KHAWARIJ KONTEMPORER [1]

Oleh
Prof Dr Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaily
sumber http://www.almanhaj.or.id

Al-Bahnasawi menjelaskan perpecahan kelompok ini di dalam diri mereka 
sendiri dalam berinteraksi dengan kaum muslimin, maka dia mengatakan : 
“Ketika itu, terpecah pengikut pemikiran ini menjadi dua:

[1]. Kelompok yang tidak menampakkan pengkafiran atas orang-orang yang 
menyelisihi mereka, sehingga kaum muslimin yang tidak sependapat dengan 
mereka, tidak kafir, boleh shalat dibelakang mereka,isteri-isteri pengikut 
pemikiran ini juga tidak kafir, sehinga tidak perlu membatalkan akad 
pernikahan mereka.

[2]. Kelompok yang memisahkan diri dengan terang-terangan, dan mengumumkan 
pengkafiran atas saudara-saudaranya yang tidak mengkafirkan orang-orang yang 
menyelisihi pemikiran ini, diantaranya kelompok Ikhwanul Muslimin.

Inilah kelompok yang terkenal dengan sebutan “Jama’ah Takfir dan Hijrah”, 
akan tetapi mereka menamakan diri dengan nama “Jama’atul Mukminn” atau “ 
Al-Jama’ah Al-Mukminah”.

Adapun kelompok pertama lebih memilih untuk tidak menampakkan manhaj mereka, 
dengan menjalankan dua kaidah : Memisahkan diri secara perlahan, dan 
(bergerak di) masa-masa lemah (fase Mekkah)” [10]

Pada hakekatnya, pemikiran yang Al-Bahnasawi berusaha membantahnya , yang 
dimiliki oleh Jama’ah At-Tafkir wal-Hijrah adalah pemikiran Ikhwanul 
Muslimin, bahkan itulah pemikiran dan keyakinan Sayyid Quthub. Motivasi 
Al-Bahnasawi melakukan hal ini, adalah kebesaran cinta dan sayangnya kepada 
Sayyid Quthub, sebagaimana hal itu nampak di dalam bukunya, dengan berusaha 
melepaskan keterkaitan Sayyid Quhub dengan keyakinan tafkir [11], meskipun 
dia telah mengakui bahwa aqidah ini diambil dari buku-buku Sayyid Quthub, 
dan Sayyid Quthub mengadopsinya dari Al-Maududi.

Diantara bukti hal ini, adalah keterus terangan Sayyid Quthub sendiri akan 
wajibnya mengembargo masyarakat muslim, yang dia sebut sebagai masyarakat 
jahiliyyah. Dia juga mewajibkan untuk mengasingkan diri, bahkan dari 
masjid-masjid, yang dia menyebutnya sebagai tempat-tempat ibadah jahiliyyah, 
seraya mengatakan : “Dan disinilah Allah membimbing kita untuk menjauhi 
tempat-tempat ibadah jahiliyyah, dan menjadikan rumah-rumah keluarga muslim 
sebagai masjid. Anda akan merasakan di dalamnya benar-benar terpisah dari 
masyarakat jahiliyyah” [12]

Dia juga mengatakan : “Sungguh tiada keselamatan bagi seorang muslim di 
seluruh dunia dari tertimpa adzab, kecuali dengan memisahkan diri baik 
secara aqidah, perasaan maupun metode hidup dari orang-orang jahiliyyah dari 
kaummnya, sampai Allah mengizinkan berdirinya negara Islam yang mereka 
pegang teguh” [13]

Pada hakekatnya, aqidah pengkafiran masyarakat muslim ini, dan menganggap 
mereka sebagai masyarakat jahiliyyah lagi kafir, tidak hanya dimiliki oleh 
Saayid Qutuhub saja, akan tetapi itulah keyakinan yang bibit-bibitnya sudah 
tertanam kuat dan tersebar luas pada para pemimpin Ikhwanul Muslimin. 
Diantara pengusung pemikiran ini yang paling menonjol adalah Muhammad 
Quthub[14], yang telah mengkhususkan pembahasan ini dalam bukunya yang 
terkenal, “Jahiliyyatul Qorni Isyrin” (Jahiliyah abad ke-20). Pada berbagai 
tempat di dalam bukunya ini, Muhammad Quthub terang-terangan mengkafirkan 
masyarakat muslim dewasa ini

Muhamad Quthub mengatakan : “Adapun keadaan yang dinamakan dunia Islam, maka 
hal itu sebagian keadaannya berbeda dengan kondisinya di Eropa, akan tetapi 
pada akhirnya akan bertemu dengannya, sebagaimana jahiliyyah bertemu dengan 
jahiliyyah di setiap tempat dimuka bumi, dan disetiap masa, meskipun 
sifat-sifatnya sedikit berbeda, yang membedakan jahiliyyah yang ini dengan 
yang itu, serta membedakan antara keadaan ini dengan keadaan itu.

Islam di dunia ini (sekarang) asing bagi manusia, seperti keterasingannya 
pada awal munculnya di era jahiliyyah jazirah arab dahulu, dan jahiliyyah 
yang sekarang[15] melebihi yang terdahulu, Islam dibenci oleh banyak orang.

Setapak demi setapak pada pasal ini kita akan berbicara tentang 
kelompok-kelompok manusia yang berbeda-beda, agar bisa kita jelaskan, kenapa 
mereka membenci Islam [16]

Kemudian dia menyebutkan, diantara kelompok-kelompok tersebut yang membenci 
Islam adalah kelompok thogut, dan yang dimaksud adalah para penguasa, 
kelompok cendekiawan, seniman dan para penulis, tukang dongeng, para 
penyair, anak-anak pria dan wanita.[17]

Setelah itu, dia mengatakan : “Derajat kebenciannya sama, antara yang 
membangkang dengan yang lemah” [18]

Lalu dia bertanya-tanya : “Maka, jika demikian, apakah yang masih tersisa 
dari kaum muslimin?! [19]

Kemudian dia mencatat hasilnya : “Sungguh manusia pada generasi ini, telah 
kafir padahal mereka mengetahuinya” [20]

Dan tidaklah buku-buku para pemimpin Ikhwanul Muslimin yang lain keadaannya 
lebih baik dari buku-buku Sayyid Quthub dan saudaranya. Dan hal itu bukanlah 
suatu hal yang mengherankan, karena Sayyid Quthub menurut mereka adalah Imam 
yang diagungkan, Syaikhul Islam, pembaharu agama abad ini. Hal ini juga 
diikuti simpatisan mereka, maka bagaimana mungkin mereka akan menyelisihi 
idola mereka ?!

Dan tidaklah keadaan Al-Maududi dan para pengikutnya di Pakistan, India dan 
lainnya lebih baik dari kelompok Ikhwanul Muslimin, bahkan sebagian peneliti 
buku-buku Al-Maududi menjelaskan bahwa Sayyid Quthub mengadopsi pemikiran 
dan manhajnya dari Al-Maududi saja, sebagaimana perkataan Al-Bahnasawi yang 
terdahulu.

Yang terakhir, sesungguhnya saya memperingatkan dengan keras kepada setiap 
pemuda yang memiliki kecemburuan terhadap agamanya untuk tidak membaca 
buku-buku pemikiran tersebut, yang namanya saja sudah menunjukkan betapa 
jauhnya buku-buku tersebut dari agama. Karena buku-buku pemikiran, 
sebagaimana penamaan mereka, yakni buku-buku yang dihasilkan dari berbagai 
pemikiran dan pendapat pengarangnya, kadar bahanya buku-buku ini tidak lebih 
rendah dari buku-buku filsafat yang dilarang oleh salaf, bahkan lebih 
dahsyat. Buku-buku ini tidak berdiri diatas dalil dan tidak selaras dengan 
pemahaman salaf, bahkan merupakan pencampuran (kolaborasi) antara berbagai 
bid’ah dan kesesatan. Ciri khas yang menonjol dari buku-buku tersebut adalah 
memprovokasi dan menyeru umat untuk memberontak dan membangkang penguasa, 
dengan mempropagandakan kekafiran dan kemurtadan penguasa dari agama, serta 
menjadikan para pemuda tersebut disibukkan dengan politik dan masuk dalam 
konflik, sehingga keburukan dan bahayanya buku-buku ini begitu besar, dan 
begitu banyak orang-orang yang terfitnah oleh buku-buku ini, dan tidak ada 
yang mengetahui jumlahnya kecuali Allah semata. Inna lillahi wa inna ilaihi 
roji’un. [21]

http://www.almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1988&bagian=1
[Disalin dari Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 24 Th V Dzulqo’dah 
4127H. Penerbit Ma’had Ali Al-Irsyad As-Salafy Surabaya, Jl Sidotopo Kidul 
No. 51 Surabaya]
__________
Foote Note.
[1]. Dialihbahasakan oleh Abu Zahroh Imam Wahyudi Lc, dari buku At-Takfir wa 
Dhowabithuh” karya Prof Dr Ibrahim bin Amir Ar-Rauhaily, dosen fakultas 
Da’wah wa Ushuludin, Universitas Islam Madinah hal : 37-45. Tulisan ini kami 
muat sebagai jawaban atas orang-orang yang menyatakan Khowarij sekarang ini, 
sudah punah (-pent)
[10]. Al-Hukmu wa Qodhiyah Takfiril Muslimin hal : 34-35
[11]. Al-Hukmu wa Qodhiyah Takfiril Muslimin hal : 50, 56, 66, 73, 74,76, 
112
[12]. Fii Zhilalil Qur’an 3/1816
[13] idem 4/2122
[14]. Adik kandung Saayid Quthub, lulusan Fakultas Bahasa Inggris di 
Universitas Kairo Mesir, kemudian mendapatkan gelar Diploma dalam bidang 
Psikologi. Dialah yang mengusung dan mengembangkan pemikiran Sayyid Quthub 
di Saudi Arabia, ketika ia mengajar di Universitas Umul Quro, Mekkah. 
Sehingga tidak mengherankan apabila muncul dari sana tokoh-tokoh yang 
berpemikiran takfir akan tetapi berbaju salaf, semisal Dr Safar Hawali dll. 
Allahu Musta’an. (-pent)
[15]. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : “Adapun mensifati zaman secara 
mutlak, maka tidak ada masa jahiliyah setelah diutusnya Muhammad Shallallahu 
‘alaihi wa sallam, karena senantiasa akan ada segolongan dari umatnya yang 
akan nampak di atas kebenaran sampai kiamat nanti” (Iqtidho’ush Shirothol 
Mustaqim : 1/259)
Dr Nashir bin Abdul Karim Al-Aql (pentahqiq buku diatas) mengomentari : 
“Atas dasar ini, maka menggunakan istilah Jahiliyah dengan mutlak untuk kaum 
muslimin secara umum, atau untuk suatu negeri kaum muslimin, atau untuk 
suatu masyarakat muslim, tanpa perincian keadaan, perbuatan, tindakan atau 
individu tertentu, merupakan suatu kesalahan dan peremehan, yang sudah 
sepatutnya seorang muslim menjauhinya. Adapun yang disampaikan oleh beberapa 
penulis, penyusun dan pemikir bahwa semua atau semua masyarakat muslim 
adalah masyarakat jahiliyyah (tanpa perincian atau pengkhususan siapa yang 
menurut syari’at berhak menyandang istilah tersebut), maka itu bukanlah 
metode yang selamat, bahkan menyelisihi kaidah-kaidah syari’at dan manhaj 
As-Salaf Ash-Shalih. (editor).
[16]. Jahiliyatul Qornil ‘Isyrin hal :328-329
[17]. Idem : 329-331
[18]. Idem hal 337
[19]. Idem hal 337
[20]. Idem hal 351
[21]. Lihatlah fatwa larangan sebagian ulama masa kini dari membaca 
buku-buku tersebut, seperti dalam kitab “Al-Ajwibah Al-Mufidah An-Manahijid 
Dakwal Al-Jadidah” oleh Syaikh Sholih Al-Fauzan, dikumpulkan oleh Jamal 
Furaihan Al-Haritsi. Juga buku “Fatawa Al-Akabir” dikumpulkan dan 
dikomentari oleh Syaikh Abdul Malik bin Ahmad Rhamadhany. (-pent)

_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! 
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/



HADIRILAH ! TERBUKA UNTUK UMUM SILATURAHMI ULAMA & UMAT-4 BERSAMA MURID-MURID 
SYAIKH AL-ALBANI RAHIMAHULLAH : SYAIKH SALIM BIN IED AL-HILALI, SYAIKH ALI BIN 
HASAN AL-HALABI, SYAIKH DR MUSA ALU NASR, MASJID ISTIQLAL SABTU, 10 FEBRUARI 
2007 JAM 09.00 - DZUHUR DAN JAKARTA ISLAMIC CENTRE JAKARTA UTARA, AHAD 11 
FEBRUARI 2007 JAM 09.00 - DZUHUR, INFORMASI 08121055891, 08121055616, 
08129040267.
Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke