AKAN MUNCUL DAI-DAI YANG MENYERU KE NERAKA JAHANNAM

Oleh
Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali
sumber http://www.almanhaj.or.id

Dari Hudzaifah bin Al-Yaman Radhiyalahu ‘anhu beliau berkata : “Dahulu 
manusia bertanya kepada Rasulullah tentang hal-hal yang baik tapi aku 
bertanya kepada beliau tentang hal-hal yang buruk agar jangan sampai 
menimpaku”
Aku bertanya : “Wahai Rasulullah, dahulu kami berada dalam keadaan jahiliyah 
dan kejelekan lalu Allah mendatangkan kebaikan (Islam,-pent) ini, apakah 
setelah kebaikan ini akan datang kejelekan ?”
Beliau berkata : “Ya”
Aku bertanya : “Dan apakah setelah kejelekan ini akan datang kebaikan?”
Beliau menjawab : “Ya, tetapi didalamnya ada asap”.
Aku bertanya : “Apa asapnya itu ?”
Beliau menjawab : “Suatu kaum yang membuat ajaran bukan dari ajaranku, dan 
menunjukkan (manusia) kepada selain petunjukku. Engkau akan mengenal mereka 
dan engkau akan memungkirinya”
Aku bertanya : “Apakah setelah kebaikan ini akan datang kejelekan lagi ?”
Beliau menjawab :”Ya, (akan muncul) para dai-dai yang menyeru ke neraka 
jahannam. Barangsiapa yang menerima seruan mereka, maka merekapun akan 
menjerumuskan ke dalam neraka”
Aku bertanya : “Ya Rasulullah, sebutkan cirri-ciri mereka kepada kami ?”
Beliau menjawab : “Mereka dari kulit-kulit/golongan kita, dan berbicara 
dengan bahasa kita”
Aku bertanya : “Apa yang anda perintahkan kepadaku jika aku temui keadaan 
seperti ini”
Beliau menjawab : “Pegang erat-erat jama’ah kaum muslimin dan imam mereka”
Aku bertanya : “Bagaimana jika tidak imam dan jama’ah kaum muslimin?”
Beliau menjawab :”Tinggalkan semua kelompok-kelompok sempalan itu, walaupun 
kau menggigit akar pohon hingga ajal mendatangimu”

TAKHRIJ HADITS
Hadits ini memiliki banyak jalan, diantaranya :

[1]. Dari jalan Walid bin Muslim (dia berkata) : Menceritakan kepada kami 
Ibnu Jabir (dia berkata) : Menceritakan kepada kami Bisr bin Ubeidillah 
Al-Hadromy hanya dia pernah mendengar Abu Idris Al-Khaoulani dari Hudzaifah 
bin Yaman Radhiyallahu ‘anhu …….[HR Bukhari 6/615-616 dan 13/35 beserta 
Fathul Baari. Muslim 12/235-236 beserta Syarh Nawawi. Baghowi dalam Syarhus 
Sunnah 14/14. Dan Ibnu Majah 2979]

[2]. Dari jalan Waki’ dari Sufyan dari ‘Atho’ bin Saib dari Abi Al-Bukhari 
dia berkata : Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu berkata ….. [HR Ahmad dalam 
musnad 5/399]

[3]. Dari jalan Abi Mughiroh (dia berkata) menceritakan kepada kami Assafar 
bin Nusair Al-Azdi dan selainnya dari Hudzaifah bin Al-Yaman, beliau berkata 
: “Wahai Rasulullah sesungguhnya kami dahulu dalam keburukan lalu Allah 
menghilangkannya dan mendatangkan kebaikan melalui anda. Apakah setelah 
kebaikan ini akan datang kejelekan?”. Beliau berkata : “Ya”. Hudzaifah 
bertanya lagi : “Apa kejelekan tersebut?” Beliau menjawab : “Akan muncul 
banyak fitnah seperti malam yang gelap gulita, sebagaimana mengikuti yang 
lainnya dan akan datang kepada kalian hal-hal yang samar-samar seperti 
wajah-wajah sapi yang kalian tak mengetahuinya” [HR Ahmad 5/391]

SYARH HADITS
[A]. Mengenal Jalan Orang-Orang Yang Tersesat Merupakan Kewajiban Dalam 
Syariat.
Ketahuilah -semoga Allah memberkahi anda- sesungguhnya metode Ar-Rabbani 
(Islam) yang tertuang dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa 
sallam ketika menampilkan generasi pertama yaitu shabat dan para tabi’in 
(sesungguhnya bertujuan) untuk mejelaskan jalan kebenaran dan agar diikuti.

Allah berfirman.

“Artinya : Barangsiapa yang menyelisihi Rasul setelah jelas baginya petunjuk 
dan dia mengikuti jalan selain orang-orang yang beriman maka kami palingkan 
dia kemana dia berpaling dan kami akan memasukkannya kedalam neraka 
jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali” [An-Nisa : 116]

Akan tetapi (metode Islam ini) tidak cukup hanya mejelaskan jalan kebenaran 
saja bahkan menyingkap kebatilan dan mengungkap kepalsuannya agar jelas dan 
terang jalan orang-orang yang tersesat (lalu dijauhi dan 
ditinggalkan,-pent).

Allah ta’ala berfirman.

“Artinya : Dan demikianlah kami terangkan ayat-ayat Al-Qur’an, supaya jelas 
jalan orang-orang yang benar dan supaya jelas (pula) jalan orang-orang yang 
tersesat” [Al-An’am : 55]

Seorang penyair berkata.

“Aku mengenal keburukan bukan untuk keburukan akan tetapi untuk menjauhinya”

“Dan barangsiapa yang tidak mengenal kebaikan dari keburukan dia akan 
terjerumus kedalam keburukan itu”.

[B]. Islam Terancam Dari Dalam
Sesungguhnya musuh-musuh Allah terus mengintai Islam hingga ketika mereka 
telah melihat penyakit whan (cinta dunia dan takut mati) telah menjalar 
dalam tubuh kaum muslimin dan penyakit-penyakit yang lain sudah menyebar 
mereka langsung menyerang dan menyumbat nafas kaum muslimin.

Sesungguhnya racun-racun berbisa yang membinasakan dan menghancurkan 
kekuatan kaum muslimin serta melemahkan gerak mereka bukanlah pedang-pedang 
orang-orang kafir yang berkumpul untuk membuat makar terhadap Islam. Akan 
tetapi kuman-kuman yang busuk yang menyelinap didalam tubuh kaum muslimin 
yang lambat tapi pasti (itulah yang menyebabkan kebinasaan). Itulah asap 
yang dikatakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits 
Hudzaifah diatas : “suatu kaum yang membuat ajaran bukan dari ajaranku dan 
memberikan petunjuk bukan dari petunjukku …..” Didalam ucapan beliau ini ada 
hal-hal penting diantaranya.

[1]. Sesungguhnya asap itu merupakan penyimpangan yang selalu membuat kabur 
ajaran Islam (Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam) yang terang 
benderang malamnya bagaikan siangnya.

[2]. Yang nampak pada saat terjadinya hal ini adalah kebaikan akan tetapi 
dalamnya terdapat hal-hal yang membinasakan. Bukanlah dalam riwayat Muslim 
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Akan muncul manusia-manusia 
yang berhati setan”.

[3]. Asap ini terus tumbuh dan menguasai hingga kejelekan itu merajalela 
serta merupakan awal munculnya dai-dai penyesat dan kelompok-kelompok 
sempalan.

[4]. Sesungguhnya yang meniup asap tersebut adalah para dai-dai penyesat. 
Dan ini menunjukkan bahwa rencana busuk untuk menghancurkan Islam dan kaum 
muslimin telah mengakar kuat dalam sejarah Islam.

[5]. Sesungguhnya gembong-gembong kesesatan selain giat dalam menyesatkan. 
Akan tetapi (sebagian) pemegang kebenaran lalai dan tertidur hingga asap 
tersebut menguasai dan merajalela serta menutupi kebenaran. Dari sini kita 
ketahui bahwa asap yang menyelimuti kebenaran dan mengkotori kejernihannya 
adalah bid’ah-bid’ah yang ditebarkan oleh Mu’tazilah, Sufiyah, Jahmiyah, 
Khowarij, Asy’ariyah, Murji’ah dan Syi’ah Rofidhoh sejak berabad-abd 
lamanya.

Oleh karena inilah umat Islam mejadi terbelakang dan menjadi santapan bagi 
setiap musuh serta menyebarnya kebatilan. Dan dengan sebab inilah setiap 
munafik berbicara dengan mengatas namakan Islam. Dari sini kita mengetahui 
bahwa bahaya bid’ah lebih besar daripada musuh-musuh yang lainnya 
(orang-orang kafir), karena bid’ah merusak hati dan badan tapi musuh-musuh 
tersebut hanya merusak badan. Para salaf telah bersepakat akan kewajiban 
memerangi ahli bid’ah dan menghajr (memboikot) mereka. Imam Dzahabi 
mengatakan : “Para salaf sering mentahdzir ahli bid’ah, mereka mengatakan : 
Sesungguhnya hati-hati ini lemah sedangkan syubhat (dari ahli bid’ah itu) 
cepat mencengkram”.

[C]. Hati-Hati Antek-Antek Yahudi !!!
Sesungguhnya para gembong-gembong kekafiran telah memproduksi antek-anteknya 
dalam negeri kaum muslimin dua cara.

[1]. Pengiriman para pelajar ke negeri kafir (seperti di Cihicago 
Univerity,-pent) yang disanalah para pelajar kaum muslimin di cuci otak-otak 
mereka lalu jika mereka pulang mereka sebarkan racun-racun itu kepada kaum 
muslimin.

[2. Dengan menyelinapnya para orientalis dibawah simbol-simbol penelitian 
ilmiah. Sesunggunya para orientalis-orientalis itu merupakan 
antek-antek/tangan-tangan Yahudi dan Nashrani.

Di dalam hadits Hudzaifah ini Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam 
menyebutkan ciri mereka, beliau bersabda :

“Akan muncul dai-dai yang menyeru ke neraka jahannam, barangsiapa yang 
menerima seruan mereka maka mereka akan menjerumuskannya ke dalam jahannam”. 
Hudzaifah bertanya : “Wahai Rasululah sebutkan cirri mereka ?” Rasulullah 
menjawab : “Mereka dari golongan kita dan berbicara dengan lisan-lisan 
kita”.

[a]. Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata dalam Fathul Baari 13/36 : 
“Yaitu dari kaum kita dan yang berbicara dengan bahasa kita serta dari agama 
kita. Didalamnya ada isyarat bahwa mereka itu dari Arab”.

[b]. Ad-Dawudi berkata : “Mereka itu dari keturunan Adam”.

[c]. Al-Qoobisy berkata : Maknanya, secara dhohir mereka itu dari agama kita 
tapi secara batin mereka menyelisihi (agama kita)”.

Mereka menampakkan kesungguhan dalam memberi solusi, dan maslahat bagi umat. 
Tapi mereka menipu umat dengan gaya bahasa mereka, dan hati-hati mereka 
menginginkan untuk menjalankan misi-misi tuan-tuan mereka dari kalangan 
Kristen dan Yahudi. Allah berfirman.

“Artinya : Tidak akan ridho orang-orang Yahudi dan Narani hingga kalian 
mengikuti agama mereka” [Al-Baqarah : 120]

Diantara mereka adalah Thoha Husein (dari Mesir, pent) yang dijuluki oleh 
tuan-tuannya sebagai pujangga Arab. Orang ini mengatakan bahwa syair 
orang-orang jahiliyah itu lebih baik kesasteraannya daripada Al-Qur’an. 
Inilah pemikiran Marjilius seorang orientalis Yahudi yang diadopsi oleh 
Thoha Husein dan dipropagandakannya. Contoh-contoh seperti ini banyak 
sekali, mereka turun temurun dari waktu ke waktu di setiap tempat.

[D]. Siapa Jama’ah Kaum Muslimin ?
Setelah melihat kenyataan yang pahit dan getir ini, mulailah sebagian kaum 
muslimin bangkit, setiap kelompok dari kaum muslimin melihat realita ini 
dari kaca mata tersendiri, kelompok yang lain juga demikian. Oleh karena 
itulah bisa dikatakan bahwa kelompok-kelompok yang ada sekarang ini yang 
katanya berjuang atau berdakwah, mereka itu saling berselisih dalam metode 
dan cara berdakwah. Dan perselisihan yang paling parah yang menghalangi 
persatuan mereka adalah dua hal :

[1]. Peselisihan mereka dalam pengambilan sumber ilmu dan pemahaman terhadap 
Al-Qur’an dan Sunnah.
[2]. Ketidakmengertian mereka tentang diri mereka sendiri, sehingga pada 
saat ini kita sering menyaksikan bahwa hizbiyyah dan fanatik golongan ini 
masih menyumbat akal pikiran para dai-dai yang turun di medan dakwah. Mereka 
membanggakan diri mereka sendiri dan meremehkan yang lainnya. Sebagiannya 
menganggap bahwa kelompoknya itulah yang dinamakan jama’ah kaum muslimin dan 
pendirinya adalah imam kaum muslimin yang wajib di bai’at atau disumpah 
setia. Dan sebagiannya lagi mengkafirkan kaum muslimin. Sebenarnya mereka 
hanya jama’ah atau kelompok-kleompok kaum muslimin, karena kaum muslimin 
sekarang tidak memiliki jama’ah ataupun imam/pemimpin.

Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa jama’ah kaum muslimin adalah (Negara 
Islam) yang bersatu atau berkumpul didalamnya seluruh kaum muslimin. Mereka 
hanya punya satu imam/pemimpin yang menerapkan hukum-hukum Allah dan wajib 
untuk di taati serta diba’iat.

[E] Tinggalkan Kelompok-Kelompok Sempalan Itu
Hadits Hudzaifah diatas memerintahkan kepada kita untuk meninggalkan semua 
kelompok-kelompok sesat ketika terjadi fitnah dan kejelekan serta disaat 
tidak ada jama’ah kaum musilimin dan imam mereka.

Kelompok-kelompok sempalan ini yang menyeru manusia kepada kesesatan, 
bersatu diatas kemungkaran dan diatas hawa nafsu atau berkumpul diatas 
pemikiran-pemikiran kufur seperti sosialisme, komunisme, kapitalisme, 
demokrasi atau bersatu berdasarkan fanatik golongan dan lain sebagainya.

Inilah kelompok-kelompok sesat yang diperintahkan oleh Rasulullah 
Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Hudziafah untuk ditinggalkan dan 
dijauhi karena menjerumuskan manusia ke dalam neraka jahanam dengan sebab 
ajaran mereka yang bukan dari Islam.

Adapun kelompok yang menyeru kepada Islam (yang benar), memerintahkan kepada 
yang baik dan melarang dari yang mungkar maka inilah yang diperintahkan oleh 
Allah untuk diikuti dan ditolong. Allah ta’ala berfirman.

“Artinya : Hendaklah ada diantara kalian sekelompok orang yang menyeru 
kepada kebaikan dan menyeru kepada yang baik dan melarang dari yang mungkar. 
Dan merekalah orang-orang yang beruntung” [Ali-Imran : 104]

[E]. Jalan Keluar Dari Problematika Umat
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan Hudzaifah untuk 
meninggalkan semua kelompok sempalan yang menyeru ke neraka jahannam 
meskipun sampai menggigit akar pohon hingga ajal menjemput. Adapun 
penjelasannya, maka sebagai berikut :

[1]. Ini adalah perintah untuk berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah 
serta pemahaman salafush shalih. Sebagaimana hal ini dijelaskan oleh 
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Al-Irbadh bin Sariyah 
Radhiyallahu ‘anhu.

“Artinya : Dan barangsiapa yang hidup diantara kalian maka dia akan melihat 
perselisihan yang banyak sekali, maka berhati-hatilah kalian dari 
perkara-perkara yang baru dalam agama karena itu kesesatan. Dan barangsiapa 
diantara kalian yang mendapatkan hal ini maka wajib bagi kalian berpegang 
teguh dengan sunnahku dan sunnah para khulafa ‘ar-rasyidin, gigitlah 
erat-erat dengan gigi geraham kalian”. [HR Abu Dawud (4607). Tirmidzi (2676) 
dan Ibnu Majah (440) dan selain mereka]

Didalam hadits Hudzaifah, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan 
untuk menggigit akar pohon ketika terjadi perpecahan sambil menjauhi semua 
kelompok sesat. Dan didalam hadits Al-Irbadh beliau memerintahkan untuk 
berpegang teguh dengan Sunnah sesuai dengan pemahaman salafus shalih 
radhiyallahu anhum, ketika munculnya kelompok-kelomok sesat dan ketika tidak 
adanya jama’ah kaum muslimin serta imam mereka.

[2]. Sesungguhnya perintah untuk menggigit akar pohon dalam hadits Hudzaifah 
maknanya adalah istiqomah atau tetap dalam sabar dalam memegang kebenaran 
dan dalam meninggalkan semua kelompok sesat yang menyelisihi kebenaran. Atau 
maknanya bahwa pohon Islam akan diguncang dengan angin kencang hingga 
merontokkan semua ranting dan cabangnya, tidak ada yang tersisa melainkan 
akarnya yang masih tegar. Karena itulah wajib bagi setiap muslim untuk 
memegang erat akar tersebut dan mengorbankan semua yang berharga dalam 
dirinya karena akar tersebut akan tumbuh dan tegar kembali.

[3]. Ketika itu juga wajib bagi setiap muslim untuk menolong dan membantu 
kelompok (yang berpegang teguh dengan sunnah tersebut, -pent) dari setiap 
fitnah yang mengancam. Karena kelompok ini yang selalu tampak diatas 
kebenaran hingga akhirnya mereka membunuh Dajjal.

[Ringkasan darp kitab Al-Qaulul Mubin Fii Jama’atil Muslimin]

http://www.almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=2054&bagian=0
[Disalin dari majalah Adz-Dzkhiirah Al-Islamiyah Edisi 13 Th. III Shafar 
1426H/ April 2005M, hal. 22-26. Penerbit Ma’had Ali Al-Irsyad. Jl. Sultan 
Iskandar Muda No. 45 Surabaya]

_________________________________________________________________
Don't just search. Find. Check out the new MSN Search! 
http://search.msn.com/



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/4It09A/fOaOAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke