>From: [EMAIL PROTECTED]
>Date: Sun May 6, 2007 10:12 am
>Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuu,
>InsyaAllah, 2 (dua) bulan ke depan istri anna akan melahirkan anak 
>pertama kami, apa Sunnah Rasul dalam menyambut kelahiran anak 
>pertama.
>Jazakumullah khoran khaziroh
>Sumbawa Barat NTB

Ahamdulillah
Yang dilkukan pertama kali anak lahir adalah Tahnik yaitu mengunyah kurma 
kemudian menggosokkannya di langit-langit mulut bayi.
Dalil tentang tahnik ini disebutkan dalam beberapa hadits di antaranya.
Dari Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata.
“Artinya : Lahir seorang anakku maka aku membawanya ke hadapan Nabi 
Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka beliau memberinya nama Ibrahim. Beliau 
mentahniknya dengan kurma dan mendo’akan barakah untuknya. Kemudian beliau 
menyerahkan bayi itu kepadaku”
Dari Asma binti Abi Bakar Ash-Shiddiq ketika ia sedang mengandung Abdullah 
bin Az-Zubair di Makkah, ia berkata.
“Artinya : Aku keluar dalam keadaan hamil menuju kota Madinah. Dalam 
perjalanan aku singggah di Quba dan di sana aku melahirkan. Kemudian aku 
mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meletakkan anakku di 
pangkuan beliau. Beliau meminta kurma lalu mengunyahnya dan meludahkannya ke 
mulut bayi itu, maka yang pertama kali masuk ke kerongkongannya adalah ludah 
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setelah itu beliau mentahniknya 
denan kurma dan mendo’akan barakah baginya. Lalu Allah memberikan barakah 
kepadanya (bayi tersebut)”

Lengkapnya saya salinkan dari situs http://www.almanhaj.or.id
Kabar Gembira Dengan Kelahiran Anak
http://www.almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=869&bagian=0
Disukai Memberi Khabar Gembira Dan Mengucapkan Selamat Kepada Orang Yang 
Mendapat Anak
http://www.almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1502&bagian=0

HARI PERTAMA DARI KELAHIRAN ANAK

Oleh
Salim bin Ali bin Rasyid Asy-Syubli Abu Zur'ah
Muhammad bin Khalifah bin Muhammad Ar-Rabah.
http://www.almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=905&bagian=0


SUNNAHNYA TAHNIK
Pengertian tahnik secara bahasa dan syr’i adalah mengunyah sesuatu dan 
meletakkanya di mulut bayi. Maka dikatakan engkau mentahnik bayi, jika 
engkau mengunyah kurma kemudian menggosokkannya di langit-langit mulut bayi

Dianjurkan agar yang melakukan tahnik adalah orang yang memiliki keutamaan, 
dikenal sebagai orang yang baik dan berilmu. Dan hendaklah ia mendo’akan 
kebaikan (barakah) bagi bayi tersebut.

Dalil tentang tahnik ini disebutkan dalam beberapa hadits di antaranya.

Dari Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata.

“Artinya : Lahir seorang anakku maka aku membawanya ke hadapan Nabi 
Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka beliau memberinya nama Ibrahim. Beliau 
mentahniknya dengan kurma dan mendo’akan barakah untuknya. Kemudian beliau 
menyerahkan bayi itu kepadaku” [1]

Dari Asma binti Abi Bakar Ash-Shiddiq ketika ia sedang mengandung Abdullah 
bin Az-Zubair di Makkah, ia berkata.

“Artinya : Aku keluar dalam keadaan hamil menuju kota Madinah. Dalam 
perjalanan aku singggah di Quba dan di sana aku melahirkan. Kemudian aku 
mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meletakkan anakku di 
pangkuan beliau. Beliau meminta kurma lalu mengunyahnya dan meludahkannya ke 
mulut bayi itu, maka yang pertama kali masuk ke kerongkongannya adalah ludah 
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setelah itu beliau mentahniknya 
denan kurma dan mendo’akan barakah baginya. Lalu Allah memberikan barakah 
kepadanya (bayi tersebut)” [2]

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu ia berkata : “Aku pergi membawa 
Abdullah bin Abi Thalhah kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam 
ketika ia baru dilahirkan. Aku mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam 
yang ketika itu sedang mencat seekor untanya dengan ter. Beliau bersabda

kepadaku “Adakah kurma bersamamu?”

Aku jawab, “Ya (ada)”

Beliau lalu mengambil bebeberapa kurma dan memasukkannya ke dalam mulut 
beliau, lalu mengunyahnya sampai lumat. Kemudian beliau mentahniknya, maka 
bayi itu membuka mulutnya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian 
memasukkan kurma yang masih tersisa di mulut beliau ke maulut bayi tersebut, 
maka mulailah bayi itu menggerak-gerakan ujung lidahnya (merasakan kurma 
tersebut). Melihat hal itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam 
bersabda, “Kesukaan orang Anshar adalah kurma”.

Lalu beliau menamakannya Abdullah” [3]

Hadits-hadits di atas kiranya cukup untuk menerangkan sunnahnya tahnik ini 
dan kiranya cukup untuk menghasung kita bersegera melaksanakannya.

Berkata Imam Nawawi dalam Syarhu Muslim (14/372) : “Dalam hadits-hadits ini 
ada faidah, di antaranya : dianjurkan mentahnik anak yang baru lahir, dan 
ini merupakan sunnah dengan ijma’. Hendaknya yang mentahnik adalah orang 
yang shalih dari kalangan laki-laki atau wanita. Tahnik dilakukan dengan 
kurma dan ini mustahab, namun andai ada yang mentahnik dengan selain kurma 
maka telah terjadi perbuatan tahnik, akan tetapi tahnik dengan kurma lebih 
utama. Faidah lain diantaranya menyerahkan pemberian nama untuk anak kepada 
orang yang shalih, maka ia memilihkan untuk si anak nama yang ia senangi” 
[Dinukil dengan sedikit perubahan]

Akan tetapi tidak ada diriwayatkan dari sunnah kecuali tahnik denan kurma 
sebagaimana telah lewat penyebutannya tentang tahnik Ibrahim bin Abi Musa, 
Abdullah bin Az-Zubair dan Abdullah bin Abu Thalhah, maka tidak pantas 
mengambil yang lain.

HIKMAH TAKNIK
Ulama telah berbicara tantang hikmah yang terkandung dalam tahnik dan ada 
beberapa pendapat yang mereka sebutkan dan mereka berselisih (berbeda 
pendapat tentang hikmahnya). Namun tidak ada satu pun dari mereka yang 
memiliki sandaran dalil syar’i.

Berkata Imam Al-Aini dalam Umdatul Qari : “Bila engkau bertanya apa hikmah 
tahnik? Aku jawab : Berkata sebagian mereka : Tahnik dilakukan sebagai 
latihan makan bagi bayi hingga ia kuat. Sungguh aneh ucapan ini dan betapa 
lemahnya … dimana letaknya waktu makan bagi bayi dibanding waktu tahnik yang 
dilakukan ketika anak baru dilahirkan, sedangkan secara umum anak baru dapat 
makan-makanan setelah berusia kurang lebih dua tahun.

Sebenarnya hikmah tahnik adalah untuk pengharapan kebaikan bagi si anak 
dengan keimanan, karena kurma adalah buah dari pohon yang disamakan oleh 
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan seorang mukmin dan juga 
karena manisnya. Lebih-lebih bila yang mentahnik itu seorang yang memiliki 
keutamaan, ulama dan orang shalih, karena ia memasukkan air ludahnya ke 
dalam kerongkongan bayi. Tidaklah engkau lihat Rasulullah Shallallahu 
‘alaihi wa sallam tatkala mentahnik Abdullah bin Az-Zubair, dengan barakah 
air ludah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam Abdullah telah menghimpun 
keutamaan dan kesempurnaan yang tidak dapat digambarkan. Dia seorang pembaca 
Al-Qur’an, orang yang menjaga kemuliaan diri dalam Islam dan terdepan dalam 
kebaikan.[4]

Kami katakan : Ini adalah ludahnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam 
adapun selain beliau maka tidak boleh bertabarruk dengan air ludahnya.

Ilmu kedokteran telah menetapkan faedah yang besar dari tahnik ini, yaitu 
memindahkan sebagian mikroba dalam usus untuk membantu pencernaan makanan. 
Namun sama saja, apakah yang disebutkan oleh ilmu kedokteran ini benar atau 
tidak benar, yang jelas tahnik adalah sunnah mustahab yang pasti dari 
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, inilah pegangan kita bukan yang 
lainnya dan tidak ada nash yang menerangkan hikmahnya. Maka Allah lah yang 
lebih tahu hikmahnya.

[Disalin dari kitab Ahkamul Maulud Fi Sunnatil Muthahharah edisi Indonesia 
Hukum Khusus Seputar Anak Dalam Sunnah Yang Suci, hal 31-36 Penerbit Pustaka 
Al-Haura]
__________
Foote Note
[1]. Dikeluarkan oleh Al-Bukhari (5467 Fathul Bari) Muslim (2145 Nawawi), 
Ahmad (4/399), Al-Baihaqi dalam Al-Kubra (9/305) dan Asy-Syu’ab karya beliau 
(8621, 8622)
[2]. Dikeluarkan oleh Al-Bukhari (5469 Fathul Bari), Muslim (2146, 2148 
Nawawi), Ahmad (6247) dan At-Tirmidzi (3826)
[3]. Dikeluarkan oleh Al-bukhari (5470 Fathul Bari), Muslim (2144 Nawawi), 
Abu Daud (4951), Ahmad (3/105-106) dan lafadh ini menurut riwayat Ahmad dan 
diriwayatkan juga oleh Al-baihaqi dalam Asy-Syu’ab (8631)
[4]. Umdatul Qari bi Syarhi Shahih Al-Bukhari (21/84) oleh Al-Aini

_________________________________________________________________
Search from any Web page with powerful protection. Get the FREE Windows Live 
Toolbar Today! http://toolbar.live.com/?mkt=en-id



Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke