IMAN KEPADA HARI AKHIR

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Bagian Pertama Dari Tiga Tulisan 1/3
sumber http://www.almanhaj.or.id

Hari akhir adalah hari Kiamat, di mana seluruh manusia dibangkitkan pada 
hari itu untuk dihisab da dibalas. Hari itu disebut hari Akhir, karena tidak 
ada hari lagi setelahnya. Pada hari itulah penghuni Surga dan penghuni 
Neraka masing-masing menetap di tempatnya.

Iman kepada hari Akhir mengandung tiga unsur.

[1]. Mengimani ba’ts (kebangkitan), yaitu menghidupkan kembali orang-orang 
yang sudah mati ketika tiupan sangkakala yang kedua kali. Pada waktu itu 
semua manusia bangkit untuk menghadap Rabb alam semesta dengan tidak beralas 
kaki, bertelanjang, dan tidak disunat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami 
akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati. Sesungguhnya 
Kamilah yang akan melaksanakannya” [Al-Anbiyaa : 104]

Kebangkitan adalah kebenaran yang pasti, ditunjukkan oleh Al-Kitab, Sunnah 
dan ijma’ umat Islam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari 
kuburmu) di hari Kiamat” [Al-Mu’minun : 15-16]

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda.

“Artinya : Di hari Kiamat seluruh manusia akan dihimpun dengan keadaan tidak 
beralas kaki dan tidak disunat” [Hadits Riwayat Bukhari-Muslim]

Umat Islam sepakat akan adanya hari Kebangkitan karena hal itu sesuai dengan 
hikmah Allah yang mengembalikan ciptaanNya untuk diberi balasan terhadap 
segala yang telah diperintahkanNya melalui lisan para rasulNya. Allah 
Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kami 
secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami 
?” [Al-Mu’minun : 115]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa 
sallam

“Artinya :Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) 
Al-Qur’an benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali” [Al-Qashash 
: 85]

[2]. Mengimani hisab (perhitungan) dan jaza’ (pembalasan) dengan meyakini 
bahwa seluruh perbuatan manusia akan dihisab dan dibalas. Hal ini dipaparkan 
dengan jelas di dalam Al-Qur’an, Sunnah dan ijma (kesepakatan) umat Islam.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman

“Artinya : Sesungguhnya kepada Kamilah kembali mereka, kemudian sesungguhnya 
kewajiban Kamilah menghisab mereka” [Al-Ghasyiyah : 25-26]

“Artinya : Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh 
kali lipat amalnya ; dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat maka 
dia tidak diberi balasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang 
mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan)” [Al-An’am : 160]

“Artinya : Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka 
tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya 
seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahalanya). Dan cukuplah Kami 
sebagai Pembuat perhitungan” [Al-Anbiyaa : 47]

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu diriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu 
‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Allan nanti akan mendekatkan orang mukmin, lalu meletakkan tutup 
dan menutupnya. Allah bertanya : “Apakah kamu tahu dosamu itu ?” Ia 
menjawab, “Ya Rabbku”. Ketika ia sudah mengakui dosa-dosanya dan melihat 
dirinya telah binasa, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Aku telah 
menutupi dosa-dosamu di dunia dan sekarang Aku mengampuninya”. Kemudian 
diberikan kepada orang mukmin itu buku amal baiknya. Adapun orang-orang 
Kafir dan orang-orang munafik, Allah Subhanahu wa Ta’ala memanggilnya di 
hadapan orang banyak. Mereka orang-orang yang mendustakan Rabbnya. 
Ketahuilah, laknat Allah itu untuk orang-orang yang zhalim” [Hadits Riwayat 
Bukhari Muslim]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Sesungguhnya yang berniat melakukan satu kebaikan lalu 
mengamalkannya, maka ditulis baginya sepuluh kebaikan, sampai tujuh ratus 
kali lipat, bahkan sampai beberapa lipat lagi. Barangsiapa berniat melakukan 
satu kejahatan, lalu mengamalkannya, maka Allah menulisnya satu kejahatan 
saja”

Umat Islam telah sepakat tentang adanya hisab dan pembalasan amal karena itu 
sesuai dengan kebijaksanaan Allah. Sebagaimana kita ketahui, Allah Subhanahu 
wa Ta’ala telah menurunkan kitab-kitab, mengutus para rasul serta mewajibkan 
kepada manusia untuk menerima ajaran yang dibawa oleh rasul-rasul Allah itu 
dan mengerjakan segala yang diwajibkannya. Dan Allah telah mewajibkan agar 
berperang melawan orang-orang yang menentangNya serta menghalalkan darah, 
keturunan, isteri dan harta benda mereka. Kalau tidak ada hisab dan balasan 
tentu hal ini hanya sia-sia belaka, dan Rabb Yang Mahabijaksana, Mahasuci 
darinya. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengisyaratkan hal itu dalam 
firmanNya.

“Artinya : Maka sesungguhnya Kami akan menanyai umat-umat yang telah diutus 
rasul-rasul kepada mereka dan sesungguhnya Kami akan menanyai (pula) 
rasul-rasul (Kami), maka sesungguhnya akan Kami kabarkan kepada mereka 
(apa-apa yang telah mereka perbuat), sedang (Kami) mengetahui (keadaan 
mereka), dan Kami sekali-kali tidak jauh (dari mereka)” [Al-A’raaf : 6-7]

[3]. Mengimani Surga dan Neraka sebagai tempat manusia yang abadi. Surga 
tempat kenikmatan yang disediakan Allah untuk orang-orang mukmin yang 
bertaqwa, yang mengimani apa-apa yang harus diimani, yang taat kepada Allah 
dan rasulNya, dan kepada orang-orang yang ikhlas.

Di dalam Surga terdapat berbagai kenikmatan yang tidak pernah dilihat mata, 
tidak pernah didengar telinga, serta tidak terlintas dalam benak manusia.

“Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal 
shalih, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Rabb 
mereka ialah surga ‘And yang mengalir dibawahnya sungai-sungai. Mereka kekal 
di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka, dan mereka pun 
ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut 
kepada Rabbnya” [Al-Bayyinnah : 7-8]

“Artinya : Tidak seorangpun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, 
yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan pandangan mata sebagai 
balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan” [As-Sajdah : 17]

Neraka adalah tempat adzab yang disediakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala 
untuk orang-orang kafir, yang berbuat zhalim, serta bagi yang mengingkari 
Allah dan RasulNya. Di dalam Neraka terdapat berbagai adzab dan sesuatu yang 
menakutkan, yang tidak pernah terlintas dalam hati.

“Artinya : Dan peliharalah dirimu dari api Neraka, yang disediakan untuk 
orang-orang yang kafir” [Al-Imran : 131]

“Artinya : …. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang yang zhalim 
itu Neraka yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta minum, maka 
mereka akan diberi minuman dengan air seperti besi yang mendidih yang dapat 
menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat 
yang paling jelek” [Al-Kahfi : 29]

“Artinya : Sesungguhnya Allah melaknati orang-orang kafir dan menyediakan 
bagi mereka api yang menyala-nyala (Neraka). Mereka kekal di dalamnya 
selama-lamanya. Mereka tidak memperoleh seorang pelindung pun dan tidak 
(pula) seorang penolong. Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam 
Nereka, mereka berkata ; “Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah 
dan taat (pula) kepada Rasul” [Al-Ahzab : 64-66]

http://www.almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1426&bagian=0
[Ditulis ulang dari Syarhu Ushulil Iman, Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. 
Edisi Indonesia: Prinsip-Prinsip Dasar Keimanan. Penerjemah: Ali Makhtum 
Assalamy. Penerbit: KSA Foreigners Guidance Center In Gassim Zone]

_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! 
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/



HADIRILAH ! TERBUKA UNTUK UMUM SILATURAHMI ULAMA & UMAT-4 BERSAMA MURID-MURID 
SYAIKH AL-ALBANI RAHIMAHULLAH : SYAIKH SALIM BIN IED AL-HILALI, SYAIKH ALI BIN 
HASAN AL-HALABI, SYAIKH DR MUSA ALU NASR, MASJID ISTIQLAL SABTU, 10 FEBRUARI 
2007 JAM 09.00 - DZUHUR DAN JAKARTA ISLAMIC CENTRE JAKARTA UTARA, AHAD 11 
FEBRUARI 2007 JAM 09.00 - DZUHUR, INFORMASI 08121055891, 08121055616, 
08129040267.
Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke