Berikut kami sampaikan penjelasan Syaikh Shalih Alu Syaikh hafizhahullah yang 
kami terjemahkan dengan bebas dari kitab Syarah Tsalatsatul Ushul.

Terdapat perbedaan antara seorang nabi dan rasul, karena tidak semua nabi 
adalah rasul, namun setiap rasul adalah nabi. Perbedaannya adalah, Rasul adalah 
utusan Allah yang mendapatkan wahyu/risalah atau kitab suci dan diperintahkan 
untuk menyampaikannya kepada kaum yang menentang dan mengingkari risalah yang 
diembannya. Sedangkan nabi adalah seorang yang mendapatkan wahyu untuk 
menjalankan syari’at bagi dirinya sendiri atau untuk disampaikan kepada suatu 
kaum yang tidak mengingkarinya, atau dengan kata lain kaum tersebut telah 
menjalankan syariat yang bersesuaian dengan risalahnya. Hal ini sebagaimana 
yang terjadi pada nabi-nabi Bani Israil, ketika para nabi tersebut wafat maka 
mereka digantikan oleh seorang nabi yang menyampaikan risalah kepada kaum Bani 
Israil yang telah menjalankan syariat nabi sebelumnya sehingga nabi yang datang 
kemudian hanya meneruskan syariat yang lalu atau melengkapi syariat nabi 
sebelumnya.

Namun terkadang risalah yang diwahyukan kepada seorang nabi hanya diperuntukkan 
bagi dirinya sendiri, berdasarkan hal ini para ulama menjelaskan di antara 
sebab seorang nabi tidak memiliki pengikut sebagaimana yang ditunjukkan hadits 
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

 أن النبي 
يأتي يوم 
القيامة و ليس 
معه أحد

“Dan akan datang seorang nabi pada hari kiamat kelak tanpa seorang pun yang 
mengikutinya.”

Adalah karena tidak ada seorang pun dari kaumnya yang menerima seruannya atau 
karena risalah yang dia terima hanya diperuntukkan bagi dirinya sendiri.
Wallohua'lam bishowab..
sumber : 
http://muslim.or.id/2007/04/14/konsultasi-ustadz-perbedaan-nabi-dan-rasul/

Tambahan dari situs www.almanhaj.or.id

PERBEDAAN NABI DAN RASUL

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
http://www.almanhaj.or.id/content/276/slash/0

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : 'Apakah terdapat perbedaan 
antara Nabi dan Rasul .?"

Jawaban :
Memang benar, ada perbedaan antara Nabi dan Rasul. Ulama mengatakan bahwa Nabi 
adalah seorang yang diberi wahyu oleh Allah dengan suatu syari'at namun tidak 
diperintah untuk menyampaikannya, akan tetapi mengamalkannya sendiri tanpa ada 
keharusan untuk menyampaikannya.

Sedangkan Rasul adalah seorang yang mendapat wahyu dari Allah dengan suatu 
syari'at dan ia diperintahkan untuk menyampaikannya dan mengamalkannya. Setiap 
rasul mesti nabi, namun tidak setiap nabi itu rasul. Jadi para nabi itu jauh 
lebih banyak ketimbang para rasul. Sebagian rasul-rasul itu dikisahkan oleh 
Allah Ta'ala dalam Al-Qur'an dan sebagian yang lain tidak dikisahkan.

Allah Ta'ala berfirman.

"Artinya : Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, 
di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada 
(pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak dapat bagi seorang rasul 
membawa suatu mu'jizat melainkan dengan seizin Allah". [Ghafir : 78].

Bertolak dari ayat ini, maka dapat disimpulkan bahwa setiap nabi yang 
disebutkan di dalam Al-Qur'an adalah juga sebagai rasul.

Pertanyaan.
Apakah para rasul yang ada itu memiliki keutamaan yang sama di antara mereka ?

Jawaban.
Rasul-rasul yang ada tidak memiliki keutamaan yang sama, Allah telah berfirman :

"Artinya : Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian 
yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) 
dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat". [Al-Baqarah : 253].

"Artinya : Sungguh telah Kami utamakan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian 
yang lain". [Al-Isra : 55].

Kita semua wajib beriman dengan seluruh rasul itu bahwa mereka itu benar dan 
jujur dalam membawa risalah serta membenarkan apa yang diwahyukan kepada 
mereka, Allah berfirman :

"Artinya : Katakanlah (hai orang-orang mu'min) :"Kami beriman kepada Allah dan 
apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, 
Isma'il, Ishaq, Ya'kub dan anak cucunya, dan apa yang telah diberikan kepada 
Musa dan 'Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Rabb-nya. Kami 
tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh 
kepada-Nya". [Al-Baqarah : 136]

Dan ini adalah yang diyakini oleh Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alaihi wa 
sallam dan orang-orang yang beriman. Allah Ta'ala berfirman.

"Artinya : Rasul telah beriman kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya dari 
Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, 
malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya ". [Al-Baqarah : 
285].

Maka kita tidak membedakan salah seorangpun dari rasul-rasul itu dalam hal 
mengimaninya ; masing-masing benar dan dibenarkan serta risalah yang dibawa 
adalah haq.

Akan tetapi kita boleh membedakan dalam dua hal :

Pertama :
Dalam keutamaan. Kita mengutamakan sebagian dari para rasul atas sebagian yang 
lain sebagaimana Allah juga mengutamakan sebagian atas sebagian yang lain serta 
mengangkat sebagian dari mereka beberapa derajat. Akan tetapi kita tidak 
menyatakannya dengan nada membanggakan atau menyatakannya dengan nada 
membanggakan atau meremehkan yang diungguli.

Dalam hadits yang terdapat dalam kitab Shahih Al-Bukhari disebutkan bahwa 
seorang Yahudi telah bersumpah :"Tidak ! Demi yang memilih Musa atas sekalian 
manusia". Maka seorang laki-laki dari Anshar menempeleng muka laki-laki Yahudi 
itu ketika mendengar ucapannya seraya mengatakan :"Jangan kau katakan demikian 
sedangkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berada di tengah-tengah kami 
!". Maka si Yahudi itu datang menghadap Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa 
sallam, dan mengadu kepada beliau. "Aku punya dzimmah (jaminan perlindungan) 
dan perjanjian. Lalu apa gerangan yang membuat si fulan menempeleng mukaku ?" 
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian bertanya kepada laki-laki 
Anshar tadi :"Kenapa kamu menempeleng mukanya ?". Maka ia pun mengutarakan 
permasalahannya, dan Nabi akhirnya murka sampai terlihat sesuatu di muka 
beliau. Beliau kemudian bersabda, "Janganlah engkau melebihkan di antara 
nabi-nabi Allah!".

Dalam hadits Shahih Al-Bukhari dan yang lain juga disebutkan riwayat dari Abu 
Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam 
telah bersabda :"Tidak layak bagi seorang hamba untuk mengatakan, Aku lebih 
baik daripada Yunus bin Mata !".

Kedua :
Dalam hal ittiba'. Kita tidak boleh mengikuti rasul kecuali yang memang diutus 
untuk kita, yaitu Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, karena syari'at Nabi 
Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menasakh seluruh syari'at yang sebelumnya. 
Allah Ta'ala berfirman :

"Artinya : Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Qur'an dengan membawa kebenaran, 
membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) 
dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu ; maka putuskanlah perkara 
mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu 
mereka dengan meninggalkan kebenaran yang datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat 
di antara kamu, Kami berikan aturan (syari'at) dan jalan yang terang (minhaj)" 
[Al-Maidah : 48]

[Disalin dari kitab Fatawa Anil Iman wa Arkaniha, yang di susun oleh Abu 
Muhammad Asyraf bin Abdul Maqshud, edisi Indonesia Soal-Jawab Masalah Iman dan 
Tauhid, Pustaka At-Tibyan] 


Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke