... Ringkasan Buku ...
http://buku-islam.blogspot.com

Judul                    : Penjelasan Gamblang Seputar Hukum Yasinan,
Tahlilan dan Selamatan
Penulis                 : Abu Ibrohim Muhammad Ali
Penerbit               : Pustaka Al Ummat - Jawa Tengah
Cetakan               : Kedua, Juli 2006 M
Halaman               : 87

Sebagaimana tertulis dalam judulnya, buku ini menjelaskan masalah hukum
yasinan, tahlilan dan selamatan yang sudah biasa dan merebak dilakukan oleh
masyarakat di Indonesia. Di dalamnya dimuat argumentasi dari para pengusung
acara yasinan dan tahlilan. Kemudian, agar berimbang, Al Ustadz Abu Ibrohim
pun membawakan argumentasi jawabannya. Dari buku ini, bila kita menggunakan
mata hati yang jernih, dengan dilandasi sikap ilmiah dalam beragama, insya
Allahu Ta'ala, kita bisa mendudukkan dengan benar bagaimana kedudukan acara
yasinan, tahlilan dan selamatan dalam pandangan Islam.

Berikut saya kutipkan sebagian isi yang semoga memberikan gambaran tentang
isi buku tersebut. Saya kutipkan dari bab ketujuh tentang "Adakah Fadhilah /
Keutamaan Surat Yasin?" Dan saya kutip dengan meringkasnya.

[Adakah Fadhilah / Keutamaan Surat Yasin?]
------------------------------------------
Berikut akan kami tuliskan beberapa hadits yang biasa dijadikan hujjah oleh
orang orang yang membolehkan yasinan, diantaranya:

<HADITS YANG PERTAMA>
"Barang siapa membaca surat yasin pada malam Jum'at, maka dia akan diampuni
(dosanya)."

Keterangan:
Hadits ini derajatnya "Maudhu / Palsu", terdapat dalam kitab at Targhib wa
at Tarhib oleh al Asfahani.

<HADITS YANG KEDUA>
"Barang siapa membaca surat yasin pada malam hari, maka dia diampuni
(dosanya) di pagi harinya."

Keterangan:
Hadits ini derajatnya "Maudhu' / Palsu", semua jalan perawi hadits ini
bathil / tidak sah, dan hadits ini tidak ada asal usulnya, sebagaimana
dikatakan oleh Ibnul Jauzi dala mal Maudhu'at 1/247, dan sebab tidak
diterimanya hadits ini karena seorang perawi hadits ini yang bernama
Muhammad bin Zakaria adalah seorang perawi yang suka memalsukan hadits
(lihat Mizanul I'tidal 3/549).

<HADITS YANG KETIGA>
"Sesungguhnya segala sesuatu pasti mempunyai hati, dan hatinya Al Qur'an
adalah surat yasin, barang siapa membaca surat yasin, maka Allah akan
memberi ganjaran seperti membaca Al Qur'an sepuluh kali."

Keterangan:
Hadits ini derajatnya "Dho'if Jiddan / Lemah Sekali", diriwayatkan oleh Imam
Tirmidzi dalam sunannya no. 3048.

<HADITS YANG KEEMPAT>
"Bacakan surat yasin buat orang mati diantara kalian."

Keterangan:
Hadits ini derajatnya "Dho'if / Lemah." Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu
Majah, dan Nasa'i.

<HADITS YANG KELIMA>
"Sesungguhnya Allah Tabaroka wa Ta'ala membaca surat Thoha dan surat Yasin
dua ribu tahun sebelum diciptakan Nabi Adam Alaihi ssalam. Ketika para
malaikat mendengar (kedua surat itu) dari Al Qur'an mereka mengatakan:
"Berbahagialah bagi umat yang turun Al Qur'an ini kepada mereka, alangkah
bagusnya lisan lisan yang berbicara dengan (Al Qur'an) ini, dan alangkah
bagusnya rongga rongga yang terisi penuh dengan (Al Qur'an) ini."

Keterangan:
Hadits ini derajatnya "Mungkar". Dikeluarkan oleh Ibnu Hibban dalam adh
Dhu'afa' 1/108, ath Thabrani dalam al Mu'jamul Aushath 4873, ad Darimi
2/456, dan lainnya.

<HADITS YANG KEENAM>
"Tidak seorangpun yang akan mati, lalu dibacakan buatnya surat yasin,
kecuali pasti diringankan / dimudahkan kematiannya."

Keterangan:
Hadits ini derajatnya "Maudhu / Palsu." Diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dalam
Akhbar al Asbahan 1/188.

KESIMPULAN
Hadits hadits yang menerangkan adanya fadhilah / keutamaan surat Yasin
semuanya tidak bisa dipakai, karena semua haditsnya tidak lepas dari derajat
lemah bahkan palsu sehingga tidak sah untuk melegalisasi (membenarkan) acara
yasinan yang diadakan baik mingguan, bulanan, tahunan atau selainnya.

[PERSONAL VIEW]
---------------
Buku ini mempunyai arti khusus buat saya. Karena saya peroleh dalam sebuah
perjalanan silaturahmi ke sebuah kota kecil di utara Indonesia. Dalam
perjalanan ke pusat kota, saya sempatkan untuk mencari toko buku Islam.
Memang saya niatkan untuk itu. Dengan harapan bisa mengetahui gambaran
dakwah Islam di kota tersebut. Dan alhamdulillah, saya dapati buku ini di
sebuah toko yang menjual buku Islam dan pernak pernik lainnya. Dari buku
buku yang dijual di toko buku, insya Allah, kita bisa melihat pemahaman apa
saja yang ada di suatu masyarakat. Alhamdulillah, dakwah Ahlussunnah telah
sampai di kota tersebut.

Kemudian, buku ini pun membawa pesan ilmiah. Diantaranya yaitu, bahwa dalam
beragama kita harus selektif dalam berpegang pada hadits. Tidak semua hadits
bisa dijadikan pegangan dalam beragama. Ada yang shahih, dha'if dan palsu.
Hadits hadits yang bisa dijadikan pegangan dalam beragama adalah hadits
hadits yang berderajat shahih atau minimalnya hasan.

Kenapa hadits dha'if tidak bisa dijadikan pegangan? Karena hadits dha'if itu
meragukan apakah memang benar berasal dari Rasulullah shallallahu'alaihi wa
sallam atau bukan? Kita lihat makna hadits dha'if dan sebab sebab yang
menjadikan suatu hadits itu berderajat dho'if. Berkata Ustadz Abdul Hakim,

"Hadits dha'if ialah satu hadits yang tidak memenuhi persyaratan hadits
shahih atau hasan. Satu hadits dikatakan dha'if, imma karena terputus
sanadnya (jalan orang yang meriwayatkan hadits dari fulan ke fulan dan
seterusnya) misalnya, seorang rawi tidak berjumpa atau mendengar hadits
tersebut dari syaikhnya (gurunya). Imma karena cacat dan tercelanya seorang
rawi atau lebih di dalam satu hadits. Cacat dan tercelanya seorang rawi itu
banyak sekali sebagaimana telah diluaskan pembahasannya di kitab kitab
mushthalahul hadits. Di antaranya, dia berbohong atas nama Nabi
shallallahu'alaihi wa sallam, atau dia biasa berbohong kepada manusia, atau
dia seorang fasiq, atau dia seorang ahlul bid'ah yang mengajak manusia
kepada bid'ahnya, atau dia tidak dikenal dirinya (majhul), atau dia tidak
dikenal namanya (mubham), atau dia seorang yang buruk hafalannya, atau
sering salah dan lain lain." (Abdul Hakim bin Amir Abdat, Hadits Hadits
Dha'if dan Maudhu', Darul Qalam, Jakarta, Cet. I, 2003 M, hal. 36).

Dengan demikian sudah patut bagi kita untuk bersikap ilmiah dalam beragama
yaitu dengan selektif dalam memegangi suatu hadits. Meninggalkan hadits yang
dho'if dan berpegang pada hadits yang shahih.

Ringkasan buku ini dibuat oleh Abu Isa Hasan Cilandak
di Depok, 25 Maret 2007


Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke