Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh
   
  Mas Budi Prasetyo, semoga artikel singkat ini dapat menjawab pertanyaan yang 
kedua,
   
  Nasikh dan Mansukh
   
  Mengetahui nasikh dan mansukh juga akan membantu seseorang dalam memahami isi 
al Qur’an.  Dalil adanya nasikh dan mansukh adalah firman Allah Ta’ala,
   
  “Ayat mana saja yang Kami nasakhkan atau Kami jadikan (manusia) lupa 
kepadanya, Kami datangkan ayat yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding 
dengannya” (QS. Al Baqarah : 106)
   
  Nasikh adalah menghapus hukum dan mengantikannya dengan dalil syar’i yang 
datang kemudian.  Hukum yang diangkat dinamakan mansukh.  Penghapusan suatu 
hukum dengan hukum lain dinamakan naskh.
   
  Diantara contoh naskh :
   
  1.      Firman Allah Ta’ala,
   
  “Dan terhadap wanita yang mengerjakan perbuatan keji (zina), hendaklah ada 
empat orang saksi diantara kamu.  Kemudian apabila mereka memberi persaksian, 
maka kurunglah mereka dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya atau sampai 
Allah memberi jalan yang lain kepadanya
   
  Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji diantara kamu, maka 
berilah hukuman kepada keduanya, kemudian jika keduanya bertaubat dan 
memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka” (QS. An Nisaa’ : 15 – 16)
   
  Kedua ayat di atas dinasakh oleh ayat yang menerangkan hukuman dera bagi 
seorang gadis yang berzina, yaitu :
   
  “Perempuan yang berzina dan laki – laki yang berzina maka deralah masing – 
masing seratus kali dera” (QS. An Nur : 2)
   
  2.      Firman Allah Ta’ala,
   
  “Jika ada dua puluh orang yang sabar diantara kamu niscaya mereka dapat 
mengalahkan dua ratus orang musuh” (QS. Al Anfal : 65)
   
  Ayat di atas dinasakh oleh firman Allah Ta’ala,
   
  “Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan Dia telah mengetahui bahwa 
padamu ada kelemahan.  Maka jika ada diantara kamu seratus orang yang sabar, 
niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang” (QS. Al Anfal : 66)
   
  Maraji’:
   
  Bagaimana Memahami al Qur’an, Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu*, Pustaka Al 
Kautsar, Jakarta, Cetakan Kedua, April 2006.
  Semoga Bermanfaat.
   
  *Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu adalah salah satu murid Syaikh al Albani 
rahimahullah.
   
   
   
   
  

octavianto budi prasetyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Assalamualaikum 

rekan milis as-sunnah, saya mau tanya mengnai al quran
diturunkan sebanyak 114 surat 30 juz 60 hizb. apa yang dimaksud 60 hizb?

yang kedua
alquran diturunkan pada waktu nasikh dan mansuk. apa yang dimaksud nasikh dan 
mansukh?



         


        Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa 
syirik, dan Dia mengampuni dosa selain (syirik) itu bagi siapa yang 
dikehendaki-Nya.  Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah 
berbuat dosa yang besar" (QS. An Nisaa' : 48)
   
  Dari Abu Dzar ra., Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Jibril 
berkata kepadaku, 'Barangsiapa diantara umatmu yang meninggal dunia dalam 
keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, maka pasti dia masuk 
surga'" (HR. Bukhari) [Hadits ini terdapat pada Kitab Shahih Bukhari]





       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.

Kirim email ke