Bowo wrote:
> Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh
>
> Ikhwah fillah, ana mau tanya. ada yang masih musykil.
> Berhubung SD yang bermanhaj salaf ditempat ana belum ada. lebih baik mana?
> apakah saya sekolahkan ke SDIT tapi pengelolanya hizbiyyun atau saya 
> sekolahkan ke SD Negeri yang mengelola orang umum?
>
> mohon share dari teman-teman, boleh ke japri atau ke milist kalau sekiranya 
> itu bermanfaat buat yang lain seperti nasehat Akh Admin.
>
> jazakallahu khair,
> -Abu Faiz-


Wa'alaikumussalam Warrahmatullah

Semuanya kembali ke diri kita masing-masing, mana yang lebih antara SDIT 
Hizbiyyun atau SD Negeri. Keduanya memiliki dampak positif dan negatif, tetapi 
keduanya bermuara kepada satu tujuan dan satu permasalahan. Ketika kita 
menyekolahkan anak kita ke sekolah Hizbiyyun tentu kepala anak kita akan 
dijejali dengan teori-teori yang menyimpang yang anak diharuskan untuk 
menghafalkannya (walaupun tidak diwajibkan untuk mengamalkan), tetapi dampak 
positif dari sekolah ini adalah anak akan terbekali dengan ilmu-ilmu agama 
dasar seperti Bahasa Arab, ibadah-ibadah yang sifatnya tidak ada perselisihan 
di dalamnya, selain itu juga anak akan diajarkan do'a-do'a atapun 
hadits-hadits. Jika ada sesuatu yang menyimpang yang didapatkan oleh sang anak, 
tugas orang tuanyalah yang menjelaskan bahwa hal ini salah, ini yang benar. 
Sehingga anak akan mendapatkan Ilmu-ilmu agama yang baik karena ilmu-ilmu yang 
tidak berguna telah difilter oleh orang tua (dengan bimbingan ustadz tentunya). 
Tetapi bagaimana dengan orang tua yang sibuk yang tidak sempat memperhatikan 
anaknya ? semoga kita tidak menjadi orang tua seperti ini. Tetapi untuk orang 
tua yang super sibuk ini, menyekolahkan anaknya ke SD Negeri akan lebih baik 
karena ada kaidah menetapkan "Mencegah mudharat lebih diutamakan daripada 
mencari manfaat", lagipula hal seperti ini dapat disiasati dengan cara lebih 
sering mengajak anak ke tempat pengajian-pengajian atau les bahasa arab 
dauroh-dauroh dan lainnya untuk menambah pengetahuan agama yang kurang 
diberikan di SD Negeri.

Ketika kita ingin anak kita pintar agama lalu kita sekolahkan di Sekolah 
Hizbiyyun sedangkan kita tidak punya waktu untuk memperhatikan si buah hati, 
maka bersiap-siaplah untuk menyesal di kemudian hari, karena teori pendidikan 
menyebutkan anak bagaikan sebuah kertas putih, yang siap untuk ditulisi apa 
saja. Bukankah yang menjadikan seorang anak itu Yahudi, Nasrani, Majusi atau 
Islam adalah orang tuanya ?

Jadi terus terang ana tidak bisa memberi saran kepada antum, karena antumlah 
yang paling tahu kondisinya. Karena Hizbiyyunpun berbeda-beda penyimpangannya, 
yang paling parah adalah penyimpangan Aqidah seperti Qadariyah, adapula yang 
menyimpang dalam segi Manhaj seperti Jamaah Islamiyah, ada yang mukkafirah 
seperti rafidhah, dan yang lainnya. Segala sesuatunya harus dipikirkan 
baik-baik karena menyangkut masa depan dunia dan akhirat. Afwan.

Wassalamu'alakum.


Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke