Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokaatuh.
Tinggal bilang saja kalau antum berhenti dengan cara yang baik dan ma'ruf dalam 
menyampaikannya. lagipula guru ngaji yang datang ke rumah antum, apakah mengaji 
bersama-sama dengan istri anda dengan hijab atau tanpa hijab. harusnya sudah 
kewajiban bagi anda sebagai kepala keluarga untuk menghijabi istri anda dan 
anak anda (jika perempuan) dari guru ngaji tersebut. jika mengaji di rumah 
dengan seluruh keluarga anda tanpa hijab, jelas ini suatu 
kemaksiatan/kemungkaran. dan guru ngaji anda seharusnya lebih mengerti dalam 
hal ini. saran saya untuk anda yang paling efektif dan ini bukanlah pendapat 
saya semata, tetapi pendapat dan nasehat kebanyakan para ulama, yaitu:
pertama:
belajarlah islam dari buku-buku yang tentunya bermanhaj salaf dan juga 
mendengarkan kaset-kaset atau Mp3 kajian-kajian ulama salaf yang kini sudah 
sangat banyak beredar, ini sangat cocok untuk keluarga anda.
kedua:
bergaullah dengan teman-teman yang bermanhaj salaf, sehingga bisa berdiskusi 
dan bertanya-tanya tentang masalah agama, yang tentunya kepada para ustadz.
ketiga:
mendatangi kajian-kajian (pengajian) ilmiah salafi. karena dengan datang ke 
tempat kajian, maka pahala yang diperoleh tentunya sangat besar dibanding 
mendengarkan kaset-kaset ceramah. hal seperti ini banyak dinasehatkan dan 
dianjurkan oleh para ulama, seperti syaikh Al-utsaimin dan yang lainnya. jadi 
ajaklah keluarga anda untuk mengikuti kajian-kajian salaf, dan ini lebih 
efektif dibanding hanya belajar di rumah. demikian yang bisa saya bantu 
mencarikan solusinya, dan saya hanya menukilkan dari nasehat-nasehat para ulama.
Wssalamu'alaikum warohmatullahi wabarokaatuh.


--- jasaro ariguno <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> Kami sekeluarga belum lama mengaji kepada seorang
> guru, guru datang ke rumah setelah berjalan beberapa
> kajian menurut pendapat saya sebagai kepala keluarga
> guru tersebut bukan yang ahli hadist sehingga dalam
> pembahasan terkesan ada unsur bidah, karena saya
> bukan termasuk orang yang mudah menyampaikan ayat
> atau hadist dalam diskusi terkesan ada pemaksaan
> pemahaman. Sehingga setiap kali selesai acara kajian
> saya cari reference dari buku untuk mencari dalil2
> atau buka internet untuk mencari kebenaran, lalu
> saya jelaskan yang sebenarnya kepada anak dan
> istriku tentang yang benar sesuai ajaran Rasulullah
> (contoh kasus pembahasan masalah Tahlilan dan
> peringatan hari kematian yang menurut guru tersebut
> boleh karena wali songo mengajarkan, lalu dengan
> logika saya bantah bahwa itu kan wali mengajarkan
> karena pada saat itu di Indonesia masih terpengaruh
> ajaran hindu atau budha, lah kalo sekarang sudah
> tahu yang benar kenapa tidak ditinggalkan, dan itu
> bukan ajaran Rasulullah), kemudian saya buka buku
> koleksi saya Masaa-il, saya jelaskan pada anak dan
> istri ini loh yang benar. Gimana ya cara berhentinya
> dari guru tersebut.


____________________________________________________________
Expecting? Get great news right away with email Auto-Check.
Try the Yahoo! Mail Beta.
http://advision.webevents.yahoo.com/mailbeta/newmail_tools.html


Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke