Wa'alaikummussalam Warohmatullah Wabarokatuh

Semoga bermanfaat !!!

Menyambut Kehadiran Sang Buah
Hati<http://muslim.or.id/2007/01/05/menyambut-kehadiran-sang-buah-hati/>
5 January, 2007

*– Tingkat pembahasan: Dasar*

Penulis: Abu Ukasyah Darsan Andi

Di antara keutamaan dan kesempurnaan syariat islam ialah memuat segala
sesuatu. Termasuk di antaranya adalah penjelasan hukum berkaitan dengan
menanti si buah hati serta hal-hal yang berkaitan dengannya. Dengan demikian
para orang tua dapat melaksanakan kewajiban terhadap buah hatinya secara
jelas. Alangkah indahnya masyarakat yang mampu melaksanakan syariat Alloh di
muka bumi ini dimulai dari keluarganya. Tentu saja untuk merealisasikan hal
tersebut kita wajib mengikuti tuntunan yang Alloh gariskan melalui Nabi-Nya
*shalallahu 'alaihi wa sallam.*

*1. Mensyukuri Nikmat Alloh Atas Kehadiran Buah Hati.*

Kedua orang tua ketika dianugerahi anak oleh Alloh, hendaklah bersyukur
kepada Alloh atas nikmat tak terkira dari-Nya tersebut. Keadaan keluarga
yang tidak Alloh karuniai dengan anak tentulah akan terasa kurang sempurna
dan sepi. Dalam Al Quran Alloh mengisahkan tentang sepasang suami istri yang
berdoa kepada Robbnya tatkala sang istri sedang mengandung.

Alloh berfirman,

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا
لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا فَلَمَّا تَغَشَّاهَا حَمَلَتْ حَمْلاً خَفِيفًا
فَمَرَّتْ بِهِ فَلَمَّآ أَثْقَلَتْ دَعَوَا اللهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ
ءَاتَيْتَنَا صَالِحًا لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ فَلَمَّآ ءَاتَاهُمَا
صَالِحًا جَعَلاَ لَهُ شُرَكَآءَ فِيمَآءَاتَاهُمَا فَتَعَالَى اللهُ عَمَّا
يُشْرِكُونَ

*"Dialah yang menciptakan kalian dari satu manusia dan menjadikan darinya
istrinya, agar dia merasa tentram dengannya. Maka setelah dia mengumpulinya,
istrinya mengandung kandungan ringan, terus merasa ringan beberapa waktu.
Tatkala dia merasa berat, maka keduanya berdoa kepada Robbnya, seraya
berkata: 'Sesungguhnya jika engkau memberi kami anak yang sempurna, tentulah
kami termasuk orang yang bersyukur.' Tatkala Alloh memberi anak yang
sempurna kepada keduanya, maka keduanya menjadikan sekutu bagi Alloh
terhadap anak yang telah dianugerahkan kepada keduanya. Maha suci Alloh
terhadap apa yang mereka persekutukan."* (QS. Al A'raaf: 189-190)

Ayat tersebut menunjukkan hendaklah orang tua bersyukur kepada Alloh
sebagaimana keduanya berdoa kepadaNya takkala bayi tersebut masih dalam
kandungan.

*2. Memberi Nama Yang Baik.*

Orang tua hendaknya memberi nama yang baik untuk buah hatinya. Rosululloh
mengajari nama yang paling disukai oleh Alloh. Dalam sebuah hadits
Rosululloh *shalallahu 'alaihi wa sallam* bersabda yang artinya, *"Sesungguhnya
nama yang paling disukai Alloh adalah Abdullah dan Abdurrohman."* (HR.
Muslim, Abu Dawud). Sering kali terjadi kesalahan pada sebagian orang tua,
setelah anak diberi nama yang baik malah dipanggil dengan nama panggilan
yang jelek. Contohnya Abdullah dipanggil *dul*, atau orang tua memberi nama
yang diharamkan bahkan termasuk kesyirikan kepada Alloh seperti *Abdul
Ka'bah*, *Abdul Rasul* dan sejenisnya. Kebiasaan yang seperti ini harus
ditinggalkan karena akan memberikan dampak yang tidak baik bagi orang tua
maupun anaknya.

*3. Aqiqah (Menyembelih Kambing).*

Termasuk yang disyariatkan oleh Alloh ketika menyambut buah hati adalah
bersyukur kepada Alloh dengan Aqiqah. Aqiqah adalah menyembelih kambing pada
hari ke tujuh dihitung mulai dari hari kelahiran. Untuk anak laki-laki dua
ekor kambing sedangkan untuk anak perempuan satu ekor kambing. Sebagaimana
sabda Rosululloh *shalallahu 'alaihi wa sallam* yang artinya, *"Bayi
laki-laki hendaklah diaqiqahi dua ekor kambing sedangkan bayi permpuan satu
ekor kambing."* (Shohih. HR. Ahmad dan Tirmidzi). Dalam hadis lain, Samurah
bin Jundub menuturkan bahwa Rosululloh *shalallahu 'alaihi wa sallam*bersabda,
*"Setiap bayi tergadai dengan aqiqahnya. Pada hari ketujuh kambing aqiqah
disembelih, rambut kepalanya dicukur serta diberi nama."* (Hasan Shohih. HR.
Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad)

*4. Mencukur Habis (baca: Menggundul) Rambut Bayi dan Bersedekah.*

Disyariatkan pula pada hari ke tujuh dilakukan ibadah-ibadah yang lain
seperti:

  1. Mencukur habis rambut kepala dengan tidak melakukan *qoza*, yaitu
  mencukur sebagian dan membiarkan sebagian yang lain. Ibnu Umar menceritakan
  bahwa Rosululloh melarang *qoza*. (HR. Bukhari). Perlu ada
  kehati-hatian saat mencukur rambut, karena kulit kepala bayi masih lunak.
  2. Bersedekah untuk orang miskin dengan senilai perak yang seberat
  rambut bayi. *"Cukurlah rambut kepalanya (Al-Hasan) kemudian
  bersedekahlah dengan perak untuk orang-orang miskin seberat rambut tadi."
  * (Hasan. HR. Ahmad). Perintah untuk mencukur habis rambut bayi ini
  berlaku untuk anak laki-laki dan perempuan. Namun yang dirojihkan Syaikh Al
  Utsaimin, cukur habis ini hanya berlaku untuk bayi laki-laki (Lihat *Syarh
  Mumti'* 7/540)

Demikian sedikit penjelasan tentang kewajiban orang tua ketika menanti buah
hatinya. Pengorban yang diberikan oleh kedua orang berupa rasa syukur dengan
aqiqah dan bersedekah dengan senilai perak yang seberat rambut sebenarnya
tidak sebanding dengan karunia Alloh yang diberikan kepada keduanya. Akan
tetapi Alloh ingin menguji siapakah yang bersyukur kepada-Nya dan siapakah
yang tidak. *Wallohu a'lam bishshowab.*
Sumber : www.muslim.or.id


On 2/16/07, husni edwar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  Assalammualaikum

Kalau ada yang mempunyai artikel atau materi kajian tentang bagaimana
menyambut kelahiran anak dan aqiqah minta tolong saya dikirimi

Wassalammualaikum

---------------------------------
Don't get soaked. Take a quick peak at the forecast
with theYahoo! Search weather shortcut.

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com


Kirim email ke