assalamu'alaikum warahmatullah,

Mon ami, hanif yang baik, yang masih harus berusaha menjadi lebih baik
(sebagaimana kami juga tentunya)

[email protected] أهلا
ومرحبا بكم
في

Menanggapi beberapa postingan Antum, mohon maaf kalau kami jadi harus berterus 
terang.
Kami berdua dulu juga seperti Antum, bahkan -meminjam istilah kawan2 Antum- 
mungkin "marhalah" kami (maaf) "lebih tinggi" dari Antum.
Di tahun 1988 kami sudah direkrut menjadi kader mereka.
Kami selalu memohon ampun kepada Allah azza wajal atas kesalahan kami yang 
telah ikut juga merekrut dan mengkader sekian banyak tunas islam yang tersebar 
di UI, IPB, PGSD, IKIP Rawamangun, dan di STAN (kampus tempat kami berdua 
pernah kuliah), serta juga di "kampung" kami masing-masing.

Di tahun 1994, ketika salah seorang dari kami (Abu Ilyas) berhasil membuat 
"manuver dakwah" dan menjadi da'i Islamic Center (Markaz ta'wuni li ad-da'wati 
al-jaliyat) di KSA tempat dakwah salafiyah tumbuh subur dan juga dikader secara 
rahasia oleh syekh Z asal Mesir, dosen PT terkenal di sana -yang jenggotnya 
dipangkas- ketika itu alhamdulillah ya akhi, Abu Ilyas justru mendapati pada 
mereka kekeliruan-kekeliruan yang amat sangat jelas.

Abu Ilyas berkata:
Ketika kemudian akan kembali ke Indonesia saya sudah dalam keadaan ragu atas 
kebenaran manhaj IM yang kami masih lazimi saat itu.
Dan perlu Antum tahu setiap Ustadz yang saya temui ketika haji atau umroh, tak 
ada satupun yang berhasil menjawab keraguan saya, hatta salah satu eks guru 
saya yang konon berbaiat kepada Ustad Mushtafa Masyhur tak bisa memberi jawaban 
yang memuaskan.

Saya sampaikan keraguan saya kepada Abu Haqi, yang alhamdulillah juga telah 
mencium ketidakberesan setelah dia sempat kuliah beberapa semester di LIPIA 
Jakarta.
Akhirnya ketika saya mulai bermusyarokah dalam bisnis dengan Abu Haqi, 
alhamdulillah saya mendapat furshoh kembali lagi untuk bermukim di KSA, setelah 
beberapa lama di KSA, saya lebih intensif lagi berdialog dengan para ikhwah 
saudiyyin ataupun da'i Islamic center lainnya, saya dan juga keluarga saya (dan 
alhamdulillah keluarga sahabat saya tadi) benar-benar bisa berlepas diri dari 
belenggu hizbiyyah ini. Ya, hizbiyyun, fanatikus golongan (baca : partai) 
itulah sesungguhnya mereka.

Saya menghindar diri dari sifat 'ujub & takabbur', bahkan saya harus 
beristirja, karena beberapa "ikhwan" yang dulu "mengaji" di "majelis" saya yang 
sebagian besar masih aktif di PKS sekarang ini, banyak yang jadi "pejabat" di 
hizb tersebut, bahkan ada yang jadi anggota DPRD. Sayangnya tak ada satupun 
yang se"mendingan" Antum.

Mereka sulit diajak bicara, walaupun untuk sekadar bisa berubah menjadi "kader 
PKS" yang "aneh" seperti Antum. Bahkan ipar-ipar saya, kakak kandung saya -yang 
juga kader matang di hizb ini', sedemikian gigihnya menjelek-jelekkan saya 
-atau manhaj salaf yang saya pegang teguh- di hadapan mertua atau orang tua 
saya (DAN PERLU DICATAT, saya selalu berusaha bersikap baik dan sopan). Ya! 
Demikianlah mereka dalam "bertoleransi" yang prakteknya kadang malah jadi 
"profokasi". Kalau sekadar boikot dengan tidak memberi jadwal ceramah di 
masjid-masjid tempat saya dulu aktif sih, itu soal biasa. Tapi Antum pasti 
kaget kan, kalau boikotnya juga ke soal mu'amalah, misalnya ketika kawan-kawan 
Tholib di jami'ah Ummul Quro atau jamiah Islamiyah yang berubah diantarnya 
karena dialog dengan kami, jadi tak dapat order kerja musiman lagi ketika musim 
haji?
"Jamaah" yang seperti begini yang menurut Antum yang harus ditoleransi?
Bertepuk sebelah tangan, itulah yang akan kita alami!
Dimana-mana mereka sama ya akhi, manhaj sama, practically juga tak jauh 
berbeda. Dan perlu dicatat walaupun "this justice party" sering menggembar 
gemborkan toleransi, prakteknya prinsip tasamuh tidak berlaku untuk Ikhwah 
salafiyyin ya akhi.... Bagaimana dengan yang lain? Jangan ditanya! Dengan Mizan 
yang Syiah sekalipun bisa seiring sejalan. Lihat saja fatwa Dewan syariahnya....

Last but not least,....
kalau Antum ingin selamat
cobalah berpikir cermat
kalau ingin lebih banyak bukti,
Layangkan surat ke e-mail ini

Mohon maaf kepada al-akh al-fadhil Admin dan pelanggan milis Assunnah, karena 
risalah mereka ini terlalu panjang dan kesannya seperti kisah nyata.
Semoga bisa diambil ibroh darinya

Nas'alullaha an ya'shimanaa min al-dhalalah wa al-hizbiyyah
wal'afwu minkum

al faqir ilallah
Abu Ahmad
on behalf of Abdul Hadi abu Ilyas dan Riri Abu Haqi


wassalamu'alaikum warahmatullah

> assalamu'alaikum warakhmatullah
>
> Nah, sekarang jelas kan, bahwa anda punya perbedaan dengan gerakan yang
> anda mengaku sebagai kadernya. Saya tidak menuduh anda ingin menyatukan
> syi'ah dan sunnah, tapi pointnya adalah, kalau anda ingin memperdekat atau
> katakanlah menyatukan antar jama'ah, anda harus tahu dengan ILMU, siapakah
> yang harus meninggalkan ajarannya dan mendekat kepada yang lain? dan anda
> tidak bisa begitu saja mengabaikan persoalan manhaj dan aqidah, ingat,
> kenapa al-Imam al-Bukhary menulis kitab "Khalqu Af'ali al-'Ibaad wa
> al-Radd 'Aala al-Jahmiyah"? kenapa al-Imam al-Darimy menulis "al-Radd 'Ala
> Bisyr al-Mirriisy"? Kenapa al-Imam Ibn Taimiyah menulis "Naqdhul Mantiq wa
> al-Radd 'Ala al-Manthiqiyyiin"? kenapa beliau menulis "Minhaajus Sunnah"?
> kenapa para imam tersebut dengan setia membukukan "sunnah" yang mereka
> warisi dari Rasulullah dan para sahabatnya? Apakah mereka ingin
> mencari-cari kesalahan orang lain dan memecah belah ummat? fal 'iyaadzu
> billah.
>
> Sekedar tanbih saja ya, jamaah yang anda menjadi kadernya itu berusaha
> banget mempersatukan syi'ah (yang anda benci itu) dengan sunnah. Kalo gak
> percaya buka buku "al-Jamaa'aat al-Islaamiyah Fi Dhau'i al-Kitaab Wa
> al-Sunnah Bi Fahmi Salaf al-Ummah" Syaikh Salim Ibn 'Id al-Hilaly, disitu
> lengkap plus dokumennya.
>
> Kawan saya ada juga lo yang dikucilkan dari jamaah liqa'nya karena dia
> menyebarkan bukti kesyi'ahan hizbullah.
>
> Karena pengalaman anda tentang jama'at hanya di tiga negara itu, anda juga
> tidak bisa mengklaim bahwa yang anda alami (yang kebetulan manis itu) juga
> sama dengan yang dialami para ikhwah, bahkan yang di luar negeri
> sekalipun. Dan anda benar, dunia ini luas, dan justru saya semakin yakin
> dengan kesalahan manhaj IM setelah saya di luar negeri dan mendapati
> langsung bagaimana pernyataan-pernayataan resmi mereka, bagaiamana
> perlakuan mereka terhadap para ulama ahlul hadits dan salafiyyiin
>
> Nas'alullaha an ya'shimana min al-dhalalah
> wassalamu'alaikum warakhmatullah
>
>
> hanif hanif <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> maaf, yg no. 5 itu maksud saya
> Saya lebih suka membaca buku sirah Nabi, akhlak salaf, sirah sahabat,
> sirah salafus salih, etc ketimbang mengorek2 kesalahan orang islam dari
> jamaah apapun. Kalau dicari, ya pasti ada. Buat apa? Kesalahan saya juga
> banyak dan saya tidak tahu bagaimana nanti kalkulasinya di akhirat.
> Semuanya juga manusia biasa dan bukan Nabi dan bukan malaikat. Sebaik2
> muslim sekarang saya yakin nggak akan bisa menyamai generasi dulu.
>
> Saya pernah ketemu anjing2 yahudi, tersiksa secara mental, finansial, etc
> di negeri kafir, tidak ada yang menolong kecuali muslim walau satu sama
> lain gak saling kenal sebelumnya, dan gak faham bahasa satu dengan yang
> lain (Dia bahasa prancis dan gak bisa bahasa inggris sedangkan saya pada
> hari2 pertama di paris hanya bisa bahasa inggris dan gak bisa bahasa
> prancis). Tapi bisa match, saling tolong hanya karena SESAMA MUSLIM. Teman
> itu hanya Allah yang memberi. Ketika pindah negara, hanya satu yang saya
> tuju pertama kali, yaitu masjid. Di sanalah orang islam berada. Kalau
> antum pernah mengalami seperti yang saya alami, mungkin antum akan lebih
> mengerti apa yang namanya itu ukhuwah islamiyah.
>
> Saya buka rahasia lagi. Semoga Allah melindungi dari riya'. Apakah
> rahaasianya memiliki teman yang satu sama lain nggak kenal sebelumnya dan
> beda negara dan beda segalanya lah pokoknya. Rahasianya adalah jamaah
> solat subuh. Siapapun yang rajin solat JAMAAH subuh ke masjid (apalagi
> solat jamaah subuh di negeri kafir), siapapun dia, pasti saya percaya
> padanya. Dia (insya Allah) pasti bisa dipercaya.
>
> Antum semua, hampir semuanya tinggal di indonesia. Bahasa sama, warna
> kulit sama, agama sama. Cobalah untuk mempererat silatur rahim sesama
> muslim dan bukan sesama jamaah saja. Berdakwahlah dengan cara yang ahsan
> kalau antum mengaku salafy.
>
> Sekali lagi, dunia ini luas akhi. Tidak selebar daun kelor. Manusia itu
> juga banyak tipenya. Apa yang antum temui di suatu lokasi tidak bisa
> digunakan ukuran untuk membuat stigma tertentu.
>
> Hanif
>
> [Catatan Admin]
> Kami hanya mengingatkan kepada antum, seluruh pelanggan milis Assunnah,
> untuk dapat tetap fokus terhadap permasalahan yang sedang dibahas. Mohon
> dapat tetap memperhatikan kaidah penggunaan bahasa yang baik terhadap
> email yang akan dikirimkan ke milis Assunnah. Tunjukkan akhlak yang baik,
> pun di dalam gaya penulisan email yang antum lakukan. Semoga menjadi lunak
> hati orang yang keras terhadap dakwah ini, dengan santunnya akhlak antum.
> Demikian tambahan informasi yang dapat kami sampaikan. Wallahu'alam
>
>
> On 28/02/07, hanif hanif <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>
>> Wa'alaikumussalam wa rakhmatullahi wa barakaatuh
>>
>> saya ingin konfirmasi sedikit
>>
>> 1. Saya TIDAK PERNAH ketemu veteran/pejuang Afghan atau bumi jihad yg
>> lain
>> 2. SAYA BENCI SYIAH, tahu sejarah timbulnya syiah, tahu perkembangannya,
>> sampai sekarang.
>> 3. SAYA TIDAK PERNAH INGIN MENYATUKAN SUNNAH - SYIAH.
>> 4. Pengalaman saya tentang jamaah terbatas hanya di Surabaya (bukan
>> indonesia lho. Indonesia itu luas banget), Paris, East London (London
>> itu
>> juga gedhe banget), dan Sharjah-UAE
>> 5. Saya lebih suka membaca buku sirah Nabi, akhlak salaf, sirah sahabat,
>> sirah salafus salih, etc ketimbang mengetahui akhlak orang islam jaman
>> sekarang dari jamaah apapun.
>>
>> salam,
>>
>> Hanif
>>
>>
>>
>> On 28/02/07, shaqeel_muhannad <[EMAIL PROTECTED] > wrote:
>> >
>> > Wa'alaikumussalam wa rakhmatullahi wa barakaatuh wa maghfiratuh
>> > waffaqakallahu wa iyyana likulli khoir
>> >
>> > Apa yang anda ceritakan itu adalah pengalaman pribadi anda yang
>> > kebetulan sedikit "manis". Kalau anda survey langsung ke lapangan dan
>> > membuat sensus soal pengalaman ikhwah salafiyin dengan jam'aat
>> hizbiyah anda
>> > akan menemui banyak pengalaman yang mungkin sangat menyedihkan. Dan
>> anda
>> > perlu ingat, bahwa masalahnya bukan kita tidak mau memperkecil friksi
>> antar
>> > jama'ah, tapi jelas-jelas manhaj mereka itu menyebabkan mereka
>> bermu'amalah
>> > dengan kita seperti itu. Bagaimana kisah Syaikh al-Albany di Yordan
>> dengan
>> > mereka anda sudah tahu kan? Kalo anda punya kaset silsilatul huda wan
>> nuur
>> > (kumpulan ceramah beliau) coba dengarkan kaset nomer 699 anda akan
>> tahu.
>> > Kemudian bagaimana Syaikh Jamilurrahmaan al-Afghany rahimahullah
>> meninggal
>> > dunia anda tahu kan? Baca bayan tentang ini di web nya Syaikh Muqbil
>> (kalo
>> > masih ada) atau dengarkan silsilatul huda kaset nomer 500, dan siapa
>> > pembunuhnya, coba tanyakan kawan-kawan anda yang veteran afghan! Belum
>> lagi
>> > perlakuan mereka kepada kawan-kawan saya disini yang dengan tulus
>> ingin
>> > menuntut ilmu ke masyayikh. Anda tidak bisa abaikan itu. kemudian
>> bagaimana
>> > sikap jamaah IM di Yordan ketika ada 2 anggotanya yang mengundang
>> Syaikh
>> > al-Albany untuk menyampaikan ceramah di rumahnya?
>> >
>> > Saya dengan ini semua bukannya ingin memecah belah ummat, tapi hanya
>> > ingin mengingatkan anda bahwa, ummat ini bersatu bukan di bawah da'wah
>> > taqriib atau tauhidus shufuuf dengan memperkecil friksi antar jama'ah,
>> tapi
>> > dengan belajar dan mengamalkan ilmu yang kita warisi dari Rasulullah
>> > shallallahu 'alaihi wa sallam dan generasi al-quruun al-mufaddhalah.
>> Dan
>> > anda harus ingat, ketika anda ingin saling mendekatkan antar jama'ah,
>> anda
>> > harus tau... siapakah yang harus meninggalkan KHUZA'BALAAT dan BALA'
>> serta
>> > THAAMMAH nya untuk mendekat ke yang lain ?!! Di sini, ada seorang
>> doktor
>> > syari'ah dari Cairo University yang ingin menulis buku tentang syi'ah
>> untuk
>> > keperluan "taqriib" (mendekatkan antar firqah), tapi kemudian setelah
>> beliau
>> > meneliti langsung buku-buku mereka beliau akhirnya tahu, bahwa soal
>> aqidah
>> > itu gak bisa ditolerir, dan beliau tahu siapakah yang harus
>> meninggalkan
>> > pendapatnya dan harus mendekat ke yang lain.
>> >
>> > Dan saya juga tidak ingin kita meninggalkan mereka (jama'aat) begitu
>> > saja tanpa mengajak mereka kepada kebenaran. Tapi saya ingin
>> mengingatkan
>> > anda yang anda juga bilang bahwa anda kader PKS, perlakuan-perlakuan
>> tidak
>> > menyenangkan kepada salafiyin dari individual anggota jama'at hizbiyah
>> > adalah karena MANHAJ mereka juga, jadi tidak bisa diabaikan ketika
>> kita
>> > mengingatkan mereka kemudian kita melupakan manhaj dan partai mereka.
>> Ingat,
>> > Rasulullah bersabda: TARAKTUKUM 'ALAL BAIDHAA', LAILUHA KA NAHAARIHAA,
>> LAA
>> > YAZIIGHU 'ANHA ILLA HAALIK. Kalau anda ingin memepersatukan ummat
>> Islam dan
>> > ingin MENITI JEJAK SALAFUS SALIH (copy paste dari penutup tulisan
>> anda),
>> > silakan tanggalkan hizbiyah anda dan ajaklah orang lain untuk belajar
>> ilmu
>> > yang kita warisi dari Rasulullah. Ingin bersatu tetapi tetap
>> berhizbiyah ria
>> > adalah sesuatu yang tanaqudh (bertentangan).
>> > Fallahul Musta'aan Wal Haadi Ilaa Sawaa'i al-Sabiil.
>> > Wassalamu'alaikum warakhmatullah wabarakaatuh
>> >
>> >
>> > hanif hanif < [EMAIL PROTECTED] <hanif230982%40gmail.com>> wrote:
>> > Assalaamu 'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh,
>> > bismillah wash shalatu was salaamu 'ala rasuulillah,
>> >
>> > Perkenalkan, nama lengkap saya adalah Hanif (nama di KTP/pasport)
>> alias
>> > Hanif HANIF (nama di prancis) alias Hanif s/o Muhammad Ihsan (nama di
>> UAE).
>> > Inilah akibatnya kalau cuma punya satu kata dalam nama. Akhirnya nama
>> saya
>> > jadi bermetamorfosis ketika ke negri lain. Mulai kenal
>> > tarbiyah/ikhwan/PK/PKS sejak 1997.
>> >
>> > Meski saya seorang engineer, Saya suka sekali buku sejarah Nabi sampai
>> > khilafah terakhir, politik internasional dan akhlak para sahabat dan
>> salafus
>> > salih. Ketika di ITS, saya rajin baca assunnah, sabili, sahid, etc
>> sebagai
>> > refreshing kuliah. Cara solat saya, insya Allah sama persis dengan
>> yang di
>> > buku syaikh Al albani. Untuk dzikir, saya pakai hisnul muslim semenjak
>> saya
>> > tahu bahwa al ma'tsurat ada hadist lemahnya. Kan lebih baik pakai yang
>> lebih
>> > kuat riwayatnya. Moroever buku hisnul muslim ini sangat terkenal lho
>> di
>> > london.
>> >
>> > Akrab dengan para salafiyyin, ikhwan dan tabligh di paris (baik indo
>> > maupun non indo), pernah tinggal sekamar dengan mantan ketua HT dari
>> negara
>> > X waktu di london, dan sekarang tinggal dengan tabligh dari suku
>> pattan
>> > (perbatasan pakistan-afghan) di UAE. FYI, sebagian tabligh di paris
>> itu
>> > memakai riyadhus salihin rather than fadhailul a'mal sebagai bayan
>> ba'da
>> > solat. Dan tabligh pattan teman saya yang sekarang itu ternyata
>> pendukung
>> > berat taliban. Pokoknya beda dengan tabligh yang di indo dan malaysia.
>> Saya
>> > sendiri sangat terbuka dengan semua jamaah. Semua buku dari semua
>> jamaah
>> > saya baca karena memang saya suka baca. Saya selalu mencoba berusaha
>> agar
>> > friksi antar jamaah itu kian mengecil.
>> >
>> > Alhamdulillah, meski saya kader PKS, saya selalu mencoba meluruskan
>> > berita yang gak benar tentang semua jamaah (baik ikhwan, ht, salafy,
>> jt,
>> > atau yang lain). Ini dikarenakan banyaknya muslim yang misunderstand
>> tentang
>> > jamaah yang lain, misinformation, dan terlalu ta'ashshub terhadap
>> > golongannya. Pernah ada British muslim dari HT yang mengatakan bahwa
>> syaikh
>> > di saudi itu gak pernah mendoakan umat islam dan paling2 cuman
>> mendoakan
>> > secara global dan tanpa menyebut nama negaranya dan si british itu
>> juga
>> > bencinya setengah mati sama syekh di saudi. Saya faham dia lagi
>> mengolok2
>> > salafy. Langsung saya tanya, "do u understand arabic". Dia jawab,
>> "no".
>> > Langsung saya bilang kalau saya ini faham bahasa arab dan melihat dan
>> > mendengar ke mata dan telinga saya bahwa syaikh di saudi itu mendoakan
>> > mujahidin di palestina, chechnya, kashmir, dan di mana2. Tahu nggak,
>> setelah
>> > kejadian itu, si british ssekarang belajar private bahasa arab lho
>> sama
>> > seorang lulusan madinah.
>> >
>> > Kalau ada personal PKS atau siapapun muslim yang berbuat salah, maka
>> > hadapilah dia sebagai muslim yang perlu dinasehati bukan sebagai
>> jamaah
>> > tertentu. Itulah yang insya Allah selalu saya lakukan sehingga saya
>> bisa
>> > akrab dengan semuanya walau beda warna kulit dan warna rambut, beda
>> bahasa,
>> > beda negara, etc. Ketika ada jamaah X dari negara Y yang salah, maka
>> saya
>> > nasehati dengan dalil yang sahih. Ikut ya syukur, kalau nggak ya gak
>> apa2.
>> > Saya pribadi masih sangat hormat kepada guru ngaji saya yang orang NU
>> meski
>> > dia suka tahlilan. Dari dia lah saya tahu tajwid yang benar dan baca
>> quran.
>> > Semua orang muda di kampung kalau ketemu dia, selalu cium tangan
>> kecuali
>> > saya. Dia juga tahu saya nggak tahlilan, tapi dia juga sayang pada
>> saya
>> > sebagai seorang yang pernah jadi muridnya waktu saya berumur 6 tahun.
>> Teman2
>> > NU saya juga gak masalah dengan saya meski saya nggak qunut dan nggak
>> > tahlilan. Bahkan makin akrab. Bahkan saya pernah ditunjuk sebagai imam
>> solat
>> > mereka di masjid mereka.
>> > Rahasianya cuman satu. Ketika ketemu, saya suka mendahului mengucapkan
>> > salam dan suka solat berjamaah. Alhamdulillah, rasanya saya pusing
>> kalau
>> > nggak solat berjamaah karena sudah mejadi sindariom ketagihan. Ketika
>> telah
>> > menjadi sindariom ketagian ini, Alhamdulillah Allah selalu
>> menganugerahkan
>> > kepada saya tempat yang hampir selalu dekat masjid ketika saya hidup
>> di
>> > prancis dan UK. Memang benar pepatah yang mengatakan, bisa itu karena
>> > terbiasa.
>> >
>> > Saran saya kepada milister assunnah. Hendaknya apabila ada kesalahan
>> > pada seorang muslim, perlakukanlah dia sebagai muslim pribadi dan
>> bukan
>> > jamaahnya. Lupakanlah barrier/penghalang jamaah. Kalau ada yang salah,
>> > marilah saling mengingatkan dengan cara yang santun sebagaimana
>> salafus
>> > salih. Mungkin si pelaku itu memang gak faham, atau gak tahu atau lupa
>> atau
>> > yang lain. Nggak usahlah berantem karena perbedaan status jamaah.
>> Kalau ada
>> > yang solatnya gak bener, ya diingatkan yang baik. Kalau ada yang suka
>> > bid'ah, ya diberitahu.
>> >
>> > Salam,
>> >
>> > Hanif
>> > seorang muslim yang ingin meniti jejak salafus salih


Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke