Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu,

Saya tertarik untuk menanggapi perkataan ukht/akh Kartika. Beliau mengatakan: 
"Kemudian ilmu itu didapat dari mana saja." Apakah benar seperti itu?

Menurut saya (CMIIW), kebenaran dan ilmu yang benar memang bisa saja ada dan 
didapat dari mana saja. Bahkan orang kafir pun boleh jadi akan mengatakan atau 
melakukan sesuatu yang bisa dibilang benar. (seandainya seorang guru kafir 
mengajarkan 1+1=2, apakah bisa kita katakan dia mengajarkan kesesatan?).

Yang menjadi masalah adalah: "Apakah kita sudah mengetahui kebenaran itu 
sendiri?"
Kebenaran baru akan kita ketahui jika dan hanya jika kita menuntut ilmu 
mengenai kebenaran – yaitu menuntut ilmu mengenai Al Qur'an dan Assunnah dengan 
pemahaman salaful ummah.

Setelah kita mengetahui kebenaran, kita baru bisa mengidentifikasikan kebenaran 
itu, di mana saja kita menjumpainya.
Jika kita setelah mengkaji manhaj salaf kita mendengar seorang kader PKS 
mengatakan "Allah bersemayam di Arsy di langit", maka kita bisa mengetahui 
bahwa dia telah mengatakan kebenaran (dalam hal tersebut).
Jika kita setelah mengkaji manhaj salaf kita mendengar seorang karkun (aktivis 
Jamaah Tabligh) mengajak orang shalat berjamaah di masjid, maka kita bisa 
mengatakan bahwa dia telah menda'wahkan kebenaran (dalam hal tersebut).

Tapi tetap saja poinnya adalah: "Apakah kita sudah mengetahui kebenaran itu 
sendiri? Apakah kita telah bermanhaj salaf dalam memahami Al Qur'an dan 
Assunnah? Apakah kita telah mengkaji kebenaran dengan cara yang benar sesuai 
pemahaman salaful ummah?"

Kemudian pernyataan ukht/akh Kartika selanjutnya: "Cukuplah anta dan orang2 
yang sudah tau PKS itu seperti apa dengan kekurangan dan kelebihannya."
Apakah benar kita tidak boleh memperingatkan kesalahan pemahaman salah satu 
kelompok hanya dengan pertimbangan menurut perkiraan kita tidak ahsan? Tentu 
tidak bukan. Dan mengenai ini sudah banyak penjelasan dari ikhwan yang lain 
mengenai "kapan diperbolehkan menceritakan kejelekan (paham) seseorang atau 
satu kelompok."

Kemudian untuk akhi Iwan:
Dari sisi tatacaranya akh Risdy telah sedikit menjelaskan. Kurang lebih 
urutannya tilawah, kultum (optional), materi utama, diskusi mengenai materi, 
ta'limat (pengumuman2) (optional), curhat (optional) dan ditutup doa penutup.
Dari sisi tata urutannya saja sudah kelihatan bid'ahnya:
1. Dimulai dengan tilawah: Tidak pernah Rasulullah dan para shahabat memulai 
pengkajiannya dengan tilawah seperti yang lazim di liqo.
Kalaupun mereka berdalih dengan hadits mengenai sekelompok orang yang membaca 
Al Qur'an (teks lengkapnya saya tidak hafal), sesungguhnya orang-orang yang 
mendengar langsung hadits tersebut dari Rasul (para shahabat) tidak memahami 
hadits tersebut seperti yang difahami para hizbiyyun. Lalu manakah yang benar, 
pemahaman hizbiyyun atau pemahaman para shahabat?
2. Ditutup dengan doa penutup: Rasulullah menutup majelisnya dengan doa kafarat 
majelis. Tidak dengan doa-doa yang lain. Lalu petunjuk mana yang lebih lurus, 
Rasulullah atau para murabbi2 itu?
Apalagi kecenderungan mereka untuk menggunakan doa rabithah karangan hasan al 
banna sebagai doa penutup majelis-majelis mereka. Walaupun mereka mengaku tidak 
mewajibkan atau mengkhususkan doa rabithah itu sebagai something special, 
tingkah laku mereka menunjukkan hal yang sebaliknya. Lalu apakah itu bukan 
bid'ah?

Mengenai calon istri antum yang masih liqo, beberapa yang menurut saya harus 
diperhatikan adalah:
1. Bagaimana pemahaman Antum terhadap manhaj salaf. Apakah masih baru ngaji 
manhaj salaf atau sudah cukup lama. Ini terkait dengan kemampuan untuk 
mendakwahi seseorang. Jika kita masih baru sebaiknya tidak langsung mendakwahi 
langsung ke seorang anggota liqo'. Seseorang yang belum memiliki apa-apa untuk 
berdakwah tentu belum bisa berdakwah bukan?
Jika antum merasa belum mampu menda'wahi, antum bisa berkonsultasi dengan 
ustadz salafiyyin terdekat.
2. Bagaimana tingkat keikutsertaan calon istri antum dalam liqo'. Apakah cuma 
ikut-ikutan, atau sudah kader. Kalo cuma ikut-ikutan, antum mungkin cukup 
mengajaknya untuk sering-sering ngaji manhaj salaf. Tapi kalo sudah jadi kader 
mungkin antum harus minta bantuan ustadz lagi (setidaknya untuk konsultasi).

Mohon dikoreksi jika ada yang salah
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu


---------------------------------
Food fight? Enjoy some healthy debate
in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A.


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/4It09A/fOaOAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke