Wa'alaikum salam

Untuk berita "News" ana memandang 2 hal (dari sudut pandang), pertama berita 
yang telah ditelaah oleh para ulama, dan berita yang hanya bersifat 
menyampaikan semata.

Ana ambil contoh, untuk yang pertama, kalo tidak salah ingat dulu millist kita 
pernah ada yang mengirimkan artikel mengenai dunia timur tengah dan penjelasan 
akan tipu daya dalam berita tersebut (tentu oleh para ulama, yang dalam hal ini 
merekalah yang berkepentingan dan yang lebih ber hak), untuk berita seperti ini 
tidaklah mengapa untuk di posting-kan ke millist kita, karena mengandung ilmu 
didalamnya. Dan tentu sebelum seseorang mengirim berita seperti ini haruslah 
ditelaah kembali berita tersebut, siapakah yang bertanggung jawab, siapa ulama 
yang terkait, pandanglah dan timbanglah akan berat manfaat dan mudhorotnya, dan 
pertimbangan lainnya. Namun, sekalipun ana berpendapat bolehnya berita seperti 
ini, janganlah menjadikannya bahan diskusi, karena ini merupakan lingkup-nya 
para Ulama (bukan kita yang mayoritas Tholibul ilmi), dan sedikit sekali fatwa 
ulama mengenai hal ini. Sehingga seandainya ada yang ragu apakah berita yang 
hendak ia sampaikan itu baik atau tidak,
 maka sebaiknya tidak perlu disampaikan. Dan juga tidak banyak diantara anggota 
millist kita yang dapat menyerap ilmu didalam berita tersebut (termasuk ana), 
malah ditakutkan akan terkena Syubhat.

Untuk yang kedua, antum bisa ambil contoh berita2 disurat kabar. Dimana secara 
mentah-mentah, berita tersebut langsung di posting saat itu juga dan dalam 
kejadian yang terjadi saat itu juga. Tanpa memandang sebab akibatnya, kejadian 
sebelum dan sesudahnya, bagaimana fatwa ulama mengenai hal tersebut, dan lain 
sebagainya. Untuk berita yang seperti ini, jelas tidak ada ilmu yang dapat di 
ambil didalamnya, kalaupun ada sangatlah sedikit dibanding syubhat yang 
menyertainya.

Kalo ana menangkap pendapat akh abu Yasiin, maka yang dimaksud beliau adalah 
berita yang kedua. Maka ana sependapat dengan akh ahmad ibnu muhammad, untuk 
menahan diri masuk dalam diskusi mengenai dunia Islam.

Ada beberapa hal bila ana lihat, kenapa hal ini tidak perlu,
1. Diskusi seperti ini merupakan ruang lingkup para Ulama, tentu kita tidak 
ingin 'melangkapi' beliau Rahimahullah
2. Ilmu yang ada didalamnya sangat sedikit dibanding Syubhat-nya, atau dengan 
kata lain Mudhorot-nya lebih besar dari Manfaat-nya.
3. Masih banyak hal-hal lain yang perlu dikaji dalam Dienul Islam selain 
membahas berita-berita mengenai dunia Islam.

Mungkin ini dari ana. Afwan bila ada yang tersinggung dalam hal ini.
Semoga ada manfaatnya.
Wallahu'alam

Wa'alaikum salam
--Ibnu Jalaluddin--

Ahmad Sibil <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Wa'alaykumussalam warahmatullahi 
wabarakatuh,
Sebaiknya tidak ya akhi.  Memang "News" itu perlu, jangan sampai kita menjadi 
terlalu buta akan keberadaan dunia, apalagi masalah dunia Islam.  Maksud ana 
adalah situs ini dibuat demikian (tanpa NEWS) adalah sangat tepat bagi kita 
untuk mengaji dan mengkaji Ilmu-2 Diin Allah subhana wata'ala.  

Dibuat demikian adalah FOKUS pada satu arah yaitu ta'lim walau lewat situs ini. 
 Kalaulah ditambahi dengan NEWS, bayangkan bagaimana antum bisa terfokus 
belajar antum, kemudian sedikit-2 antum buka dan membaca kejadian dunia Islam, 
dengan tak sengaja perhatian / konsentrasi antum teralih ke masalah bidang yang 
lain.

Itu hanya pendapat ana, Allaahu'alam wallaahu musta'an
 
Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh, ahmad ibnu muhammad ibnu alkherid

----- Original Message ----
From: Abu Yaasiin 
To: [email protected]
Sent: Friday, May 18, 2007 4:56:32 AM
Subject: [assunnah] Situs http://www.almanhaj.or.id
Dear Admin,
Assalamu'alaykum wrokhmatuLLOHi wabarokatuh,

Ana mempunyai usul bagaimana kalu situs http://www.almanhaj.or.id ditambahi 
dengan "News" semisal mengenai berita dunia Islam, dsb, mohon tanggapannya.

Wassalamu'alaykum wrokhmatuLLOHi wabarokatuh,

Abu Yaasiin.


Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke