DAKWAH SALAFIYYAH DAN DAULAH SU’UDIYYAH

Oleh
Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah
Bagian Pertama dari Tiga Tulisan 1/3
sumber http://www.almanhaj.or.id

Dalam pembahasan yang lalu telah kami jelaskan bahwa Salafiyyah bukan suatu 
hizb (kelompok) atau golongan. Sesungguhnya dia adalah jama’ah yang berjalan 
di atas jalan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya. 
Dia bukanlah salah satu kelompok dari kelompok-kelompok yang muncul sekarang 
ini, karena dia adalah jama’ah yang terdahulu dari zaman Rasulullah 
Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berlanjut terus-menerus di atas kebenaran 
dan nampak hingga hari kiamat sebagaimana diberitakan oleh Rasulullah 
Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Maka dakwah Salafiyyah adalah dakwah kepada Islam yang murni bukan dakwah 
hizbiyyah. Imam dakwah Salafiyyah adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa 
sallam dan para imam yang datang berikutnya dari para sahabat, tabi’in, dan 
orang-orang yang mengikuti mereka dalam kebaikan hingga hari kiamat.

Di antara daulah yang ditegakkan atas landasan dakwah Salafiyyah adalah 
daulah Su’udiyyah di jazirah Arabiyyah, yang dikenal sebagai pembela dakwah 
Salafiyyah yang gigih sejak berdirinya hingga saat ini.

Maka daulah Su’udiyyah memiliki kehormatan sebagai pembela dakwah yang haq 
dan pembela para ulama Sunnah.

Usaha yang agung dari daulah Su’udiyyah di dalam mendakwahkan Islam yang haq 
menyejukkan mata dan membesarkan hati setiap muslim yang cinta kepada Islam 
yang haq, tetapi sebaliknya membuat geram dan panas orang-orang yang hatinya 
diselubungi oleh kebatilan dan kebid’ahan!.

Lihatlah di semua media masa sekarang, siapakah yang memusuhi daulah 
Su’udiyyah saat ini ? Mereka adalah gabungan dari berbagai kelompok bid’ah 
mulai dari Syi’ah Rafidhah, Shufiyyah, Asy’ariyyah, Maturidiyyah, Quthbiyyah 
Ikhwaniyyah, Quthbiyyah Sururiyyah, Tablighiyyah, Hizbut Tahrir, JIL dan 
sederet nama-nama lainnya yang menujukkan kesesatan jalan mereka. Dari jati 
diri mereka dapat disimpulkan bahwa mereka memusuhi daulah Su’udiyyah bukan 
karena orang-orangnya, tapi karena dakwah daulah Su’udiyyah kepada manhaj 
Salaf.

Berangkat dari kenyataan ini, terbetik dalam benak kami untuk menyumbangkan 
sedikit pembelaan kepada daulah pembela dakwah Salafiyyah ini sebagai wujud 
loyalitas kami kepada al-haq dan ahlinya.

PERTEMUAN ANTARA DUA IMAM DAKWAH SALAFIYYAH
Membicarakan tentang dakwah Salafiyyah di jazirah Arabiyyah tidak bisa 
dilepaskan dari sebuah pertemuan yang bersejarah pada tahun 1158H bertepatan 
dengan tahun 1745M antara dua imam dakwah Salafiyyah ; Mujaddid abad ke-13H 
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dengan amir Ar-Rasyid Muhammad bin Su’ud 
–penguasa negeri Dar’iyyah waktu itu dan pendiri daulah Su’udiyyah-, 
keduanya sepakat untuk bekerjasama mendakwahkan dakwah Tauhid –dakwah 
Salafiyyah- dengan segenap daya upaya. Muhammad bin Su’ud menyambut baik 
kedatangan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab di Dar’iyyah dan mengatakan 
kepada Syaikh : “Berbahagialah di negeri yang lebih baik daripada negerimu, 
dan berbahagialah dengan dukungan dan pembelaan”.

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab berkata : “Dan aku memberi khabar gembira 
kepadamu dengan kemuliaan dan kedudukan yang kokoh kalimat ini –Laa Ilaha 
Illallah- barangsiapa yang berpegang teguh dengannya, mengamalkannya, dan 
membelanya, maka Alloh akan memberikan kekuasaan kepadanya pada negeri dan 
hamba-hambaNya, dialah kalimat tauhid, yang merupakan dakwah para rasul 
semuanya. Engkau melihat bahwa Nejed dan sekitarnya dipenuhi dengan 
kesyirikan, kejahilan, perpecahan dan peperangan diantara mereka, aku 
berharap agar engkau menjadi imam bagi kaum muslimin, demikian juga pada 
keturunanmu”.

Maka Muhammad bin Su’ud berkata : “Wahai Syaikh, ini adalah agama Alloh dan 
RasulNya, yang tidak ada keraguan di dalamnya. Berbahagialah dengan 
pembelaan kepadamu dan kepada dakwah yang engkau seru, dan aku akan berjihad 
membela dakwah Tauhid” [Tarikh Najed oleh Husain bin Ghannam hal. 87 dan 
Unwatul Majd Fi Tarikhi Najed oleh Utsman bin Bisyr 1/12]

Maka mulailah kedua imam dakwah Salafiyyah tersebut beserta para pendukung 
keduanya menyebarkan dakwah Salafiyyah dengan modal ilmu dan keimanan, dan 
mengibarkan bendera jihad di depan setiap para penghalang jalan dakwah.

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab tidak henti-hentinya melancarkan dakwah 
kepada Alloh, mengajarkan ilmu-ilmu syar’i kepada para penuntut ilmu, 
menyingkap syubhat-syubhat yang disebarkan oleh orang-orang kafir, para 
penyembah kubur, dan selain mereka. Beliau menghasung umat agar berjihad 
dengan berbagai jenisnya. Beliau juga langsung turun di medan jihad berserta 
anak-anak beliau. Beliau tulis karya-karya ilmiah dan risalah-risalah yang 
bermanfaat di dalam menjelaskan aqidah yang shahihah, sekaligus membantah 
setiap pemikiran yang menyelisihinya dengan berbagai macam argumen, sehingga 
nampaklah agama Alloh, menanglah pasukan Alloh dan hinalah pasukan setan, 
menyebarlah aqidah Salafiyah di jazirah Arabiyyah dan sekitarnya, bertambah 
banyaklah para penyeru kepada kebenaran, dihapuslah syi’ar-syi’ar 
kebid’ahan, kesyirikan dan khurafat, ditegakkanlah jihad, dan masjid-masjid 
di makmurkan dengan shalat dan halaqah-halaqah pengajaran Islam yang murni. 
[Muqaddimah Syaikh Abdul Aziz bin Baz atas kitab Syaikh Ahmad bin Hajar Alu 
Abu Thami hal.4]

BERDIRINYA DAULAH SU’UDIYYAH SALAFIYYAH
Para ulama tarikh sepakat bahwa pendiri daulah Su’udiyyah (kerajaan Saudi 
Arabia) adalah Al-Imam Muhammad bin Su’ud, dialah yang membuat sunnah 
hasanah pada keturunannya di dalam membela agama Alloh dan memuliakan para 
ulama Sunnah. [Lihat Unwanul Majid oleh Ibnu Bisyr 1/234-235]

Dr. Munir Al-Ajlani menyebutkan bahwa pendiri daulah Su’udiyyah adalah 
Muhammad bin Su’ud, dengan baiatnya kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab 
untuk mengikhlaskan ibadah semata kepada Alloh dan ittiba kepada hukum Islam 
yang shahih di dalam siyasah (politik) daulah, serta menegakkan jihad fi 
sabilillah. [Tarikh Bilad Arabiyyah Su’udiyyah hal. 46-47]

Maka daulah Su’udiyyah adalah daulah Islamiyyah yang ditegakkan untuk 
menerapkan hukum Islam dalam kehidupan dan sekaligus daulah Salafiyyah yang 
membela dakwah Salafiyyah dan menyebarkannya ke seluruh penjuru dunia.

DAULAH SU’UDIYYAH DAN DAULAH UTSMANIYYAH
Sebagian orang menyangka bahwa Syaikh Muhammad bin Adbul Wahhab dan Muhammad 
bin Su’ud melakukan pemberontakan terhadap daulah Utsmaniyyah, seperti yang 
dilakukan Muhammad bin Hasan Al-Hajawi Ats-Tsa’alabi Al-Fasi di dalam 
kitabnya Al-Fikru Sami Fi Tarikhil Fiqh Islami (2/374) yang menyatakan bahwa 
Muhammad bin Su’ud mendukung dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab untuk 
merealisasikan impiannya di dalam melepaskan diri dari kekuasaan daulah 
Turki Utsmani!

Pernyataan Muhammad bin Hasan Al-Fasi di atas adalah pernyataan yang keliru, 
karena menyelisihi realita sejarah, realita sejarah menunjukkan bahwa di 
saat Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab melancarkan dakwahnya dan bahkan jauh 
sebelumnya negeri Nejed –termasuk Dar’iyyah- tidak pernah menjadi wilayah 
daulah Utsmaniyyah. [Tarikh Bilad Arabiyyah Su’udiyyah hal. 47]

Di antara bukti-bukti sejarah yang menunjukkan bahwa Nejed tidak pernah 
masuk dalam wilayah daulah Turki Utsmani adalah sebuah dokumen yang ditulis 
oleh Yamin Ali Affandi dengan judul asli berbahasa Turki : Qawanin Ali 
Utsman Dur Madhamin Daftar Diwan, di dalamnya terdapat daftar wilayah daulah 
Turki Utsmani sejak penghujung abad ke 11H yang terbagi menjadi 32 wilayah, 
14 wilayah darinya adalah wilayah-wilayah di jazirah Arabiyyah, dan Najed 
tidak tercantum dalam daftar wilayah tersebut. [Lihat Bilad Arabiyyah wa 
Daulah Utsmaniyyah oleh Sathi’ Al-Hushari hal. 230-240]

Merupakan hal yang dimaklumi oleh setiap pemerhati sejarah Islam bahwa 
banyak dari wlayah-wilayah kaum muslimin yang tidak masuk ke dalam wilayah 
daulah Turki Utsmani yang ditunjukkan oleh adanya daulah-daulah yang sezaman 
dengan daulah Turki Utsmani seperti daulah Shafawiyyah Rafidhiyyah di Iran, 
daulah Mongoliyyah di India, daulah Maghribiyyah di Maroko dan beberapa 
negara Islam di Indonesia.

http://www.almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=2051&bagian=0
[Disalin dari Majalah Al-Furqon, Edisi 09 Tahun V/Rabi’u Tsani 1427/Mei 
2006M. Penerbit Lajnah Dakwah Ma’had Al-Furqon, Alamat Maktabah Ma’had 
Al-Furqon, Srowo Sidayu Gresik-Jatim]

_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! 
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Great things are happening at Yahoo! Groups.  See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/lOt0.A/hOaOAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke