAT-4 BERSAMA MURID-MURID 
SYAIKH AL-ALBANI RAHIMAHULLAH : SYAIKH SALIM BIN IED AL-HILALI, SYAIKH ALI BIN 
HASAN AL-HALABI, SYAIKH DR MUSA ALU NASR, MASJID ISTIQLAL SABTU, 10 FEBRUARI 
2007 JAM 09.00 - DZUHUR DAN JAKARTA ISLAMIC CENTRE JAKARTA UTARA, AHAD 11 
FEBRUARI 2007 JAM 09.00 - DZUHUR, INFORMASI 08121055891, 08121055616, 
08129040267.
Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke