Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh,

InsyaAllah meninggalkan majelis mereka akan lebih baik ketimbang berkumpul
bersama mereka yang nyata-nyata menghalalkan yang haram.

Dalam buku, "Jadilah Salafi Sejati" karya Syaikh DR. Abdussalam bin Salim
as-Suhaimi, pada halaman 131, disebutkan :

  - Imam Ad-Darimi dan Ibnu Bathah meriwayatkan dari Al-Hasan
  Rahimahullah, beliau berkata, "Janganlah kalian duduk-duduk bersama
  pengikut hawa nafsu, jangan pula berdebat dan mendengarkan ucapan mereka!
  ".


  - Al-Ajurri dan Al-Lalikai, meriwayatkan dari Al-Hasan Rahimahullah,
  bahwa seorang laki-laki datang menemuinya dan berkata, "Hai Abu Sa'id
  aku ingin berdebat denganmu!", maka Al-Hasan berkata, "Menjauhlah
  engkau dariku, sesungguhnya aku mengetahui agamaku dan sesungguhnya orang
  yang ingin berdebat denganmu tidak lain adalah orang yang ragu tentang
  agamanya."

Ada satu hal mengkhawatirkan dari para moderat dalam agama, mereka lebih
berpihak kepada akal daripada sunnah. Sebaiknya kita terus ingat pesan dari
Khalifah Umar bin Khattab radhiallahu'anhu yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi
Syaibah,

"Hati-hatilah kalian terhadap ashhaburra'yi (ahli filsafat), karena mereka
merupakan musuh-musuh sunnah, hadits-hadits telah memberatkan mereka untuk
menghafalnya merekapun berkata dengan logikanya maka dia sesat dan
menyesatkan."

Semoga bermanfaat.
Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh.



On 5/3/07, hery marsanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Wa'alaykumussalaam Warahmatullahi Wabarakaatuh,
Ukhti fillah, sebaiknya kelompok Y itu meninggalkan sama sekali milist
tersebut dan jangan melayani lagi debat kusir yang ujung2nya hanya memancing
pertikaian. Karena debat yang baik adalah harus berdasarkan Al-Qur'an dan
Hadits Nabi yang Shahih sesuai dengan pemahaman para sahabat dan itulah
standard kebenaran. Karena tugas kita adalah menyampaikan yang haq , mereka
mau menerima atau tidak itu bukanlah kuasa kita, karena hidayah itu hanya
Allah yang dapat memberikannya.


----- Original Message ----
From: Afiani Astuti <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, 2 May, 2007 7:37:40 AM
Subject: [assunnah] Konflik menjadi favorite sebagai ajang adu domba.

Assalamualaykum ,

Afwan, saya mau minta pendapat jamaah milist assunah tentang keadaan suatu
jamaah orang Indonesia yang ada di luar negeri yang suka dengan perdebatan
tak sehat tentang Islam.

Saya adalah bagian dari komunitas muslim Indonesia yang berada di LN. Kami
memiliki oraganisasi keislaman termasuk milist-nya yang didalamnya terjadi
pengotakan-pengotak an (takutnya terjadi perpecahan umat). Ada mayoritas
katakanlah 'X' nota bene cenderung moderat terhadap hukum-hukum Islam
seperti boleh memakan daging tak halal. Dan kelompok yang satu anggap saja
'Y', yang disebut kaum fundamentalist yang insyaAllah mengikuti semua Sunnah
Rasulullah SAW dan Al Qur'an, misal, selalu mengkonsumsi halal food (ini
hanya salah satu pemisalan saja). FYI, kelompok Y jumlahnya jauh lebih
sedikit dibanding X.

Kelompok X dan Y sering berbeda pendapat dan bisa sampai berdebat kusir di
milist. Dulu misalnya, X tidak keberatan dengan visualisasi Nabi Muhammad
SAW yang di tentang keras oleh Y. Yang saya tahu, kelompok Y secara
berangsur-angsur tidak melayani tulisan-tulisan X di milist karena memang
tidak lagi memberi manfaat. Tulisan-tulisan Y yang mengingatkan kelompok X
selalu ditanggapi dengan cara yang kurang sehat, terutama buat hati. Maka Y
lebih baik tidak menanggapi lagi karena berdebat mengenai hal yang tidak
penting hanyalah mengotori hati saja. Yang niat asalnya hanya meluruskan
permasalahan malah bisa berubah jadi dendam dan memojokan.

Yang terjadi adalah, X merasa tidak digubris tulisan-tulisan nya dan
sekarang X dengan terang-terangan mengatakan ingin memancing perdebatan yang
sering menimbulkan kekotoran hati. Saya kutipkan tulisan dari kelompok X

"Biar, ehm, mimbar mulia ini jadi lebih bermutu dan hangat, tidak sekedar
mimbar 'nasehat-menasehati' yang hanya sarat dengan kutipan Al- Qur'an dan
Hadist [semoga kalimat ini bisa memancing diskusi hangat lainnya, nih J]."

Sebaiknya hendak bagaimana menyikapi hal ini?

Jazakallah,


afi


Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php
Yahoo! Groups Links






--
Ilmu yang kamu miliki tidaklah cukup; kamu harus mengamalkannya.
Niat tidaklah cukup; kamu harus melaksanakannya.
http://baiturrahmah.blogsome.com/

Kirim email ke