wa'alaikumussalam wa rahmatullah wa barakaatuh

haditsnya lemah, jadi tidak bisa dijadikan dalil.
Berikut pembahasannya yang salinkan dari

http://assunnah.or.id/artikel/masalah/33yasin.php

--
Muhammad Haryo
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Jika email ini masuk folder spam/ bulk/ junk, harap tandai sebagai NOT spam/
bulk/ junk
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~

*Derajat Hadits Fadhilah Surat Yasin*

*Yazid bin Abdul Qadir Jawas*
------------------------------
*MUQADDIMAH*

Kebanyakan kaum muslimin membiasakan membaca surat Yasin, baik pada malam
Jum'at (hari Jum'at menjelang khatib naik mimbar, *tambahan-peny*), ketika
mengawali atau menutup majlis ta'lim, ketika ada atau setelah kematian dan
pada acara-acara lain yang mereka anggap penting.

Saking seringnya surat Yasin dijadikan bacaan di berbagai pertemuan dan
kesempatan, sehingga mengesankan, Al-Qur'an itu hanyalah berisi surat Yasin
saja. Dan kebanyakan orang membacanya memang karena tergiur oleh
*fadhilah*atau keutamaan surat Yasin dari hadits-hadits yang banyak
mereka dengar,
atau menurut keterangan dari guru mereka.

Al-Qur'an yang di wahyukan Allah adalah terdiri dari 30 juz. Semua surat
dari Al-Fatihah sampai An-Nas, jelas memiliki keutamaan yang setiap umat
Islam wajib mengamalkannya. Oleh karena itu sangat dianjurkan agar umat
Islam senantiasa membaca Al-Qur'an. Dan kalau sanggup hendaknya menghatamkan
Al-Qur'an setiap pekan sekali, atau sepuluh hari sekali, atau dua puluh hari
sekali atau khatam setiap bulan sekali. (Hadist Riwayat Bukhari, Muslim dan
lainnya).

Sebelum melanjutkan pembahasan, yang perlu dicamkan dan diingat dari tulisan
ini, adalah dengan membahas masalah ini bukan berarti penulis melarang atau
mengharamkan membaca surat Yasin.

Sebagaimana surat-surat Al-Qur'an yang lain, surat Yasin juga harus kita
baca. Akan tetapi di sini penulis hanya ingin menjelaskan kesalahan mereka
yang menyandarkan tentang *fadhilah* dan keutamaan surat Yasin kepada Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Selain itu, untuk menegaskan bahwa tidak ada tauladan dari Nabi Shallallahu
'alaihi wa sallam membaca surat Yasin setiap malam Jum'at, setiap memulai
atau menutup majlis ilmu, ketika dan setelah kematian dan lain-lain.

Mudah-mudahan keterangan berikut ini tidak membuat patah semangat, tetapi
malah memotivasi untuk membaca dan menghafalkan seluruh isi Al-Qur'an serta
mengamalkannya.

*KELEMAHAN HADITS-HADITS TENTANG FADHILAH SURAT YASIN*

Kebanyakan umat Islam membaca surat Yasin karena -sebagaimana dikemukakan di
atas- *fadhilah* dan *ganjaran* yang disediakan bagi orang yang membacanya.
Tetapi, setelah penulis melakukan kajian dan penelitian tentang
hadits-hadits yang menerangkan fadhilah surat Yasin, penulis dapati *Semuanya
Adalah Lemah*.

Perlu ditegaskan di sini, jika telah tegak *hujjah* dan *dalil* maka kita
tidak boleh berdusta atas nama Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam
sebab ancamannya adalah Neraka. (Hadits Riwayat Bukhari, Muslim, Ahmad dan
lainnya).

*HADITS DHA'IF DAN MAUDHU'*

Adapun hadits-hadits yang semuanya *dha'if* (lemah) dan atau
*maudhu'*(palsu) yang dijadikan dasar tentang
*fadhilah* surat Yasin diantaranya adalah sebagai berikut :

1. "Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin dalam suatu malam, maka
ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya dan siapa yang membaca surat
Ad-Dukhan pada malam Jum'at maka ketika ia bangun pagi hari diampuni
dosanya".
(Ibnul Jauzi, Al-Maudhu'at, 1/247).

*Keterangan : Hadits ini Palsu.*
Ibnul Jauzi mengatakan, hadits ini dari semua jalannya adalah batil,
tidak ada asalnya. Imam Daruquthni berkata : *Muhammad bin
Zakaria*yang ada dalam sanad hadits ini adalah tukang memalsukan
hadits. (Periksa :
Al-Maudhu'at, Ibnul Jauzi, I/246-247, Mizanul I'tidal III/549, Lisanul Mizan
V/168, Al-Fawaidul Majmua'ah hal. 268 No. 944).

2. "Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin pada malam hari karena
mencari keridhaan Allah, niscaya Allah mengampuni dosanya".

*Keterangan : Hadits ini Lemah.*
Diriwayatkan oleh Thabrani dalam kitabnya Mu'jamul Ausath dan
As-Shaghir dari Abu Hurairah, tetapi dalam sanadnya ada rawi *Aghlab
bin Tamim*. Kata Imam Bukhari, ia *munkarul hadits*. Kata Ibnu Ma'in,
ia tidak ada apa-apanya (tidak kuat). (Periksa : Mizanul I'tidal I:273-274
dan Lisanul Mizan I : 464-465).

3. "Artinya : Siapa yang terus menerus membaca surat Yasin pada setiap
malam, kemudian ia mati maka ia mati syahid".

*Keterangan : Hadits ini Palsu.*
Hadits ini diriwayatkan oleh Thabrani dalam Mu'jam Shaghir dari Anas,
tetapi dalam sanadnya ada *Sa'id bin Musa Al-Azdy*, ia seorang
pendusta dan dituduh oleh Ibnu Hibban sering memalsukan hadits. (Periksa :
Tuhfatudz Dzakirin, hal. 340, Mizanul I'tidal II : 159-160, Lisanul Mizan
III : 44-45).

4. "Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin pada permulaan siang
(pagi hari) maka akan diluluskan semua hajatnya".

*Keterangan : Hadits ini Lemah.*
Ia diriwayatkan oleh Ad-Darimi dari jalur Al-Walid bin Syuja'. *Atha'
bin Abi Rabah*, pembawa hadits ini tidak pernah bertemu Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam. Sebab ia lahir sekitar tahun 24H dan wafat
tahun 114H.
(Periksa : Sunan Ad-Darimi 2:457, Misykatul Mashabih, takhrij No.
2177, Mizanul I'tidal III:70 dan Taqribut Tahdzib II:22).

5. "Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia
membaca Al-Qur'an dua kali". (Hadits Riwayat Baihaqi dalam Syu'abul Iman).

*Keterangan : Hadits ini Palsu.*
(Lihat Dha'if Jamiush Shaghir, No. 5801 oleh Syaikh Al-Albani).

6. "Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia
membaca Al-Qur'an sepuluh kali". (Hadits Riwayat Baihaqi dalam Syu'abul
Iman).

*Keterangan : Hadits ini Palsu.*
(Lihat Dha'if Jami'ush Shagir, No. 5798 oleh Syaikh Al-Albani).

7. "Artinya : Sesungguhnya tiap-tiap sesuatu mempunyai hati dan hati
(inti) Al-Qur'an itu ialah surat Yasin. Siapa yang membacanya maka Allah
akan memberikan pahala bagi bacaannya itu seperti pahala membaca Al-Qur'an
sepuluh kali".

*Keterangan : Hadits ini Palsu.*
Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (No. 3048) dan Ad-Darimi
2:456. Di dalamnya terdapat *Muqatil bin Sulaiman*. Ayah Ibnu Abi
Hatim berkata : Aku mendapati hadits ini di awal kitab yang di susun oleh
Muqatil bin Sulaiman. Dan ini adalah hadits batil, tidak ada asalnya.
(Periksa : Silsilah Hadits Dha'if No. 169, hal. 202-203) Imam Waqi' berkata
: Ia adalah tukang dusta. Kata Imam Nasa'i : Muqatil bin Sulaiman sering
dusta.
(Periksa : Mizanul I'tidal IV:173).

8. "Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin di pagi hari maka akan
dimudahkan (untuknya) urusan hari itu sampai sore. Dan siapa yang membacanya
di awal malam (sore hari) maka akan dimudahkan urusannya malam itu sampai
pagi".

*Keterangan : Hadits ini Lemah.*
Hadits ini diriwayatkan Ad-Darimi 2:457 dari jalur Amr bin Zararah.
Dalam sanad hadits ini terdapat *Syahr bin Hausyab*. Kata Ibnu Hajar :
Ia banyak memursalkan hadits dan banyak keliru. (Periksa : Taqrib I:355,
Mizanul I'tidal II:283).

9. "Artinya : Bacakanlah surat Yasin kepada orang yang akan mati di
antara kamu".

*Keterangan : Hadits ini Lemah.*
Diantara yang meriwayatkan hadits ini adalah Ibnu Abi Syaibah (4:74
cet. India), Abu Daud No. 3121. Hadits ini lemah karena *Abu Utsman*,
di antara perawi hadits ini adalah seorang yang *majhul* (tidak
diketahui), demikian pula dengan ayahnya. Hadits ini juga
*mudtharib*(goncang sanadnya/tidak jelas).

10. "Artinya : Tidak seorang pun akan mati, lalu dibacakan Yasin di
sisinya (maksudnya sedang naza') melainkan Allah akan memudahkan (kematian
itu) atasnya".

*Keterangan : Hadits ini Palsu.*
Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dalam kitab Akhbaru Ashbahan I
:188. Dalam sanad hadits ini terdapat *Marwan bin Salim Al Jazari*.
Imam Ahmad dan Nasa'i berkata, ia tidak bisa dipercaya. Imam Bukhari, Muslim
dan Abu Hatim berkata, ia *munkarul hadits*. Kata Abu 'Arubah Al
Harrani, ia sering memalsukan hadits. (Periksa : Mizanul I'tidal IV :
90-91).

*Penjelasan*
Abdullah bin Mubarak berkata : Aku berat sangka bahwa orang-orang
*zindiq*(yang pura-pura Islam) itulah yang telah membuat
riwayat-riwayat itu
(hadits-hadits tentang *fadhilah* surat-surat tertentu). Dan Ibnu Qayyim
Al-Jauziyah berkata : Semua hadits yang mengatakan, barangsiapa membaca
surat ini akan diberikan ganjaran begini dan begitu *SEMUA HADITS TENTANG
ITU ADALAH PALSU*. Sesungguhnya orang-orang yang memalsukan hadits-hadits
itu telah mengakuinya sendiri. Mereka berkata, tujuan kami membuat
hadits-hadits palsu adalah agar manusia sibuk dengan (membaca surat-surat
tertentu dari Al-Qur'an) dan menjauhkan mereka dari isi Al-Qur'an yang lain,
juga kitab-kitab selain Al-Qur'an. (Periksa : Al-Manarul Munffish Shahih
Wadh-Dha'if, hal. 113-115).

*KHATIMAH*

Dengan demikian jelaslah bahwa hadit-hadits tentang *fadhilah* dan keutamaan
surat Yasin, semuanya *LEMAH* dan *PALSU*. Oleh karena itu, hadits-hadits
tersebut tidak dapat dijadikan *hujjah* untuk menyatakan keutamaan surat ini
dan surat-surat yang lain, dan tidak bisa pula untuk menetapkan ganjaran
atau penghapusan dosa bagi mereka yang membaca surat ini. Memang ada
hadits-hadits shahih tentang keutamaan surat Al-Qur'an selain surat Yasin,
tetapi tidak menyebut soal pahala.

Wallahu A'lam.


On 5/7/07, Agus Suhendar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  Assalaamu'alaikum Waramatullahi Wabarakatuh,

Para Ustadz Yang di Rahmati Allah, Mohon bantuannya untuk memberikan
koreksi tentang hadits2 di bawah ini karena selama ini saya berfaham, bahwa
membacakan surat Yasin untuk si mayit baik sebelum atau sesudah dikubur
adalah sesuatu yang bid'ah sehingga dalil tersebut membuat saya bingung dan
telah mengganggu fikiran saya, mana yang harus saya ikuti?

Dari Ma'qil bin Yasar ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Bacakanlah surat Yaasiin atas orang yang meninggal di antara kalian. (HR
Abu Daud, An-Nasaa'i dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)

Dalil lainnya adalah hadits berikut ini:

"Jantungnya Al-Quran adalah surat Yaasiin. Tidak seorang yang mencintai
Allah dan negeri akhirat membacanya kecuali dosa-dosanya diampuni.
Bacakanlah (Yaasiin) atas orang-orang mati di antara kalian." (ibnu Majah,
Ibnu Hibban dan Al-Hakim)

Hadits ini dicacat oleh Ad-Daruquthuny dan Ibnul Qathan, namun Ibnu Hibban
dan Al-Hakim menshahihkannya.

Hadits lainnya lagi adalah hadits berikut ini:

Dari Abi Ad-Darda' dan Abi Dzar ra berkata, "Tidaklah seseorang mati lalu
dibacakan atasnya surat Yaasiin, kecuali Allah ringankan siksa untuknya."
(HR Ad-Dailami dengan sanad yang dhaif sekali)

Adalah Ibnu Umar ra gemar membacakan bagian awal dan akhir surat
Al-Baqarah di atas kubur sesudah mayat dikuburkan. (HR Al-Baihaqi dengan
sanad yang hasan).

Mohon maaf, hal ini urgent sekali karena saya berada ditengah-tengah
masyarakat yang gemar membaca surat yasin dikala ada yang meninggal dan
kebetulan saya adalah salah seorang pengurus DKM.

Jazakallahu khairan katsiira,
Agus Suhendar

Kirim email ke